Laman

  • Home

Jumat, 22 April 2016

Obrolan Di AngkringanKoe - UMKM Center Jawa Tengah


Obrolan Investasi di AngkringanKoe - UMKM Center Jawa Tengah
Selepas mitra investor dan UMKM binaan kami, GULANAS, undur diri kami tetap lanjut ngobrol dengan teman-teman tenant di UMKM Center untuk mendengar lebih dekat tentang perkembangan UMKM Center Jawa Tengah saat ini. Kami sangat senang ngobrol sambil ngopi bersama teman-teman, apa lagi nongkrong di AngkringanKoe dan Lumpia King yang ada di sampingnya tidak akan menguras kantong anda.

Bayangkan saja, menjamu tamu dengan es coklat dan kopi beserta lumpia untuk 5 orang tidak melebihi dari Rp 70rb. Cukup murah untuk bisa ngajak ngobrol tamu di sini ! Saya senang karena murah, karena ini memang tempatnya para UMKM mangkal.

Banyak hal saya obrolin dengan teman-teman tenant di sini, mulai dari bagaimana peningkatan usaha mereka dan tentu saja bagaimana menyemarakkan UMKM Center Jawa Tengah. 

Konsultan UMKM Center Harus Berjiwa Entrepreneur

Mengajarkan pola pikir dan sikap mental entrepreneur kepada teman-teman UMKM harus dicontohkan dengan entrepreneurship dari para konsultan pendamping. Teman-teman konsultan harus diberikan kesempatan atau bahkan didorong (dengan bantuan modal awal) untuk menggelar apa yang saat ini disebut "EduPreneur" atau bagaimana mereka didorong untuk berwirausaha dalam penyelenggaraan edukasi UMKM dengan memanfaatkan fasiltas UMKM Center yang ada. 

Penyelenggaraan edukasi ini harus berbasis "profit" meskipun tidak selayaknya seperti badan komersial lain, karena yang dimaksud profit di sini adalah dengan batasan kemampuan para UMKM. Materi yang diberikan haruslah materi praktis misalnya:
  • Pelatihan Membuat Business Plan - Tolok ukurnya, setelah pelatihan para peserta harus sudah memiliki konsep usaha dan bisnis plan yang bagus.
  • Pelatihan Membuat Company Profile yang Menjual - Tolok ukurnya, setelah pelatihan para peserta harus sudah memiliki company profile yang menarik.
  • Product Photography - Tolok ukurnya, selesai pelatihan peserta telah memiliki foto produk yang menarik.
  • Pelatihan Desain Kemasan - Tolok ukurnya, selesai pelatihan peserta telah memiliki desain kemasan produk yang menjual.
  • Dan sebagainya.
Nara sumber harus diberdayakan dari rekan-rekan konsultan yang telah dilatih untuk memberikan materi pelatihan, atau nara sumber dari pihak luar yang bersedia bekerja sama dengan UMKM Center dengan konsep "non komersial".

Pengadaan snack, minuman dan makan (jika ada) haruslah diupayakan dikelola oleh para tenant UMKM Center Jawa Tengah, agar mereka juga mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan di UMKM Center. Tentunya dengan cara kerja yang profesional.

Para pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan fasilitas edukasi ini harus benar-benar menyadari bahwa, pelatihan yang dilakukan bukanlah "hadiah" yang sifatnya gratis melainkan mereka harus ada pengorbanan biaya dalam meningkatkan skill dan asset pengetahuan mereka. Mereka juga harus menyadari bahwa konsultan pendamping UMKM juga memiliki hak untuk tumbuh sebagai entrepreneur di bidangnya.

Dinas terkait juga harus mendukung program ini agar semua aspek yang ada di UMKM Center bisa hidup dan berkembang. Ingat pepatah Jawa :"Golek Banyu Pikulane Warih." atau dalam bahasa Indonesia: "Mencari Air, Pikulannya Air." atau dengan arti bahwa entrepreneurship diajarkan dengan entrepreneurship.

Dalam obrolan tersebut kami sangat senang ketika teman-teman konsultan pendamping juga sangat antusias untuk bisa mengelola EduPreneur di UMKM Center Jawa Tengah, dengan tujuan menyemarakkan UMKM Center Jateng sebagai wadah UMKM Jawa Tengah. Nah, tunggu apalagi ?