Laman

  • Home

Kamis, 29 September 2016

Berita dari Guinea: Dubes RI Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Presiden Republik Guinea


Dubes Mansyur Pangeran dan Presiden Republik Guinea, Prof Alpha Conde.
Pada tanggal 29 September 2016, Duta Besar (Dubes) RI Dakar, Mansyur Pangeran, yang juga merangkap Republik Guinea telah menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Guinea, Prof. Alpha Conde, di Istana Negara Presiden di Conakry, Guinea. Penyerahan Surat Kepercayaan tersebut dilakukan bersama-sama Dubes asing lainnya untuk Republik Guinea yang berdomisili di Dakar, Senegal yaitu Dubes Israel, dan Dubes Equatorial Guinea yang berdomisili di Conakry, Guinea.
 
Dubes RI pada kesempatan pertemuan tĂȘte a tĂȘte dengan   Presiden Alpha Conde, menyampaikan salam hangat Presiden Jokowi dan Rakyat Indonesia serta komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral keduanegara. Pada pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh para anggota kabinetnya, antara lain Menteri Dalam Negeri, Menteri Olah Raga dan Pemuda, Sekjen Kemlu dan pejabat tinggi kepresidenan lainnya. Sedangkan, Dubes RI didampingi oleh PF. Ekonomi dan PF. Protkons.


Presiden Alpha Conde menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah dengan sangat baik memfasilitasi kunjungannya ke Indonesia pada tanggal 1-6 Agustus 2016. Presiden juga mengingatkan kembali hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada kunjungan tersebut yang antara lain adalah usulan untuk membuka kembali KBRI di Conakry, peningkatan kerjasama ekonomi dan investasi langsung ke Guinea serta permintaan pembebasan visa Indonesia bagi warga negara Guinea. Selain itu, Presiden juga mengharapkan tanggapan positif dari para pengusaha Indonesia, terutama dari perusahaan-perusahaan yang pernah dikunjunginya, agar dating ke Guinea untuk melakukan investasi dan kerjasama dengan pengusaha Guinea.


Presiden juga meminta agar pemerintah Indonesia membuka kembali  KBRI di Conakry yang ditutup pada tahun 1973 karena kondisi politik dan peralihan kepemimpinan militer, akan semakin mempererat dan memudahkan koordinasi kedua Negara dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Presiden mengingatkan kembali sektor-sektor potensial investasi di Guinea, antara lain sector pertambangan dan pertanian. Terkait dengan pembebasan visa Indonesia, Presiden menyampaikan bahwa Guinea telah membuat paspor biometric untuk mengurangi pemalsuan dan berharap agar Indonesia dapat mempertimbangkan hal tersebut untuk pembebasan visa Indonesia bagi seluruh warga negara Guinea.


Menanggapi Presiden, Dubes Mansyur Pangeran akan berupaya untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, terutama di bidang ekonomi (perdagangan, investasi dan industri) pertanian dan people-to-people contact. Terkait hal tersebut, Dubes Mansyur Pangeran menyampaikan rencana kunjungan delegasi bisnis Indonesia ke Conakry, Guinea, dalam waktu dekat. Dubes RI meminta agar Presiden dapat mendukung kunjungan tersebut dan mengharapkan Kementerian dan instansi terkait dapat memfasilitasi pertemuan antara delegasi bisnis Indonesia dengan dengan counterpart-nya di Guinea. Terkait dengan usulan bebas visa, Dubes RI menyampaikan bahwa KBRI akan mengupayakan agar Guinea mendapatkan kemudahan dalam pengurusan visa seperti halnya negara-negara lainnya di kawasan Afrika Barat yaitu Senegal, Gambia, Cabo Verde dan Pantai Gading mendapatkan bebas visa masuk ke Indonesia.    


Sehari sebelumnya, tanggal 28 September 2016, Duta Besar RI menyerahkan copy Surat Kepercayaan kepada Amb. Mohamed Hady Barry, Sekjen Kemlu Guinea mewakili Menlu yang didampingi Amb. Ahmed Tidiane Sakho, Chief of Cabinet Guinea beserta jajarannya.


Amb. Mohammed Hady Barry menyampaikan bahwa Indonesia merupakan Negara besar dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Sesama Negara dengan mayoritas penduduk muslim, Sekjen mengharapkan bantuan dan kerjasama Indonesia di berbagai bidang dan tingkatan, baik pemerintah maupun swasta. Guinea juga akan terus mendukung dan bekerjasama dengan Indonesia di berbagai level intenasional dalam kerangka PBB dan organisasi internasional lainnya. 


Amb. Barry juga menyampaikan dukungannya terhadap misi Dubes RI, khususnya terkait dengan peningkatan kerjasama ekonomi kedua Negara dan rencana kunjungan delegasi bisnis Indonesia ke Guinea. Juga disampaikan mengenai potensi kekayaan alam Guinea dan budayanya yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan investasi dan kerjasama ekonomi lainnya. 


Secara khusus, sebagai tindak lanjut dari MoU Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral, Amb. Barry menyampaikan keinginannya pada level pimpinan Kemlu Guinea mengharapkan kerjasama dengan Indonesia dan ingin belajar dari Indonesia mengenai best practices Diplomasi Ekonomi serta berkunjung ke Indonesia. Dikatakannya, Guinea saat ini tengah memulai untuk focus terhadap diplomasi ekonomi danpeningkatan sumber daya manusia dalam rangka memerangi kemiskinan dan meningkatkan pembangunan negaranya. Selanjutnya, Amb. Barry mengharapkan kiranya Kemlu RI berkenan memberikan kesempatan bagi para diplomat Guinea untuk belajar di Sekolah Berjenjang Dinas LuarNegeri Kemlu RI (Sesdilu/Sesparlu).


Menanggapi hal tersebut, Dubes Mansyur Pangeran menyampaikan mengenai profil Indonesia secara umum, antara lain berbagai potensi ekonomi dan mempromosikan kegiatan TEI 2016, dukungan terhadap perdamaian dunia dan sebagai Negara perekat benua Asia dan Afrika dengan penyelenggaraan KTT Asia-Afika tahun 1955. Selain itu, Dubes RI juga menyampaikan tindak lanjut kunjungan Presiden Alpha Conde ke Indonesia pada awal Agustus 2016 dalam rangka kunjungan kerja dan menghadiri World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12, antara lain rencana kunjungan delegasi bisnis Indonesia ke Guinea.



Dubes RI meminta dukungan penuh Kemlu Guinea dalam rangka mensukseskan misinya terutama di bidang ekonomi, politik, budaya, dan hubungan baik people-to-people contact kedua negara, dimana telah adanya perkawinan antara kedua warga negara, baik di Guinea maupun di Indonesia. Selain itu, Dubes RI juga akan berupaya untuk meningkatkan nilai perdagangan kedua negara yang dipandang masih rendah namun mempunyai potensi untuk dikembangkan. Hal ini mengingat telah terdapatnya produk-produk Indonesia di Guinea, antara lain furniture, produk rumah tangga, makanan/minuman, rotan dan sebagainya. Di bidang pendidikan, Dubes RI menyampaikan mengenai program beasiswaKemitraan Negara Berkembang (KNB) danDarmasiswa yang belum dimanfaatkan oleh warga Negara Guinea dan mengharapkan agar Kemlu Guinea dapat berperanaktif dalam mensosialisasikan dan koordinasikan program tersebut dengan instansi terkait.