Laman

  • Home

Kamis, 23 Juni 2016

9 Trik Cegah Pembeli Gagal Bayar di Toko Online Anda

9 Trik Cegah Pembeli Gagal Bayar di Toko Online Anda



Saya mengerti bagaimana susahnya mencari pembeli serius untuk toko online Anda.  Serius di sini maksudnya adalah yang sudah sampai halaman check out, tinggal isi alamat dan pilih metode pembayaran.  Pada tahap ini, visitor bisa dikatakan ‘serius’ tertarik produk Anda, dan itu.. berniat membeli. 

Nah lucunya, pada tahap ini justru akhirnya malah banyak yang tidak jadi bayar. Alias tutup window karena lupa password. Malas daftar.  Malas login. Malas isi form yang panjangnya minta ampun. Tidak ada opsi pembayaran yang paling disukai orang Indonesia, yakni cash keras, alias cash on delivery. Atau gara-gara ada tukang bakso lewat depan rumah.  Iya, tukang bakso lewat.  Bisa saja loh ini terjadi karena tidak dipungkiri banyak gangguan-gangguan menggoda mengusik calon pembeli ketika berada di halaman shopping cart Anda. Dan mereka terusik karena lebih baik tergoda daripada harus mengisi form toko online Anda yang super panjang. Ahay! 

Sebenarnya dari alasan-alasan yang saya sebutkan diatas, sudah jelas trik-triknya agar tidak terjadi pembeli gagal bayar atau istilah kerennya abandoned cart. Tapi yuk mari, saya jelaskan satu per satu agar artikel ini kelihatan serius. HeHe

1.  Berusaha simpel memang sulit, tapi kalau mau jualan ya memang harus simpel, tidak ada jalan lain. 

Sengaja simpel ini saya kasih dinomor satu karena sampai sekarang masih banyak toko online dan marketplace yang maksa ingin tahu benar semua detil biodata calon pembelinya. Alih-alih ingin tahu, malah jadi tidak tahu sama sekali, karena si calon jadinya gak jadi beli, atau gagal bayar. Buat Anda yang tidak tahu bagaimana menyediakan checkout mudah, yuk mari coba-coba belanja ke kiblat sukses toko online dunia, amazon.com .  Disitu Anda akan merasakan,  cukup ada 3 kali tahap. Iya, 3 kali dan gak ribet.  Ini penting banget untuk menjaga persentase gagal bayar tetap minimalis.


 

2.  Registrasi ribet, bye! 

Begitu kira-kira teriakan para calon pembeli yang mengalami proses checkout Anda yang banyak banget isian form-nya. Dan setelah mereka teriak langsung capcus close the window. Kenyataan sangat pahit ini jika tidak mau terjadi di toko online Anda, ya mulai sekarang harus bebenah di cara Anda mempermudah customer pertama Anda.  Caranya, lupakan registrasi. Tidak perlu banget-banget sebenarnya, asal Anda sudah dapat email si customer yang pasti beli produk Anda.  Ingat, sukses membuat orang membeli pertama kali di toko online Anda jauh lebih penting daripada registrasi ribet yang ingin Anda pertahankan, yang ujung-ujungnya banyak menciptakan kegagalan. Toh kalau sudah dibeli produknya, lewat data email customer, bisa selanjutnya Anda manage agar mereka akhirnya mau mendaftar. Bisa lewat auto respond email, sms, atau telepon. Di dunia digital, semua bisa diatur. :)

3.  Perbanyak opsi pembayaran. 

Untuk poin ketiga ini statusnya adalah Palugada. Apa yang lu mau gua ada. Ahay! Iya, adalah maha penting melengkapi metode pembayaran Anda selengkap-lengkapnya,  termasuk cash on delivery.  Ingat, COD itu masih opsi pembayaran favorit-nya orang Indonesia. Mau jualan di Indonesia kan? Ya COD nya nyalain.  Untuk fitur COD ini, bisa Anda dapatkan dari para e-commerce enabler, contohnya 8commerce.  Selain COD, pastikan opsi pembayaran Anda komplit, aman, nyaman dan mudah terkonfirmasi. Ini penting agar customer mau beli di toko online Anda. 




4.  Fitur menyimpan daftar belanjaan terakhir dinyalakan. 

Banyak nih customer sudah pilih produk ini dan itu, tapi setelah sampai di shopping cart atau sebelum ke shopping cart, tidak melakukan action apa-apa. Si customer belum memutuskan beli atau tidak jadi beli, tapi hanya belum ada waktu untuk melakukan pembayaran.  Nah beberapa jam sampai 1 hari kemudian, bisa jadi customer balik lagi ke website, kali ini dengan serius ingin membeli.  Jika saat mereka kembali, daftar belanjaan mereka yang lalu hilang, itu berarti mereka akan mengeluarkan effort extra memilih lagi produk apa yang dulu mereka pilih.  Jika ini terjadi, maka sales conversion akan berkurang.  Alangkah baiknya jika di toko online Anda di sediakan fitur menyimpan daftar belanjaan terakhir. Dan fitur ini tetap ada walaupun customer belum melakukan login.  Jika saat ini toko online Anda belum ada fitur ini, baiknya segera melakukan enhancement yang dilakukan oleh tim teknologi e-commerce Anda atau outsourcing e-commerce enabler yang Anda tunjuk.

5.  Kirim email otomisasi khusus pembeli gagal bayar. 

Jika customer tidak kembali ke website anda dalam beberapa jam untuk menyelesaikan pembayaran (misal, 24 jam), secara otomatis akan ada email pengingat yang dikirimkan ke email customer.  Coba buat bahasa menarik di email tersebut dan tetap terkesan personalize, sehingga mereka mau kembali lagi ke shopping cart.  Jika perlu, ada diskon tambahan atau promosi lain yang khusus untuk para pembeli yang gagal bayar ini.

6.  Tempatkan logo atau icon untuk meningkatkan sisi ‘trust’ pembeli

Kelihatan sepele tapi penting, agar pembeli makin yakin jika membayar produk di toko online Anda aman. Cara penempatannya harus menurut user interface design yang sesuai.

7.  Tunjukan biaya kirim seawal mungkin. 

Transparan dan tanpa hidden price sangat disukai customer.  Tunjukan biaya kirim di awal ketika customer tertarik adalah langkah bijaksana sehingga meningkatkan kenyamanan customer mengikuti proses pembelian dari awal hingga akhir.

8.  Tawarkan biaya kirim gratis. 

Walau mungkin biayanya tidak seberapa, menawarkan biaya ongkir gratis bisa jadi magnet customer untuk melakukan pembelian.  Bisa ditawarkan berlaku untuk setiap pembelian atau bisa gratis ongkir jika biaya total belanja sudah melewati angka sekian.




9.  Rajin melakukan test berkala di website Anda. 

Selalu melakukan secara berkala user experience website Anda bukan langkah yang sia-sia. Hal ini penting agar Anda mengetahui poin-poin yang berpotensi menggagalkan orang belanja di toko online Anda. Hal-hal yang simpel, seperti cek online chat services Anda, cek hotline Anda, cek fitur pembayaran Anda, dan sebagainya.

Kira-kira baru itu saja yang saya bahas hal-hal yang bisa menggagalkan customer membeli produk Anda. Ada lagi tambahan? Yuk, monggo ditambahkan di comment di bawah.