Laman

  • Home

Jumat, 06 Mei 2016

Seputar Membangun Personal Brand

Cara-Meningkatkan-Personal-Branding
Personal Brand ? Bagaimana Membangunnya ?

Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak sekali permintaan dari para pengusaha lokal di Jawa Tengah untuk membangunkan personal brand mereka, ada juga para politikus dan pejabat pemerintah. Mungkin mereka melihat bahwa beberapa tahun terakhir saya mampu membangun beberapa brand UMKM yang sekarang cukup membantu penjualan mereka.
Sebenarnya saya ini jauh dari predikat "ahli", hanya kebetulan saja saya memiliki jaringan komunikasi yang luas dan selalu aktif menjaganya. Ibaratnya, memiliki media ibarat selangkah memiliki pasar.

RumahUMKM.Net yang kami bangun ternyata cukup efektif dalam membangun brand produk UMKM, dan dari pengalaman ini kami pun telah mencoba mengangkat beberapa profile pelaku UMKM untuk kami publikasikan agar mendapat "kepercayaan" dari para audience kami. Tentunya memang mereka sudah "terpercaya", dan kami hanya membantu mengkomunikasikan saja.

Masih dengan metode yang sama, membangun personal brand juga kami lakukan dengan membangunnya melalui media, event (aktivitas) dan komunitas. Hampir sama persis, hanya kontennya saja yang berbeda karena kita mau mengangkat sisi "personal" dari pemilik brand.

2 wacana berikut saya harapkan bisa membantu pemahaman mengenai membangun personal brand, wacana yang pertama dari Arry Rahmawan akan bercerita mengenai membangun "konten" sementara wacana berikutnya dari Kabar24.Com akan bercerita mengenai membangun "komunikasi"-nya. Semoga wacana-wacana ini bisa menjadi pembekalan awal sebelum kami melayani konsultasi membangun personal brand.



Sumber: Arry Rahmawan

Dalam era digital seperti saat ini, informasi sungguh melimpah ruah dan menyebabkan orang yang tadinya sulit mencari informasi sekarang menjadi ‘kebanjiran’ informasi. Maka salah satu tantangan hidup paling besar dalam era ini adalah bagaimana menemukan informasi yang terpat, setelah kita tahu bagaimana mencari informasi.

Hal ini juga berlaku untuk setiap individu, saya dan juga Anda. Saya yakin Anda pasti setuju bahwa kita (saya dan Anda), pasti berbeda, bukan? Pernahkah Anda tahu di mana letak perbedaan saya dengan Anda? Bisakah orang lain dengan sekali klik, langsung dapat membedakan saya dengan Anda. Saat mereka sedang ingin mencari sosok orang yang tepat, adakah diri kita di pikiran mereka? Inilah bagaimana cara kita untuk membedakan diri kita sendiri dengan orang lain yang juga disebut sebagai personal branding.

Sudahkah Anda sebagai individu memiliki personal branding yang bagus? Cara paling mudah mengukurnya adalah dengan bertanya kepada diri sendiri, “Ingin seperti apa diri Anda dikenal”, dan kemudian “Bagaimana orang lain mengenal Anda?” Jika klop, maka personal branding Anda sudah bagus. Contohnya misalkan Yoris Sebastian, orang mengenalnya sebagai sosok creative junkies nomor 1 di Indonesia dan begitulah memang adanya. Yoris berhasil menjadi seorang yang mampu ‘membedakan’ dirinya dari orang lain. Positioning yang bagus, di saat sebenarnya banyak sekali orang yang kreatif di Indonesia. Lantas ke mana orang-orang kreatif lainnya? Sudahkah mereka memiliki personal branding yang kuat sebagai orang kreatif? Berikut tips untuk membangun personal branding Anda.

Sayangnya banyak sekali saya melihat fenomena di Indonesia, masih jarang orang yang bisa memunculkan personal branding nya. Banyak dari mereka yang bekerja bukan pada bidang yang diminati. Banyak dari mereka yang tidak pede bahwa itu adalah brand mereka. Banyak dari mereka yang tidak peduli dengan brand, intinya kerja dan dapat uang. Tidak penting dikenal sebagai apa.
Itu pilihan Anda. Namun jika Anda ingin membangun personal brand, Anda bisa melanjutkan membaca tulisan ini.

Bagaimana kita membangun personal branding pada diri kita? 

Temukan Brand Anda

Sebelum melangkah lebih jauh, temukan terlebih dahulu apa brand yang ingin Anda ciptakan. Creative Mobile Photographer, misalnya? Atau adakah hal-hal lainnya yang membuat Anda ingin dikenal sebagai apa. Jika perlu Anda melakukan kontemplasi dan bertanya kepada diri sendiri. 

Personal Integrity

Setelah Anda menemukan brand Anda, maka selanjutnya adalah menanamkan integritas dan karakter dari brand itu ke dalam diri Anda. Jika perlu, gaya Anda berpakaian, gaya Anda berbicara, berjalan, bacaan Anda, semua menunjukkan kalau memang itulah brand Anda. Maka pastikan brand Anda muncul dari hati yang paling dalam dan tulus. Menjadi seseorang yang memiliki personal branding berarti menjadi diri sendiri. 

Positioning 

Personal branding merupakan intangible asset yang bisa jadi akan menjadi aset Anda paling berharga di masa yang akan datang, terutama dalam karir, bisnis, dan pekerjaan Anda. Seperti yang tadi sudah dibahas di awal, memiliki personal branding yang kuat membuat Anda menjadi remarkable people, seseorang yang luar biasa, memiliki perbedaan, dan ada nilai tambah dibandingkan individu lainnya. Inilah salah satu manfaat besar dalam memiliki personal branding. Maka, pastikan setelah Anda menemukan brand, buat positioning yang kuat dengan mengerucutkan brand Anda. Saya misalkan melakukan branding sebagai praktisi entrepreneurship dalam digital era, di mana salah satunya terdapat topik studentpreneurship, yaitu membangun bisnis sejak masih mahasiswa. Semakin spesifik, ahli, maka akan semakin bagus. 

Portfolio dan Produktivitas

Cara memperkuat personal branding adalah memberikan bukti-bukti portfolio tentang brand yang kita bangun. Saya misalkan ingin melakukan brand diri saya sebagai penulis, maka saya membuktikannya dengan menulis untuk blog, media massa, dan media online lainnya, maka itulah kemudian yang menjadi portfolio yang membangun brand saya. Jika Anda ingin menjadi seorang trainer, maka perbanyaklah portfolio berupa buku, video, audio, atau tulisan-tulisan tentang bidang Anda. Kalau fotografer, maka tampilkanlah foto-foto terbaik yang pernah Anda dapatkan sehingga membantu Anda dalam membangun trust.

Sudahkah Anda memiliki personal brand? Jika belum, sekaranglah saatnya. 

Sumber: Kabar24.Com

Penampilan adalah faktor pertama seseorang menilai orang lain. Baik dalam dunia pekerjaan ataupun kehidupan sosial. Karena itu, banyak orang yang akhirnya menyadari perlunya personal branding dalam dirinya, untuk meningkatkan nilai tambah penampilan dan pandangan orang lain atas dirinya.

Sama halnya dengan branding unrtuk perusahaan, personal branding bertujuan untuk “memasarkan”. Namun, jika branding perusahaan untuk memasarkan profil perusahaan, maka personal branding untuk memasarkan diri sendiri dan kemampuan yang dimiliki untuk profesi dan karir yang saat ini sedang dijalani. Dengan personal branding, perusahaan dan orang lain dapat mengetahui kualitas yang dimiliki oleh seseorang. 

Bagi kepentingan individu sendiri, personal branding dapat menjadi cara memasarkan produk dari hasil usahanya sebagaientrepreneurbaik dalam bentuk barang ataupun jasa. Tidak hanya berupa pemasaran produk, dari personal branding juga orang-orang dapat mengetahui kualitas dari produk usaha yang dihasilkan. Berikut ini adalah tips untuk membangun personal branding:

 1. Brand Discovery. 

Temukan hal-hal apa saja yang anda ingin “jual” kepada masyarakat tentang diri Anda. Representasikan diri anda dalam beberapa kata agar orang lain dapat dengan mudah mengingat Anda. 

2. Buat domain Anda sendiri.

Ini terkhusus bagi anda seorang entrepreneur. Melalui domain yang anda buat sendiri, juallah produk Anda disana dan perkenalkan kepada masyarakat. Anda dapat membuat nama domain berdasarkan nama Anda sendiri atau nama usaha Anda. 

3. Buatlah blog pribadi.  

Melalui blog pribadi, anda dapat menuliskan pemikiran-pemikiran anda secara personal terlebih tentang profesi dan produk usaha anda. Selain itu, masyarakat juga dapat melihat sisi pribadi diri anda yang dapat meningkatkan kualitas diri dan berpengaruh kepada barang atau jasa yang Anda jual. Posting blog secara berkala dan teratur agar orang-orang mengetahui bahwa blog anda aktif. 

4. Akun twitter. 

Gunakanlah sosial media seperti twitter untuk berinteraksi dengan pasar. Bahas beberapa hal tentang produk dan diri anda disana. Anda dapat melihat beberapa contoh akun twitter orang-orang yang sukses. Hargai dan jawab pula setiap mention yang masuk. 

5. Profil dan halaman Facebook. 

Selain twitter, juga manfaatkan facebook.  Buatlah profil anda terlihat profesional. Gunakan pula foto diri Anda yang jelas. Untuk memudahkan pasar menemukan anda atau produk yang anda tawarkan, dapat menggunakan aplikasi page pada facebook. Melalui aplikasi ini anda tidak hanya memasarkan diri dan produksi Anda melalui web dan blog tapi juga menjangkau orang-orang yang menggunakan sosial media facebook.

6. Profil LinkedIn. 

Isilah profil LinkedIn anda secara profesional. Melalui media ini, Anda dapat memasarkan diri Anda secara personal dan terlihat profesional. (marketing).

Demikian tulisan mengenai membangun personal brand kami bagikan kepada para pembaca, semoga bermanfaat dan untuk hal-hal yang lebih detail kami siap memberikan konsultasi bagaimana membangun konten dan bagaimana membangun komunikasinya. Mengapa konsulatasi ini penting ? Adalah karena apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini hanya garis besar dalam membangun personal brand.