Laman

  • Home

Jumat, 24 Juni 2016

Rembang, Seharusnya Tidak Hanya Sirup Buah Kawis

Bicara produk UMKM Rembang, selalu kami mendapatkan informasi bahwa yang menjadi unggulan di Rembang adalah sirup buah kawis. Apakah tidak ada yang lain ? Mengingat di Rembang kaya akan potensi lautnya.

Mengapa produk lain dari hasil olahan laut "nyaris tak terdengar" sama sekali ? 

Mendapatkan kesempatan mengunjungi Kabupaten Rembang, pertanyaan di atas akan kami ajukan kepada teman-teman di Disperindagkop setempat. Dalam kesempatan ini kami ditemui oleh Pak Isnan dan Pak Arifin, yang selanjutnya mendampingi kami berkunjung ke beberapa pelaku UMKM di Rembang.


Pusat Konsultasi Bisnis UMKM Kabupaten Rembang

Kantor Disperindagkop Kabupaten Rembang

Kantor Disperindagkop Kabupaten Rembang
Dari diskusi dengan teman-teman di Disperindagkop kami menyirap informasi bahwa motivasi para pelaku UMKM di Kabupaten Rembang memang masih perlu dibenahi. Masih banyak PR yang harus dikerjakan untuk selalu memotivasi sikap mental mereka selaku wira usaha serta harus banyak memberikan referensi kualitas produk dan kemasan yang baik itu seperti apa.

Sebenarnya potensi olahan hasil laut di Kabupaten Rembang memang cukup melimpah, misalnya olahan ikan asin, petis oven dan krupuk ikan. Hanya saja masih perlu ditingkatkan kualitas produknya terutama menjauhkan para pelaku UMKM dari penggunaan BTP yang berbahaya.

Masih banyak yang bisa digali di Rembang, meningat potensi SDM dan bahan baku yang masih murah serta mulai bertumbuhnya ekonomi karena pengembangan poros hubung Rembang - Cepu yang menjadi jalan nasional.

Pengembangan teknologi pangan dan kemasan di Kabupaten Rembang memang perlu menjadi konsentrasi dari dinas terkait dalam menggarap potensi sumber daya alam di Rembang. Bahkan kami sempat usulkan juga untuk membuka Gallery Referensi Kemasan di Disperindagkop Rembang, yang memajang berbagai jenis dan desain kemasan dari dalam dan luar negeri yang bisa menjadi refensi bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan kualitas desain kemasannya.

Perlu waktu pasti, tapi sudah sangat urgent untuk segera direalisasikan dalam menggenjot potensi produk UMKM di Kabupaten Rembang.

Perburuan Produk Unggulan UKM Pangan Award 2016

Perburuan produk UMKM yang akan kami ajukan pada ajang UKM Pangan Award 2016 di Kabupaten Rembang memang akan menjadi tantangan bagi bagi. Karena unggulan produk di Kabupaten Rembang adalah Sirup Buah Kawis, sementara produk ini tahun kemarin sudah pernah menjadi juara di UKM Pangan Award sehingga tidak bisa dimajukan lagi. Sirup kawis tahun lalu yang menang adalah sirup kawis Bapak Imam Tohari, yang sudah sering mendapatkan kesempatan mewakili Kabupaten Rembang dalam pameran-pameran produk UMKM baik dalam dan luar negeri.

Harus ada produk unggulan yang lain. Kami harus segera menemukan produk lain atau setidaknya produsen olahan buah kawis yang lain, jika memang belum ada unggulan lain dari Kabupaten Rembang. Dan improvisasi kami jatuh kepada produsen kecap khas Rembang, yaitu Kecap Cap Buah Siwalan yang diproduksi ole Bapak Sofyan. 

Produk kecap ini bisa diunggulkan sebagai produk khas daerah Rembang, tentunya dengan konsistensi terhadap kualitas dan pengembangan pada kemasan. Harapan kami kecap ini bisa menjadi seperti Kecap Genting yang jadi andalan Juwana dan Kecap Lele yang menjadi andalan Pati. Mereka pun menyadari bahwa mereka pun harus belajar dari kedua kecpa dari daerah sebelahnya tersebut, dan terus berinovasi.

Kendala kelangkaan bahan baku gula juga mereka hadapi saat ini, tetapi kami telah menyarankan sebuah solusi untuk pemakaian gula cair GULANAS yang memang telah kami desain untuk memenuhi kebutuhan produsen kecap. 

Sementara ini pemasaran Kecap Buah Siwalan masih terbatas di Kabupaten Rembang, karena kapasitas produksi yang masih terbatas. Pengembangan kemasan yang kami sarankan adalah kemasan botol kecil dan standing pouch untuk bisa memasok pasar modern.

Melihat dari dekat fasilitas produk Kecap Buah Siwalan.

Mesin Packaging Kecap Buah Siwalan.

Wawancara dengan pelaku UMKM produsen kecap di Rembang.

Presentasi produk oleh pelaku UMKM kepada team UKM Pangan Award Jateng.
Produksi kecap Cap Buah Siwalan
Kemasan plastik untuk pasar domestik
 
Besar harapan kami, Kecap Cap Buah Siwalan ini bisa mengembangkan kedua kemasan tersebut untuk bisa kami ajukan sebagai peserta UKM Pangang Award 2016 mewakili Kabupaten Rembang. Perlu upaya dan perjuangan untuk bisa naik kelas, dan hal itu harus disadari oleh semua pelaku UMKM.

Perburuan kami selanjutnya adalah Sirup Kawista Dua Burung, yang akan kami coba lihat dari dekat produksi dan produknya. Lokasinya cukup gampang dijangkau dibandingkan dengan lokasi produksi kecap yang masih di pedesaan, lokasi Sirup Kawista Dua Burung masih terletak di tengah kota Rembang.

Tidak banyak yang ingin kami lihat dari produk ini, karena sudah banyak diangkat pemerintah sebagai unggulan. Kami hanya ingin melihat kemasan produk dan variasi produknya, yaitu Limun Kawista. Dua produk inilah yang akan kami ajukan, sementara juga kami melihat ada produk petis udang oven dari produsen ini. Kami pun tertarik untuk mengajukannya juga.

Siurp Kawista

Sirup dan Limun Kawista
Justru dari Kawista Dua Burung ini kami melihat ada produk krupuk tengiri merek Lumba-Lumba yang akhirnya kami buru keberadaannya. Ternyata jarak dari Kawista Dua Burung dan Krupuk Tengiri Lumba-Lumba tidak lebih dari 1 Km sehingga kami bisa menjangkaunya dalam perburuan hari ini.

Lokasi usaha Krupuk Tengiri Lumba-Lumba
Wawancara dengan pemilik usaha Krupuk Tengiri Lumba-Lumba
Krupuk tengiri ini telah dikemas dalam kemasan kertas yang cukup menarik dan masih bisa kami bantu pengembangannya, sehingga layak untuk kami masukan dalam seleksi ini. 

Demikian hasil perburuan kami hari ini di Kabupaten Rembang, semoga upaya kami menjangkau produk-produk UMKM di daerah-daerah bisa membuahkan hasil yang baik. Disamping itu, dari kegiatan ini Rumah UMKM akan bisa melihat protret UMKM dan produknya dari dekat di daerah-daerah sehingga kami memiliki informasi dan fakta di lapangan yang cukup akurat untuk penentuan strategi pembinaan UMKM di masa mendatang.