Laman

  • Home

Selasa, 23 Agustus 2016

5 Hal Yang Harus Dipenuhi Dalam Desain Kemasan

Desain Kemasan Yang Sukses
Desainer kemasan sering beranggapan salah bahwa pembeli akan membuat keputusan yang rasional, padahal sebaliknya, sebagian besar adalah murni naluriah dan reaktif. Studi pengamatan menunjukkan bahwa konsumen membaca rata-rata hanya tujuh kata dari seluruh perjalanan belanjanya, membeli secara naluriah didasari oleh warna, bentuk dan adaptasi dengan lokasi. Penjualan terbaik sukses dengan menarik perhatian otak kanan (seni), yang memutuskan sebelum otak kiri (logika) bekerja.

Reaksi naluriah dapat dirancang dengan penerapan pemicu biomotive. Biomotive adalah isyarat sensorik yang mempengaruhi alam bawah sadar kita, untuk menghasilkan emosi dan tindakan sebelum bagian sadar otak kita merespon. Ada banyak pemicu, dan telah diidentifikasi 16 kombinasi tombol yang saling berhubungan. Memahami isyarat primal dapat membantu "merk" terhubung secara emosional dengan konsumen, untuk membangun aset, mempertahankannya dan menjual lebih banyak produk.

Untuk menjadi sukses, setiap merk harus memiliki jalur yang khas dan dapat mengekspresikan alasan ini dengan jelas dan unik untuk menjadi. kemasan yang efektif, yang membuatnya mudah untuk dipahami secara sekilas mengenai "siapa saya", "saya ini apa", dan "mengapa saya relevan dengan kehidupan anda". Tentu, produk harus memenuhi janjinya untuk memastikan pembelian ulang.

1. Beda, dari semua pesaingnya.


Desain kemasan anda harus benar-benar berbeda dengan pesaing dalam satu kategori produk. Selain beda, desain anda harus lebih "baik" dari pesaing baik dalam komposisi warna, grafis dan ukurannya. Desain kemasan yang baik akan terlihat "beda" dan mencolok manakala terdisplay di rak supermarket (mini market) dan akan "berteriak" lebih keras daripada pesaing-pesaing yang ada disebelahnya.

Desain ini juga harus mempertimbangkan kecenderungan orientasi pandang pembelanja ketika berjalan menyusur lorong rak di supermarket atau mini market. Seorang desainer kemasan juga harus mempelajari bagaimana produk untuk kategori tertentu itu akan didisplay di rak supermarket, apakah biasanya akan didisplay di bagian atas rak, di tengah atau di bagian bawah. Semua harus dipertimbangkan dengan cara seksama.

2. Jadilah Simple.  

Desain yang sederhana lebih efektif. Kesibukan dalam berbagai aspek kehidupan baik di ruang kerja, di jalanan maupun di pasar membuat pembelanja menjadi jenuh dengan visual yang "ramai". Mereka membutuhkan "ketenangan", oleh sebab itu desain kemasan yang "tenang", "teduh/sejuk" dan sederhana membuatnya menjadi sesuatu yang secara emosional dicari oleh pembelanja.

3. Lulus uji selama lima tahun.  

Jika anda bisa mengantarkan merk anda sampai usia lima tahun, dan produk anda benar-benar mudah ditemukan di pasar, maka kemasan anda akan menciptakan koneksi ikonik. Konsumen akan datang kembali minggu demi minggu untuk mencarinya. 

Untuk mengujinya, setelah lima tahun anda bisa menambahkan tanda merk khusus seperti "5 Tahun" pada produk-produk paket khusus. Dengan cara ini kita bisa memantau "ikatan emosional" pelanggan kita terhadap paket khusus tersebut.

Membangun ikatan emosional merk dengan pelanggan memang membutuhkan waktu, karena ikatan emosional ini adalah asset yang sangat berharga bagi produk anda.

4. Pemicu keterlibatan emosional.  

Konsumen bertindak ketika sebuah merk membuat mereka merasakan sesuatu. Ketika seseorang melihat anda, anda dipaksa untuk menampakkan daya tarik anda. Hal ini adalah naluri kelangsungan hidup anda di tempat kerja. Untuk alasan ini, tidak ada hal yang lebih kuat dalam kemasan selain dari kontak mata.  

Ibarat ketika anda berada di sebuah lorong, melihat berapa orang yang tidak melakukan kontak mata dengan anda, maka anda akan berlalu tanpa ada alasan untuk membalas kontak mata dari orang-orang tersebut.

5. Buat asset ikonik. 

Kemasan terbaik menciptakan serangkaian ekuitas visual, semacam tool kit yang dapat ditransfer ke setiap bentuk komunikasi konsumen. Coke adalah penguasa dalam hal ini. Merk memiliki sebuah array dari aset tersebut - mulai dari yang gelisah merah, gelombang kontur dinamis, bentuk botol ikonik dan tipografi logo - yang semuanya dapat digunakan untuk membantu memperkuat pengalaman merk. 

Logo Coca Cola jika diperhatikan, banyak yang menganggapnya sebuah tanda tangan, adalah sebuah alur emosional yang bersambung dengan titik fokus mata pada huruf "C", "a" dan "C" yang berada di tengah logo. Ikon ini akan begitu mudah diingat oleh konsumen dengan permainan logo yang sangat "emosional" tersebut.

Pada saat beberapa perusahaan sibuk melakukan komunikasi merk kepada pelanggannya, desain kemasan secara aktif juga ikut andil besar dalam mengkomunikasikan merk kepada para calon pembeli. Bisa dikatakan bahwa kemasan yang baik adalah kemasan yang bisa menjadi "public relation" dan sekaligus "sales" untuk produk yang dikemasnya.