Laman

  • Home

Jumat, 13 Mei 2016

Belajar Dari Pejurian Krenova 2016

Penjurian Krenova 2016, Balitbang Propinsi Jawa Tengah
Menjadi Juri Krenova (Kreativitas & Inovasi Masyarakat) adalah pengalaman saya yang pertama, dan kesempatan ini saya manfaatkan untuk belajar menyerap kreativitas dan inovasi dari para peserta (40 peserta) dan sekaligus menyerap pemikiran dan penilaian dari juri yang lainnya. Hanya karena dibantu pengalaman kerja dan latar pendidikan teknis saja, saya bisa mengikuti penjurian selama 1 minggu berturut-turut.

Beberapa penemuan dan penelitian saya pikir sangat prospektif untuk dikembangkan di masa mendatang dan bisa membantu aspek pengembangan produksi, terutama untuk industri skala UMKM. Tetapi banyak juga temuan yang kurang sekali metodologi dan alur proses pengembangannya, bahkan ada dari mereka yang tidak mengetahui bahwa teknologi temuannya itu sudah cukup lama dipakai orang.

Aspek INOVASI memang harus disikapi sebagai sebuah aspek "kebaruan" dalam penemuan teknologi, aspek KREATIVITAS disikapi sebagai aspek "perbedaan" dalam teknologi, dan aspek PROSPEKTIF disikapi sebagai aspek "manfaat dan pengembangannya" di dalam masyarakat.

Kreativitas pangan baik bahan baku, olahan pangan dan teknologi pangan bisa terus dikembangkan dalam masyarakat, inovasi dalam energi juga masih akan terus dikembangkan oleh dunia ini dan kreativitas-kreativitas lain masih bisa terus dikembangkan oleh masyarakat guna berkiprah dalam KRENOVA di tahun yang akan datang.

Hari Jumat ini merupakan penjurian hari terakhir kami atas 40 hasil temuan masyarakat dari berbagai bidang. Ada beberapa catatan bagi kami atas "keberanian" dari para penemu "obat herbal" yang telah berani mengedarkan produknya, meskipun dalam lingkup terbatas, sebelum mereka mendapatkan ijin edar dari BPOM dan instansi terkait lainnya, seperti HALAL dan sebagainya.

Klaim atas manfaat kesehatan ini harus dibuktikan secara ilmiah dan diverifikasi oleh instansi terkait, sebelum layak menyandang predikat sebagai "obat", apakah itu obat kimia maupun herbal. Pemahaman ini harus benar-benar diyakinkan kepada masyarakat umum. Klaim obat herbal pun, harus bisa diyakinkan 100 % herbal dan sehat karena ada peserta yang melakukan klaim permen herbal tetapi menggunakan pemanfaatan gula pasir dengan konsentrasi pekat.

Kami dari team juri melakukan penilaian semaksimal mungkin dari kriteria yang telah ditentukan oleh Balitbang Jawa Tengah, selaku penyelenggara KRENOVA 2016 di Jawa Tengah ini. Semoga apa yang telah kami putuskan bersama merupakan inovasi dan kreativitas yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

Demikian ulasan singkat kami yang bisa kami sampaikan kepada pembaca atas seminggu aktivitas saya sebagai Juri Krenova 2016 di Balitbang Propinsi Jawa Tengah. Terima kasih.