Laman

  • Home

Jumat, 30 September 2016

Apa yang Kami Inginkan Adalah Mereka Kreatif dan Spesialis.

Image result for Batik for Chef
Batik for Kitchen & Resto

Pada kesempatan ini saya benar-benar ini mengeluarkan uneg-uneg saya pada perkembangan industri batik di Jawa Tengah, ketika dari beberapa tahun yang lalu sampai dengan ketika gelaran pameran produk UMKM unggulan saya belum menemukan suatu konsep batik yang unik.

Selama ini teman-teman UMKM terkungkung dengan paradigma bahwa batik sendiri sudah unik, termasuk didalamnya motif-motif dari daerah yang mereka banggakan. Bagi saya, motif hanyalah sebuah kekayaan "warna" belum merupakan suatu konsep yang unik. Bahkan media batik pun yang sudah merambah kayu dan keramik bagi saya pun belum merupakan sebuah konsep yang unik, melainkan baru merupakan eksplorasi kreativitas pada media batik. 

Motif batik dari setiap daerah tentunya merupakan daya tarik sendiri, tetapi ketika semua sudah dinamis dan sulit membedakannya, motif-motif baru ini jika tidak teredukasi dengan baik kepada konsumen pun bukan merupakan magnet yang kuat untuk menarik konsumen. 

Terkait masalah ini, pada saat pameran produk unggulan klaster dan UMKM se Jawa Tengah lalu, ketika saya mewakili Kadin Jateng dalam memberikan konsultasi pemasaran di Klinik Bisnis, saya mencoba membuka wawasan dan bedah konsep beberapa produsen batik yang menjadi peserta pameran atau yang sekedar mengunjungi pameran untuk mulai mencermati konsep bisnis.

Bahwa Batik Bukan Karya Statis, Melainkan Karya Dinamis

Para pengrajin batik masih terkungkung paradigma batik yang konvensional, mereka terkungkung oleh konsep batik yang statis tanpa melihat trend apa yang terjadi saat ini. Ketika saya tanyakan kepada mereka, apakah membuat desain batik untuk anak-anak dengan konsep superhero yang sedang menjadi trend saat ini adalah tabu ? 

Mereka mereka selalu membidik pasar semua segmen ? Mengapa mereka tidak memilih segmen yang lebih sempit agar mereka bisa menghindari persaingan yang semakin ketat ?

Misalnya mereka fokus pada target pasar anak-anak, dengan konsep yang dinamis dengan mengadopsi trend yang terjadi saat ini. Bukankah seniman batik harus selalu mampu mencermati kebutuhan pasar dan mampu secara terus menerus meng-update ketrampilan dan kreativitasnya ? 

Ide ini saya lontarkan kepada beberapa peserta pameran (produsen batik) agar mereka tergugah dengan konsep-konsep yang baru. Agar mereka tidak selalu merasa bahwa persaingan di bisnis batik semakin sulit, semua tergantung dari konsep yang mereka yakini bisa menembus pasar dan sesuai dengan update pasar saat ini.

Konsep Unik dan Spesialis

Apakah batik harus selalu untuk pakaian ? Mengapa harus selalu berpikir ke arah sana ? Mengapa tidak mencoba hal lain ?

Kepada salah satu pengrajin batik yang masih tergolong pemula, pada saat klinik bisnis tersebut saya mencoba membuka wawasan batik untuk hal lain. Saya bawa wawasan pengrajin batik tersebut untuk melihat berbagai konsep produk sesuai pembagian ruang dalam rumah, misalnya batik untuk ruang tamu, batik untuk ruang tidur, batik untuk ruang tengah, batik untuk ruang makan dan dapur.

Saya misalkan dia membuat konsep batik untuk dapur atau Kitchen Batik, bagaimana dia nanti membuat sebuah sebuah outlet batik dengan dekorasi dapur dan menyediakan "hanya" barang-barang untuk dapur dengan nuansa batik. Mulai dari celemek (appron), kaos tangan masak, napkin, gordin, serbet dan lain-lain. Belum lagi nanti juga mengembangkan kitchenware dari bahan keramik dan kayu dengan nuansa batik untuk dapur.

Bukankah saat ini banyak ibu rumah tangga yang ingin narsis di dapur ? Bagaimana jika mereka narsis batik di dapur ? Pengembangan outlet inipun bisa dibuat kreatif dengan sistem waralaba, sehingga bisnis batik ini bisa berkembang pesat.

Konsep unik, beda dan spesialis sangat dibutuhkan dalam bisnis batik untuk membangun brand usaha yang kuat. Hal ini yang selalu saya tekankan kepada teman-teman UMKM agar mereka tidak selalu terkendala dalam pemasaran.