Laman

  • Home

Jumat, 19 Februari 2016

UMKM : Investasi Fundamental dan Berkelanjutan

Investasi Usaha
Tulisan dari rekan FEB UGM ini meskipun telah dirilis tahun lalu, tetapi kami pikir masih sangat relevan dengan kondisi sekarang dan bisa dijadikan sebagai wacana belajar sambil minum kopi oleh teman-teman UMKM di Jawa Tengah. Tulisan ini melengkapi dan menambah wawasan dari tulisan kami sebelumnya, silahkan dibaca:

Investasi Fundamental dan Berkelanjutan

Hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia pernah mendengar kemajuan pesat dari bisnis dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor bisnis yang memiki banyak fase perkembangan ini menjadi salah satu penopang kemajuan perekonomian di republik ini. Dalam kurun waktu tertentu, berbagai macam perusahaan yang tergolong dalam bagian UMKM dapat menyelesaikan permasalahan pengangguran dengan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Kemampuan yang dimiliki sektor usaha ini membuat Pemerintah dan stakeholders semakin tertarik untuk ikut berperan dalam transformasi bisnis yang terjadi. Pengusaha-pengusaha pun dapat melakukan penyesuaian dengan cepat ketika terjadi perubahan dari sistem yang konvensional ke sistem yang lebih sederhana dan efektif. Begitu banyaknya perubahan yang terjadi pada UMKM bukan berarti dalam operasinya tidak memiliki masalah serta risiko. Berbagai pihak seringkali menilai bahwa kemajuan ekonomi yang disebabkan oleh UMKM dinilai dari pertumbuhan usaha secara kuantitas. Keadaan sesungguhnya menunjukkan bahwa kualitas adalah hulu dari semua permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Bayangkan saja ketika jutaan pekerja dan pengusaha di sektor ini kehilangan pekerjaan karena faktor-faktor tertentu, kemajuan dan percepatan ekonomi akan beranomali dari keadaan yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pembuatan keputusan salah satunya adalah kepekaan terhadap teknologi dan sistem informasi yang dimiliki perusahaan.

Dalam perkembangannya, teknologi memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan sebuah organisasi. Teknologi berpengaruh terhadap usaha melalui proses produksi, pengambilan keputusan, hingga pada akhirnya penyesuaian terhadap sistem yang lebih baik. Perusahaan besar memerlukan proses adaptasi terhadap perubahan yang terjadi ketika menerapkan teknologi dan sistem informasi terbaru. Perusahaan tersebut tentu melihat semua lini pekerjaan sempurna diatas perencanaan dengan teknologi yang melebihi usaha lainnya. Komponen dan struktur utama perusahaan seperti akuntansi, operasional, dan pemasaran sangat terbantu ketika teknologi dapat membuat keadaan menjadi lebih efektif dan efisien. UMKM pada dasarnya memiliki potensi yang lebih tinggi untuk menyesuaikan perkembangan reformasi yang terjadi dalam keberlangsungan usahanya. Selain struktur usaha yang belum kompleks, UMKM memiliki kesempatan dan peluang untuk mengenalkan berbagai proses dasar yang nantinya memberi nilai penting ketika usaha semakin berkembang. Usaha kecil dan menengah yang secara bertahap memasuki tahap perkembangan dan kemajuan akan lebih memperhatikan bagaimana teknologi dapat terlibat dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan usaha dari satu fase ke fase lainnya menciptakan proses pembuatan keputusan yang semakin kompleks. Keputusan untuk menyesuaikan strategi perusahaan hingga mengevaluasi tercapainya visi dan misi dalam jangka panjang harus dibuat berdasarkan berbagai indikator penilaian. Keputusan untuk menggunakan teknologi dan sistem informasi sebagai komponen pendukung juga merupakan pertimbangan awal usaha kecil dan menengah. Pertimbangan yang banyak dilakukan tentunya melihat semua kebutuhan dari perusahaan dalam strategi meningkatkan profitabilitas yang sejalan dengan pengurangan biaya. Kondisi yang mendukung konsep return on investment ini dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, sehingga hal yang menjadi perhatian utama adalah proses. Peningkatan proses berhubungan dengan banyak aktivitas seperti perbaikan kualitas produksi, hubungan baik dengan pelanggan, hingga pemberdayaan karyawan. Aktivitas inilah yang nantinya akan didukung penuh oleh kehadiran teknologi dan sistem informasi. UMKM sebagai usaha yang ingin bertransformasi dari start-up business menjadi perusahaan dengan pertumbuhan yang cepat sebaiknya tidak menggunakan teknologi sebagai percobaan semata. Teknologi dan sistem yang terintegrasi adalah aset yang sustainable dan membutuhkan perawatan dan perhatian khusus.

Keberhasilan suatu usaha merupakan keadaan ketika peningkatan kualitas proses bertemu dengan peluang untuk berkembang. Populasi penduduk di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan adalah sebuah peluang yang harus dimanfaatkan oleh pengusaha UMKM. Salah satu contoh bagaimana kepadatan populasi berhasil dioptimalkan menjadi peluang adalah kontribusi media sosial dan internet. Peran media sosial saat ini menjadi sentral jika melihat kecenderungan sebagian besar masyarakat Indonesia yang ingin terhubung satu sama lain melalui media dan jaringan internet. Kondisi ini sudah banyak diterapkan oleh bisnis-bisnis yang telah tumbuh besar baik di dalam negeri maupun bisnis yang telah mendunia. Namun, keadaan ini tidak selalu berlaku bagi UMKM yang langsung mengambil inisiatif untuk melakukan hal yang sama dengan ekspetasi jangka pendek. Pengembangan usaha melalui media sosial membutuhkan waktu yang panjang dan pengusaha perlu membuat perencanaan di dalamnya. Hal yang perlu dikembangkan terlebih dahulu oleh pengusaha kecil dan menengah adalah bagaimana teknologi dapat terintegrasi menjadi sistem yang memiliki manajemen database yang baik dan akses informasi yang cukup. Ketika sistem ini berhasil dibangun, fondasi dasar perusahaan secara tidak langsung akan terbentuk dengan segala kenyamanan bagi pemilik dalam mengatur dan mengendalikan berbagai proses.

Komponen proses yang terdapat di perusahaan memang tidak sedikit. Sistem yang bekerja dengan baik disebabkan oleh integrasi yang dibentuk oleh serangkaian proses dalam perusahaan. UMKM adalah usaha dimana sistem dasar harus dibentuk sekuat dan setahan mungkin dalam menghadapi keadaan yang berpotensi merugikan perusahaan. Teknologi berbasis internet adalah salah satu cara untuk memperbaiki proses yang tidak efisien dan efektif. Kegiatan pemasaran adalah salah satu segmen yang memerlukan peran teknologi untuk menemukan segmen lainnya yaitu pelanggan. Setelah menemukan beberapa target pelanggan, UMKM dapat menerapkan konsep customer relationship dengan menciptakan sistem pendataan yang menghubungkan pelanggan dan produk yang diinginkan. Hubungan seperti ini sering diabaikan oleh kebanyakan perusahaan maupun UMKM, sehingga sektor usaha tersebut tidak mampu berkembang ketika tidak ada feedback yang diberikan oleh seluruh stakeholders. Nilai tambah yang diharapkan pengusaha merupakan sesuatu yang tersembunyi dan hanya dapat ditemukan ketika menjalin hubungan yang baik dengan seluruh pihak yang berkepentingan. Bahkan nantinya klien baik itu konsumen maupun pemasok dapat membantu perusahaan untuk mencapai level yang paling sulit dalam mengembangkan usaha yaitu efektivitas dan efisiensi.

Sistem menawarkan solusi bagi penggunanya dalam mengembangkan organisasi termasuk bisnis dalam skala kecil dan menengah. Namun tidak semua sistem memiliki perangkat yang sesuai dengan kebutuhan individu maupun perusahaan. Menyederhanakan fungsi administratif sehingga dapat fokus pada visi dan objective perusahaan adalah peran utama sebuah sistem yang terpadu. Berintegrasi satu sama lain sehingga proses-proses inti perusahaan seperti akuntansi dan pengelolaan sumber daya manusia adalah penjabaran dari kegunaan utama sistem informasi dan teknologi. Pengusaha UMKM perlu menyadari bahwa hal yang perlu ditingkatkan bukanlah keuntungan, namun nilai sebuah perusahaan. Nilai perusahaan tidak dapat diperoleh dalam satu sampai dua minggu, namun berusaha konsisten hingga mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Ketika kebanyakan businessmen berpikir untuk mengejar target jangka pendek, pengusaha cerdas akan berpikir fundamental dengan perspektif investasi dan sustainability business.

Penulis: Putu Yunartha Pradnyana Putra – Akuntansi FEB UGM 2015