Laman

  • Home

Minggu, 07 Agustus 2016

Peluang Ekspor Produk UMKM

Ekspor Produk UMKM
Berita dari DetikFinance.Com

Jakarta -Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia harus cermat melihat peluang ekspor produknya ke luar negeri. Kementerian Perdagangan (Kemendag) merilis ada beberapa produk UKM Indonesia yang masih dicari dengan jumlah permintaan cukup banyak.

"Sebetulnya kalau kita lihat dari beberapa permintaan dari hubungan dagang. Jadi memang banyak arahnya misalnya untuk produk kerajinan tangan masih cukup bagus terutama ke Amerika dan Eropa, permintaan yang cukup tinggi. Selain itu, masih terbuka produk UKM kita lainnya," ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak kepada detikFinance saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais Jakarta, Kamis (20/03/2014).

Sementara itu dari informasi yang dihimpun Kemendag dari perwakilan perdagangan di luar negeri, ada beberapa produk UKM yang memiliki potensi cukup bagus untuk dipasarkan di Eropa dan Amerika.

Kemendag saat ini mempunyai kantor perwakilan perdagangan di luar negeri seperti 19 ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), 23 Atase Perdagangan (Atdag), 1 Konsul Dagang di Hong Kong dan 1 lainnya di Taipei.

"Ada beberapa informasi seperti perhiasan dan aksesoris, obat-obatan herbal, minyak esensial/minyak aromaterapi, teh, gift product (kado), produk kulit, bir, sayuran, produk halal, madu, produk perikanan, payung, pakaian dalam dan sumplit," tuturnya.

Sementara, Kemendag dalam waktu dekat akan mengeluarkan cara baru mendapatkan pembeli dari luar negeri. Program ini diberi nama buyer mission yang artinya mengundang calon pembeli asing ke Indonesia dengan biaya dan akomadasi yang dibiayai oleh Kemendag.

"Kita punya program buyer mission. Itu nanti akan membawa calon pembeli ke sini. Ini adalah ide baru dan tahun pertama dan pertama kali. Kita mulai bulan Mei. Kita berikan fasilitas buyer US$ 3.000/buyer tetapi harus ada transaksi dan harus ada bukti transaksi. Kita berani memberikan transportasi tetapi akhirnya harus mendapatkan kontrak," jelasnya.


Produk-Produk UMKM Yang Memiliki Potensi Ekspor
 
Mengacu pada berita di atas, beberapa produk yang diminta kepada kami untuk kebutuhan ekspor adalah fisheries products (produk-produk perikanan), minuman herbal, obat herbal, handicraft dari kayu seperti wooden toys dan wooden kitchen ware, tepung pisang, tepung kelapa, produk sayuran organik, VCO dan sebagainya.

Permintaan ini sering kami informasikan kepada produsen langsung tetapi seringkali pula, produsen (skala UMKM) tidak segera melakukan follow up permintaan ini tanpa alasan yang jelas sehingga peluang ini sering berlalu begitu saja. Pengusaha UMKM yang sering bisa menangkap peluang adalah produsen mebel dan handicraft yang memang telah siap dan terbiasa melakukan ekspor.

Melihat kelemahan komunikasi dan follow up dari para pelaku UMKM ini, kami perlu sekali mencari upaya agar peluang ini segera tertangkap menjadi transaksi. Kami butuh lokomotif yang mampu menjadi wadah pengelolaan peluang ekspor ini, dan lokomotif ini adalah perusahaan dengan skala lebih besar (menengah besar) agar peluang yang ada bisa tertangkap oleh mereka dan mampu didistribusikan pesanannya kepada pelaku UMKM yang akan menjadi suppliernya.

Upaya lain pun kami lakukan dengan memberikan fasilitas eCommerce yang belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Belum banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan GetAsean.Com untuk menangkap peluang ekspor dan promosi produknya untuk ekspor dengan eCommerce ini meskipun fasilitas ini sementara ini kami berikan secara cuma-cuma.

Kami berharap para pelaku UMKM yang merasa kurang dalam jaringan dan akses pasar mau sedikit bersusah payah dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan. Karena sebenarnya tanggung jawab pemasaran produk adalah di pundak mereka, asosiasi dan pemerintah hanya memberikan fasilitas saja.