Laman

  • Home

Senin, 28 Maret 2016

Mengapa Menanyakan Peluang Usaha, Bukan Menanyakan Potensi dan Kemampuan yang Dimiliki Terlebih Dahulu ?

Memulai Usaha
Dalam konsultasi bisnis UMKM yang kami gelar setiap Selasa dan Rabu, pertanyaan yang paling sering diluncurkan oleh beberapa teman yang "belum" memiliki usaha adalah apakah peluang usaha yang paling ramai saat ini. Lantas, ketika kami balik bertanya:"Semisal saya memberitahu Anda, apakah Anda akan membuka usaha yang sama ?"

Di atas adalah sebuah kecenderungan dari teman-teman yang akan memulai bisnis, mereka tidak punya ide bisnis sendiri melainkan ingin meniru ide orang lain. Dan selanjutnya ketika bisnis dijalankan dan banyak pesaing, harusnya hal tersebut sangat wajar adanya karena memang dia meniru orang lain, tetapi kenyataannya mereka kebingungan sendiri.

Kami selalu sarangkan untuk menbangun ide yang original dan memiliki differensiasi yang tinggi dari ide-ide orang lain, dengan demikian setidaknya bisnis yang akan kita jalankan tidak akan terlalu banyak pesaing. Syukur jika produk atau usaha kita unik karena potensi grografis yang kita jadikan strength point dalam membangun bisnis kita. Atau dengan kata lain sumber daya alam yang kita jadikan bahan baku hanya ada di daerah kita, apalagi ditambah skill produksi yang menjadi andalan kita.


Sebaiknya Bisnis Dimulai Dari Mengenali Potensi Diri dan Lingkungan Kita

Sebelum memilih jenis usaha, alangkah lebih baik jika kita mengenali potensi diri kita sendiri. Apa yang minati/senangi ? Ketrampilan apa yang kita punya terhadap apa yang kita minati ? Asset-asset apa yang kita miliki untuk mendukung usaha tersebut ?

Asset-asset ini tidak harus berupa dana dan properti, melainkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan yang telah kita investasikan kepada diri kita selama sekolah dan bekerja. 

Setelah kita pahami benar potensi yang ada dalam diri kita, barulah kita mulai melihat potensi lingkungan yang ada di luar kita yang sesuai dengan minat kita. Apakah sumber daya alam yang ada di sekitar kita mendukung ? Atau apakah kita harus mendatangkannya dari luar daerah ? Semua harus dipertimbangkan dengan masak-masak.

Setelah kita mulai mengenal potensi diri dan lingkungan maka langkah selanjutnya adalah mulai menangkap peluang pasar yang ada, dan disesuaikan dengan kamampuan dan asset-asset yang telah kita miliki.

Membuat Konsep Bisnis, Bisnis Model dan Bisnis Plan

Mengapa konsep bisnis, bisnis model dan bisnis plan sangat perlu ? Sebenarnya tujuan dibuatnya bisnis plan adalah membuat rute dan map terhadap apa-apa yang akan kita kerjakan sesuai dengan tujuan bisnis yang akan kita capai. Rencana bisnis ini ditulis agar mudah dipahami oleh kita sendiri maupun oleh calon mitra yang ingin bekerjasama dengan kita.

Bisnis plan ini adalah acuan kita dalam melangkah menjalankan bisnis kita, dan setiap kesalahan yang mungkin terjadi akan menjadi lebih mudah untuk dilacak dan diperbaiki jika bisnis plannya detail dan jelas. 

Dengan adanya bisnis plan juga akan memudahkan konsultan yang mendampingi menjadi lebih mudah dalam mengetahui visi dan misi perusahaan yang akan dibangun, atau dengan kata lain konsultan mengetahui arah yang mau dituju oleh pelaku usaha.

Dalam konsultasi bisnis UMKM kami, kami selalu mencoba membedah dan mereview bisnis plan dari pelaku UMKM sebelum kami mencoba memberikan solusi atas permasalahn yang mereka hadapi. Dengan adanya konsep bisnis dan bisnis plan yang detail dan jelas, setidaknya awalan profesionalisme sudah mulai dibangun oleh UMKM.

Bukankah bisnis plan ini pun diperlukan oleh perbankan ketika kita mengajukan kredit ? Bukankah investor pun juga membutuhkannya ? Lantas mengapa kita tidak mempersiapkannya sejak awal ?