Laman

  • Home

Selasa, 09 Agustus 2016

5 Langkah Dasar Menaikkan Omzet Penjualan

Sales Up !
Sebaik-baiknya praktek adalah praktek yang memiliki landasan theory yang kuat. Sama halnya dengan praktek penjualan untuk usaha kecil, bagaimanapun juga harus tetap memperhatikan theory penjualan yang telah ada karena theory tersebut dibangun berdasarkan riset dari berbagai kejadian dari perusahaan-perusahaan obyek yang selanjutnya diformulasikan menjadi theory yang ada saat ini.

Memang benar, praktek lebih penting tetapi theory membuat praktek tersebut menjadi penting. 

Demikian apa yang coba kami pahamkan kepada beberapa pelaku usaha UMKM yang berkonsultasi kepada kami, agar tetap juga secara bertahap memahami theory penjualan dan pemasaran untuk bisa mencapai hasil yang lebih baik.

Bagaimana cara meningkatkan omset sekaligus keuntungan bisnis tersebut

Berikut ini adalah caranya yang lebih dikenal dengan istilah Five Business Chasis itu:

  1. Perbanyak Prospek (Leads). Caranya dengan iklan, buka cabang, sebar brosur, ikut pameran dll. Misalnya, anda buka toko di mal. Rata-rata yang masuk ke toko anda secara tidak sengaja adalah 1000 orang, maka prospek/leads anda adalah 1000. Kemudian anda sebarkan brosur di pintu gerbang mal yang mengundang orang supaya datang ke toko anda. Katakanlah prospek yang yang masuk ke toko dari brosur tersebut adalah 100 orang, jadi prospek anda menjadi 1100. Semakin banyak yang masuk ke toko anda berarti semakin banyak prospek anda. 
  2. Perbanyak Jumlah Konversi (Conversion). Konversi adalah jumlah prospek yang akhirnya membeli produk anda. Misalnya dari 1000 prospek yang masuk ke toko anda ada 250 orang yang membeli. Artinya konversi anda adalah 25%. Bagaimana cara menaikkan konversi? Contohnya: berikan garansi, berikan jaminan purna jual, delivery gratis, dll. 
  3. Naikkan Jumlah Transaksi. Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi yang terjadi di toko anda per hari, per minggu atau per bulan. Bagaimana cara menaikkan jumlah transaksi? Lakukan berbagai cara agar pelanggan anda lebih sering belanja, misalnya dengan memberikan hadiah, bonus, point, voucher dll. 
  4. Naikkan Jumlah Rata-rata Pembelian. Dari jumlah transaksi tersebut berapa rata-rata transaksinya? Misalnya toko anda memperoleh omset Rp. 1.000.000 per hari dengan jumlah transaksi 50, maka rata-rata transaksi anda adalah Rp. 20.000. Caranya? Anda pernah makan di McDonalds? Setiap kita akan membayar, pelayannya selalu tanya: “Mau tambah french fries pak?” Kalau kita jawab iya, dia akan tanya: “Yang large atau medium?” Kalau kita jawab tidak ingin french fries, dia akan tanya lagi: “Es krimnya mau pak?” atau “Mau coba wafflenya pak?” Begitu seterusnya. 
  5. Naikkan Margin Keuntungan. Misalnya harga pokok produk anda adalah Rp.750. Anda jual Rp.1000, maka keuntungan anda adalah Rp. 250 atau 25% (Rp. 250 : Rp. 1000). Kemudian anda naikkan harganya Rp. 100 menjadi Rp. 1.100, maka margin keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.

Mari kita lihat angka-angkanya:

Sebelum:

Prospek
1000 x Konversi 25% = 250 Orang Konsumen x 2 Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp. 20.000 = Total Omset Rp. 10.000.000 x 25% Margin Keuntungan = Laba Rp. 2.500.000.

Dengan teknik-teknik di atas, kemudian kita berhasil menaikkan 10% saja untuk setiap point Business Chasis di atas. Mari kita lihat angka sesudahnya.

Sesudah:

Prospek
1100 x Konversi 27,5% = 302 Orang Konsumen x 2,2 Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp. 22.000 = Total Omset Rp. 14.616.800 x 27,5% Margin Keuntungan = Laba Rp. 4.019.620.

Jadi, dengan kenaikan 10% saja dari setiap point Business Chasis di atas berhasil menambah laba sebesar Rp. 1.519.620 atau 61%!

Upaya di atas adalah dari sisi penjualan, sementara itu dari sisi produk juga harus disesuaikan dengan strategi penjualan di atas dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Memperjelas differensiasi produk kita dengan pesaing dengan menciptakan unique selling point yang akan membantu team  penjualan kita melakukan penetrasi dan ekspansi pasar.
  2. Tidak selamanya mudah untuk meningkatkan margin laba dengan cara menaikkan harga jual, yang juga harus dilakukan adalah bagaimana kita bisa melakukan langkah-langkah effisiensi produksi mulai dari perolehan bahan baku, efisiensi proses produksi dan peningkatan produktivitas SDM.
  3. Kualitas adalah harga baku yang menjadi jaminan pembelian dari konsumen.
  4. Layanan dan kemudahan pembelian atas produk yang dihasilkan, baik melalui pasar offline maupun pasar online.
  5. Menciptakan paket-paket produk yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat itu.
  6. Memperkuat brand produk.
Sebenarnya tugas penjualan tidak 100% menjadi beban team penjualan, melainkan ada porsi juga dari pihak R&D dan produksi dalam menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan pasar.

Oleh sebab itu integritas atas fungsi merupakan kunci sukses dalam mendukung rencana dan sistem penjualan yang sukses. Selamat mencoba !