Laman

  • Home

Minggu, 14 Februari 2016

Satu Modal Yang Sering Terlupa : Doa & Restu Orang Tua Untuk Usaha Kita.

Ada Modal Yang Terlupa, Yaitu: Doa & Restu Orang Tua



Tahukah anda betapa orang tua kita saat itu "memperdagangkan" kesehatan mereka untuk mendapatkan "apa" yang kita sebut "sukses" kita hari ini ?

Bahkan orang yang paling sukses pun di dunia ini justru semakin ingin membahagiakan orang tua mereka karena mereka paham sebenarnya modal doa & restu orang tua merekalah yang menghantarkan kesuksesan mereka. Mereka yang sukses pun menyadari bahwa doa dari orang-orang yang telah diberikan manfaat oleh usaha mereka jugalah yang menjaga usia sukses mereka lebih lama. 

Usaha Itu Spiritual & Mental, Bukan Hanya Sekedar Teknis.

Jika usaha itu teknis, tentulah kesuksesan usaha itu bisa diformulasikan dengan mudah. Tetapi ternyata pengetahuan dan pendidikan yang ada belumlah cukup untuk menghantarkan kita untuk sukses dalam usaha. Banyak theory manajemen dan ekonomi yang terkini pun diterapkan dalam usaha masih belum membawa banyak perubahan dalam usaha.

Ya, semua karena memang usaha itu spiritual  & mental, bukan hanya sekedar teknis. Teknis hanya membantu kita manata jalan menuju kesuksesan, tetapi semangat dan mental merupakan modal dan bekal yang harus kita bawa agar perjalanan ini sukses.

Kami sering diingatkan oleh para tokoh religi bahwa usaha haruslah diniati sebagai ibadah, baik ibadah kita kepada keluarga, ibadah kita kepada orang tua maupun ibadah kita kepada sesama. Dengan cara ini maka tujuan kita sudah kita tata untuk selalu memberikan manfaat kepada keluarga, orang tua dan sesama. Jika kita berbicara masalah teknis, pasti tujuan dari usaha adalah profit (uang) dan ilmu yang dipakai adalah ilmu ekonomi.

Tetapi konsep teknis dan theoritis itu justru sering patah oleh bukti bahwa ada orang yang dari latar belakang pendidikan rendah tetapi mampu juga mencapai kesuksesan yang luar biasa. Dan ternyata jumlahnya tidak sedikit.

Beberapa dari mereka yang sukses kami coba amati, ternyata mereka memiliki beberapa kesamaan antara lain:
  1. Mereka sangat dekat dengan orang tuanya, mereka berbakti kepada mereka.
  2. Mereka mendermakan sebagian hartanya untuk sedekah dan zakat.
  3. Mereka peduli dengan lingkungannya.
  4. Semakin lama mereka semakin dekat dengan agama dan keyakinannya.
Selain karena mereka mandiri, kreatif, berdaya saing, inovatif dan selalu ingin belajar, maka ke-4 hal di atas itulah yang kami soroti. Ternyata ada kesamaan, dan ternyata ada keteraturan. Semakin teratur, maka akan ada sistem yang terjadi, semakin lama sistem digunakan maka akan muncul kebiasaan yang baik dan jika kebiasaan ini berlangsung dari tahun ke tahun maka akan lahir budaya yang baik.
 
Inilah yang kami pelajari dari beberapa contoh yang kami temui di lapangan, yang semakin menyakinkan kami bahwa kesuksesan usaha itu hanya bisa dicapai dengan menguasai hal teknis saja melainkan juga harus menguasai mental dan spiritualnya.
 
Doa & Restu Orang Tua Atas Usaha Kita Adalah Modal Yang Luar Biasa.

Pelajaran ini benar-benar kami peroleh dari beberapa pengusaha besar yang pernah kami temui, pelajaran penting tentang arti doa dan restu orang tua atas usaha kita. Bahkan mungkin sebagian dari kita melupakan arti pentingnya doa & restu orang tua karena merasa kita lebih mampu dan lebih berpendidikan daripada mereka.

Doa & restu orang tua menyumbangkan kenyamanan dan ketenangan dalam memulai usaha dan dalam menjalankan usaha. Dengan kenyamanan dan ketenangan itu kita bisa lebih fokus dalam bekerja. Sampai ada pepatah yang mengatakan: "Jika jalan (jalur) benar, maka perjalanan lancar". Nah, mungkin pepatah itu cocok untuk menggambarkan masalah ini.

Usaha ibarat sebuah perjalanan, jika niatnya sudah dilandasi ibadah dan modal restu dari orang tua, keluarga dan lingkungan sudah di tangan maka bisa diibaratkan jalurnya sudah benar. Jikalau dalam perjalanan masih ada sandungan dan rintangan maka pengetahuan teknislah yang akan membantu kita dalam memecahkan permasalahan. Jalur silaturahmi juga akan selalu memberikan panduan kepada kita ketika kita butuh bertanya dan tersesat karena, silaturahmi bisa menjadi rambu-rambu kita dalam perjalanan.

Demikian adalah upaya kami untuk selalu mengingatkan kepada teman-teman UMKM untuk selalu berusaha dan selalu ingat akan arti pentingnya orang tua, keluarga, sesama (silaturahmi), lingkungan, sedekah dan zakat agar usaha mereka selalu berkah dan selalu pada jalur yang benar.