Laman

  • Home

Selasa, 19 April 2016

Konsultasi Pemasaran UMKM 19 April 2016



Konsultasi pemasaran produk UMKM hari Selasa 19 April 2016 kami gelar di UMKM Center Jawa Tengah atas permintaan dari UMKM Sayuran Organik dari Salatiga dan UMKM tamu dari Malang. Sengaja konsultasi ini kami gelar di sana karena ingin melihat perkembangan UMKM Center Jawa Tengah yang terkini.

Memang beberapa bulan ini frekwensi kunjungan kami ke UMKM Center sangat jarang, karena kesibukan kami dalam pembinaan UMKM di luar Semarang. Nah, kesempatan ini kami gunakan untuk mengunjungi UMKM Center Jawa Tengah sambil ngobrol dengan para tenant dan konsultan yang ada di sana. Melepas kangen ceritanya ....

Keinginan Ekspor Dari Kelompok Tani Sayuran Organik

Wakil kelompok tani dari Salatiga yang menjadi klien kami saat ini memiliki keinginan untuk ekspor, progress selama ini mereka telah supply pasar modern seperti Carrefour, Superindo dan Hypermart. Sertifikat organik pun mereka telah memilikinya, bahkan level internasional.

Keinginan besar mereka untuk bisa ekspor sendiri bagi saya cukup beralasan, dan saya pun harus menguji kesiapan mereka dan mengingatkan pentingnya konsistensi kualitas, kemampuan produksi (kapasitas) dan kemampuan produksi yang kontinyu. Masalah bagaimana mereka ingin mengetahui bagaimana akses pasar ekspor perlulah mereka melakukan mulai membangun jaringan pasar dan melakukan lebih banyak marketing digital karena informasi internet lebih luas dan lengkap asal kita tahu cara dan kiat-kiatnya.

Jaringan pasar termudah adalah masuk komunitas produsen sayuran organik dan juga mencari informasi eksportir sayuran organik yang ada. Sementara untuk belajar prosedur ekspor mereka bisa belajar dari forwarder yang jauh lebih mudah sharing ilmunya daripada eksportir. Para forwarder di Semarang sangat terbuka untuk mengajarkan prosedur ekspor dan apa saja yang perlu mereka lakukan untuk melakukan ekspor.

Dalam kesempatan ini, kami juga mengingatkan: Apakah mereka tidak ingin punya brand sayuran organik dan memiliki outlet penjualan sendiri dengan sistem waralaba ? Atau mereka hanya ingin ekspor saja ?

Perlu diketahui, kebutuhan sayuran organik di dalam negeri saat ini sudah meningkat tajam, hanya saja konsumen masih kurang teredukasi dan terinformasi bagaimana mereka memperolehnya selain di pasar modern yang sudah ada. Bahkan di pasar modern pun seringkali supply-nya tersendat. Pasar ekspor memang seolah membuat "bangga" para eksportirnya, meskipun mungkin keuntungannya (selain selisih kurs) tidak terlalu jauh berbeda dengan pasar lokal. Daya beli masyarakat kelas menengah ke atas di Indonesia saat ini sudah luar biasa. Hal ini sering kami pantau dalam pasar online, yang mereka sudah mulai mau berbelanja dengan nilai yang tinggi meskipun di toko online.

Hal lain yang perlu mereka asah adalah kemampuan mereka dalam melakukn kemasan produk, terutama kemasan untuk distribusi agar produk lebih lama bertahan dan tidak rusak dalam perjalanan.

Produksi Kitchen Set Kayu Jati

Sambil ngobrol dengan UMKM sayuran organik, tamu dari UMKM Malang Jawa Timur juga kami layani. UMKM ini membutuhkan supply kayu jati atau olahan kayu jati (papan) dari Jawa Tengah. Mengingat bahwa dia harus mampu memiliki harga yang bersaing, saya sarankan bahwa mereka bisa mengoptimalkan supply dari pengrajin kayu jati di Kabupaten Blora. Dengan desain dari mereka, para pengrajin kayu di Blora bisa memberikan penawaran sesuai dengan spesifikasi yang diminta.

Saat ini prouk kirchen set memang sedang menjadi trend, terutama yang dikombinasi dengan logam, batu dan keramik. Produk ini dibutuhkan di pasar lokal dan ekspor, sebagaimana yang kami lihat di Kabupaten Jepara baru-baru ini.

Mengapa kami sarankan ke Kabupaten Blora ? Adalah karena kami ingin mengangkat potensi Blora yang belum tergarap sementara kabupaten lain telah memiliki kemampuan akses pasar yang sudah memadai. Di samping itu, harga dari pengrajin Blora masih cukup longgar untuk diajak "bermaniver" dalam negosiasi dengan buyer.

Saat ini memang kami sedang bantu promosi pemasaran produk-produk dari Rembang, Blora dan Purwodadi karena kami menyadari bahwa mereka perlu dibantu dalam promosi dan akses pasar. Kami senang bahwa beberapa UMM di luar propinsi juga melirik potensi supply bahan setengah jadi dari Jawa Tengah, dan hal ini merupakan peluang pasar bagi para UMKM yang mau realistis membangun pasar dari yang ada dulu, bukan pasar yang sangat ideal sebagaimana impian mereka. Belum saatnya pengrajin di kabupaten ini dipertemukan dengan buyer asing secara langsung.

Demikina apa yang bisa saya share kepada teman-teman UMKM yang lain dari apa yang kami diskusikan dengan UMKM-UMKM yang melakukan konsultasi dengan kami pada hari Selasa lalu.