Laman

  • Home

Selasa, 15 Maret 2016

Menyikapi Kemasan Sebagai Investasi

Packaging is Investment


Permasalahan Kemasan Produk UMKM

Dalam pemasaran produk UMKM, hanya yang paling pokok kita lihat adalah masalah kemasan atau pacakaging. Sungguh, masih terlihat bagaimana kita ketinggalan dengan negara-negara tetangga dalam hal desain kemasan. Bahkan propinsi sebelah (Jatim) sudah sedemikian pesatnya menggenjot kualitas dan desain kemasan UMKM-nya agar tembus pasar ekspor.

Hal yang paling sederhana adalah ketika produk UMKM dipajang di rak supermarket, apakah mereka sudah cukup pantas ada di sana ? Seharusnya kemasan produk UMKM dengan industri tidak perlu berselisih banyak dalam penampilan, apalagi hal ini menyangkut desain kreatif kemasan. Produk UMKM pun sekarang sudah banyak yang setara dengan produk industri, meskipun diproduksi dengan biaya yang lebih rendah.

Biaya Produksi Kemasan Menjadi Kendala

Perbaikan (kurasi) desain dan kualitas kemasan memang akan selalu terkait dengan beban biaya produksi kemasan di sisi produsen (UMKM). Tetapi jika memang ini merupakan keharusan agar produk tersebut lebih baik penjualannya, maka UMKM harus menaruh "mimpi"-nya dalam bidikan program kerja.

Bahwa UMKM harus memiliki mimpi untuk memiliki desain kemasan yang setara dengan perusahaan besar (industri) dan bagaimana mencapainya merupakan suatu program kerja yang harus dilaksanakan secara bertahap.

Jika biaya kemasan dibebankan sebagai biaya produksi maka memang akan berpengaruh signifikan terharap harga jual produk. Oleh sebab itu dibutuhkan rencana yang matang agar biaya kemasan ini menjadi biaya investasi dalam kurun 1 tahunan atau lebih. Ketika kemasan sudah diposisikan sebagai investasi maka pekerjaan desain dan produksi kemasan tidak bisa dianggap main-main, dibutuhkan orang-orang yang ahli atau berpengalaman di bidangnya, baik di internal perusahaan maupun menggunakan jasa pihak ketiga.

Dengan menyikapi kemasan sebagai investasi maka kuantitas produksi kemasan semakin besar sehingga biayanya bisa ditekan agar tidak membebani harga jual produk. Dalam beberapa kasus di perusahaan kemasan yang besar, mereka mampu bernegosiasi dengan perbankan untuk membiayai beban investasi kemasan dari perusahaan klien. Saat ini perbankan sudah mulai melirik peluang kemasan sebagai kredit investasi yang akan menguntungkan semua pihak.

Melihat bagaimana kemasan merupakan media branding yang paling efektif, maka sudah sewajarnya jika UMKM mempertimbangkan kemasan ini sebagai program investasi jangka menengah - panjang.