Laman

  • Home

Kamis, 31 Maret 2016

Apa Saja Yang Bisa Anda Jadikan Asset Saat Bertemu Investor ?



Sementara pelaku UMKM masih menganggap bahwa asset usaha adalah asset fiik seperti: properti, kendaraan dan modal usaha. Mereka tidak menyadari bahwa asset-asset non fisik (intangible asset) juga sangat penting perannya dalam membangun nilai invesasi, bahkan beberapa perusahaan besar posisi intangible assetnya sudah jauh melebihi dari asset fisiknya, bahkan bisa sampai 5-10 kali lipat.

Tulisan saya ini adalah untuk memberikan pemahaman mendasar kepada pelaku-pelaku UMKM untuk sejak awal meyiapkan asset-asset non fisik ini secara rapi dan benar agar ketika ada investor berminat investasi pada usahanya, nilai non fisik bisa diperhitungkan dengan benar.

Berikut adalah asset-asset non fisik yang perlu dicermati oleh pelaku UMKM yang selama ini mengabaikan nilai asset ini:

Ide Bisnis


Ide bisnis adalah "sesuatu" pemicu dalam memulai usaha. Tapi jika hanya sekedar ide, belumlah hal ini bisa dikatakan sebagai asset (intangible) melainkan sudah berbentuk business plan yang detail dan rinci mengenai bisnis yang dilakukan atau akan dilakukan.

Research & Development

Kadang teman-teman tidak menyadari suatu rangkaian proses yang telah dilakukan dalam menghasilkan produk atau produk baru, sebenarnya proses trial & error ini adalah proses yang dalam bahasa kerennya adalah Research & Development sederhana. Proses ini adalah proses yang sarat biaya dan usaha, sehingga pantas untuk disebut sebagai asset usaha. Alangkah lebih baik jika teman-teman UMKM mencatat setiap biaya dan waktu dalam melakukan upaya mendapatkan produk baru tersebut.

Investor adah pihak yang berorientasi pada hasil dan tidak mau tahu dengan proses atas penciptaan produk baru tersebut. 

Pembiayaan dan waktu research & development ini harus tercatat dan terhitung dengan rinci dalam sebuah laporan (R&D report) yang di dalamnya ada perhitungan keuangannya. Waktu dan usaha anda harus termasuk di dalamnya. Selain itu, jika belum ada produk massal maka produk prototype merupakan asset dari R&D ini.

Sistem Manajemen, SOP & Applikasi Sistem Manajemen

Bahkan sebuah perusahaan besar pun, membutuhkan investasi biaya yang besar dalam membangun sebuah sistem manajemen. mulai dari sistem manajemen SDM, sistem manajemen keuangan, sistem manajemen produksi, sistem manajemen pemasaran dan sebagainya. Sistem applikasi komputer yang mendukungnya pun bukanlah investasi yang murah. Dalam sistem manajemen yang baik pasitlah ada SOP (Standard Operating Procedure) yang baku sebagai wujud keseriusan perusahaan dalam menjaga mutu proses dan mutu output usaha.

Jika usaha anda telah memiliki sistem manajemen, SOP dan applikasi sistem manajemen yang baik, maka bisa dikatakan bahwa usaha anda memiliki nilai lebih dari usaha serupa yang tanpa sistem. Dan sistem ini adalah intangible asset yang sangat berharga dari perusahaan tersebut. Oleh sebab itu perlu kiranya sebuah usaha yang berjalan membangun sebuah sistem manajemen yang baku dan baik, karena bisa jadi nilai asset fisik dari perusahaan tersebut kalah besar dari asset intagible ini.

Brand (Merek)

Brand atau merek adalah asset yang sangat berharga bagi produk dan perusahaan. Upaya untuk membangun brand ini sarat dengan biaya dan usaha. Sebenarnya dalam brand ini seharusnya di dalamnya sudah terkandung nilai dari sistem manajemen, tetapi ada juga sebuah produk yang terbangun brand-nya tanpa melihat sistem manjemen perusahaannya. Brand ini adalah "intangible asset" dari sebuah produk.

Brand produk yang kuat bisa memberikan nilai lebih dalam investasi yang anda tawarkan kepada investor.

Sertifikasi Produk, Hak Paten & Legalitas Lainnya.

Sertifikasi produk, hak paten dan legalitas lainnya merupakan paket yang menyertai sebuah produk yang menjadikan penguatan kepemilikan produk tersebut oleh sebuah perusahaan. Upaya peroleh sertifikasi, legalitas produk dan hak paten merupakan upaya komersial yang perlu mendapatkan porsi dalam penghitungan investasi, terutama hak paten.

Dengan memahami beberapa non fisik ini, yang mungkin masih ada yang lainnya yang bisa ditambahkan, semoga pelaku UMKM mulai sejak dini telah mempersiapkan business plan, merencanakan brand dan melengkapi sertikasi dan legalitas produk agar nilai dari usahanya meningkat di mata investor.