Laman

  • Home

Jumat, 29 April 2016

Feasible? Tetapi Belum Bankable ?

Yang ini pun beda lagi ...

Sempat dibuat rancu dan bingung dengan beberapa program kredit dan penjaminan kredit dari PemProv Jawa Tengah karena saya kurang update dari sejak awal, maka pada hari Jumat lalu tanggal 29 April 2016 bertempat di Ruang Meeting Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah kami menyempatkan hadir dalam rapat koordinasi "Gathering Penjaminan Kredit dengan UMKM" yang akan digelar di bulan Mei 2016 ini.

Dalam acara ini hadir beberapa wakil dari Bank Pemerintah, OJK, BPR, Jamkrido, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Biro Perekonomian) dan beberapa asosiasi termasuk Kadin Jateng dan IWAPI serta wakil dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari koodinaasi ini adalah untuk menggelar event gathering (temu bisnis) antara pihak penjaminan (Jamkrido, OJK) dengan pihak Bank BUMN/BUMD dan UMKM.

Lantas, pertanyaanya adalah bagaimana kriteria UMKM yang akan dibantu ? Ketua rapat yang dipimpin oleh Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah) menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk membantu pelaku UMKM yang feaseble tetapi belum bankable dalam pengembangan usahanya.

Acara temu bisnis ini diharapkan mampu terlaksana dengan baik sehingga mampu memberikan solusi bagi UMKM yang mengalami kesulitan Diharapkan dalam temu bisnis ini UKM sudah mempersiapkan profil usaha berserta proposal pencarian dana usaha sebelum tanggal 16 Mei 2016. Dalam kesempatan ini Kadin Jateng juga diharapkan menyumbang 50 daftar UMKM binaan yang membutuhkan penjaminan kredit ini.

Dokumentasi Acara Rapat

Berikut adalah dokumentasi acara rapat yang sempat kami ambil gambarnya dengan kamera yang seadanya, karena kami lupa membawa kamera DSLR.










Database UMKM Selalu Menjadi Kendala


Harus kami akui bahwa data base UMKM di Jawa Tengah sangat dinamis sekali sehingga perlu update yang berkal. Beberapa program seperti IUMK dan Sensus Ekonomi merupakan media yang tepat dalam menggalang data UMKM di Jawa Tengah.

Jika instansi pemerintah pun mengalami kesulitan dalam menggalang informasi data base UMKM di Jawa Tengah, maka kami pun mengalami hal yang sama. Kami mencoba beberapa cara kreatif dalam menggalang informasi lampu, tujuannya adalah untuk mendata UMKM yang sudah menjadi binaan kami atau lainnya.

Cara kreatif kami adalah bekerjasama dengan instransi terkait, yang UKMMnya membutuhkan bantuan promosi dan pemasaran produk yang dihasilkannya. Dengan cara mendaftar mempergunakan company profile dsb, berarti perjalanan panjang yang berakhir di Mas Dikin 

Beberapa perbankan pun berharap banyak mereka mendapatkan daftar UMKM dalam setiap kerjasama mereka dengan asosiasi seperti kami atau dari instansi pemerintah terkait. Secara prinsip, kami siap mendukung dan berharap dapat berkolaborasi dengan perbankan dalam melakukan pendataan UMKM di Jawa Tengah.