Laman

  • Home

Selasa, 02 Agustus 2016

Tata Konsep Bisnisnya Dan Bangun Strategi Pemasarannya Terlebih Dahulu Sebelum Kita Membangun Brand.

Membangun Konsep Bisnis
Pada akhirnya kekhawatiran kami terbukti juga pada saat sesi konsultasi UMKM pada hari Jumat 15 Januari 2016 ini dengan 6 pelaku UMKM selaku klien kami  Kekhawatiran kami adalah sebagaimana apa yang kami tulis sebelumnya, yaitu UMKM dibina untuk menjadi SUPERMAN dan SERBA BISA. Semua materi pembinaan diberikan kepada pelaku UMKM tanpa melihat latar belakang audience apakah mereka UMKM produsen atau pemasar, dan semua materi diberikan tanpa melihat sejauh mana materi sebelumnya mampu dicerna oleh pelaku UMKM sebagaimana mestinya.

Ibarat kita memberikan persenjataan yang berlebihan kepada UMKM dalam menghadapi persaingan global seperti MEA sementara kita tidak mengajarkan bagaimana menggunakan masing-masing senjata dengan baik dan benar, itulah yang terjadi sekarang ini. Bukan berarti salah ketika ada pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan sebesar-besarnya pelatihan atau seminar yang ada saat ini untuk belajar, tetapi pembelajaran yang efektif adalah ketika kita mampu membuat praktek nyata dari apa yang telah kita pelajari sebelumnya, bukan menumpuk theory tanpa ada aplikasi nyatanya. Banyaknya theory dari berbagai nara sumber yang berbeda latar belakang bisa berarti referensi atau wacana yang bagus untuk pelaku UMKM, tetapi bagi UMKM yang masih "haus" untuk menumpuk ilmu theory bisa jadi malah akan membuatnya gagal fokus pada apa yang harus dilakukannya saat ini.

Adalah peluang bagus bagi seorang start up untuk mendapatkan ilmu brand dan branding, tetapi menjadi tidak bagus ketika belum apa-apa sudah bicara mengenai branding sementara konsep bisnisnya sendiri belum tertata dengan baik.

Menyikapi hasil konsultasi kami Jumat ini, perlu sekiranya kami memberikan gambaran sederhana kami tentang menata sebuah konsep bisnis yang sederhana dan membangun outline strategi pemasarannya sebagai berikut:

Membangun Sebuah Impian Sebagai Visi

Mengapa sebuah ? Karena bisnis harus fokus. Dan impian seperti apa yang harus kita bangun ? Impian yang harus kita bangun adalah impian yang terukur dan bisa kita capai dalam kurun waktu tertentu.

Seringkali teman-teman pelaku UMKM bahkan belum tahu bayangan seperti apa bisnisnya di masa mendatang, karena mereka datang dengan coba-coba dan trial & error. Memang semuanya pasti trial and error, tapi dengan bekal konsep dan perencanaan yang baik kita dipaksa mempelajari bisnis kita secara detail dan mengenali bisnis kita dengan baik.

Impian adalah visi kita untuk kurun waktu tertentu. Visi ini adalah tujuan kita menjalankan bisnis ini agar tidak keluar dari jalur yang kita pilih.

Mengenali Kondisi & Potensi Kita Sendiri

Adalah penting mengetahui kondisi dan potensi kita saat ini seperti: bekal pengetahuan dan pengalaman kita atas bisnis tersebut, akses bahan baku atau akses supply, akses pasar, akses SDM, akses modal dan asset-asset apa yang telah kita miliki untuk menjalankan bisnis tersebut. Asset kreativitas dan inovasi juga merupakan modal yang penting dalam persaingan bisnis saat ini.

Apakah kita mampu membuat daftar dan check list-nya ? 

Mengenali Lingkungan Bisnis Kita

Seorang entrepreneur dituntut untuk memiliki kemampuan analisa bisnis yang baik. Mereka harus mampu melakukan analisa bisnis dalam lingkungan (bisnis) yang dipilihnya. Kemampuannya untuk menangkap poin-poin penting yang bisa mempengaruhi bisnisnya merupakan informasi yang akan diolahnya untuk menganalisa lingkungan bisnisnya.

Informasi mengenai akses bahan baku, teknologi produksi, desain produk, efisiensi manajemen, SDM, akses pasar, akses modal, mitra dan persaingan bisnis merupakan poin-poin mendasar untuk melakukan analisa bisnisnya. Semakin banyak dan detail informasi yang didapatkan akan semakin tajam analisa bisnisnya.

Mengenali Permasalahan Yang Dihadapi

Dengan 3 poin di atas, kita sudah memiliki modal untuk merumuskan masalah yang sebenarnya kita hadapi dalam membangun bisnis kita. Bukankah masalah adalah kesenjangan antara tujuan dan kondisi saat ini ? Oleh sebab itu kesenjangan-kesenjangan yang ada dari visi (tujuan0 dan kondisi kita saat ini dan kondisi lingkungan usaha adalah permasalahan yang harus kita cari solusinya.r

Pasti akan ada banyak masalah yang muncul dari kesenjangan-kesenjangan yang ada, kemampuan kita mengetahui bisnis yang lebih baik membuat kita mampu membuat prioritas dan urutan masalah yang haus dipecahkan terlebih dahulu.

Mengolah & Menganalisa Data & Informasi Untuk Memecahkan Masalah Dan Menentukan Strategi Solusinya.

Analisa SWOT bisa membantu pelaku UMKM dalam mencari alternatif solusi dan strategi dari permasalahan yang dihadapi. Semain detail, tajam dan banyak informasi yang bisa dikunmpulkan dalam menganalisa lingkungan usaha, potensi diri, persaingan, regulasi dan segala hal yang terkait dengan usaha maka akan semakin baik hasil analisa dan solusinya.

Pemilihan solusi dan strategi juga perlu dikaitkan dengan STP (Segmentasi, Targeting & Posisition) dan baiuran marketing yang telah kita kenal sebelumnya. STP dilakukan untuk mengenali dan memilih pasar yang akan kita bidik dalam usaha kita. Mulai dari bagaimana kita menentukan kolam mana yang kan kita pancing (segmentasi), bagaimana kita memiliki ikan di kolam tersebut yang akan kita pancing (rageting) dan bagaimana kita memilih umpan apa yang sesuai dengan ikan tersebut (positioning). STP ini yang akan mendasari kita dalam melakukan srategi selanjutnya yang sesuai dengan kebutuhan pasar kita.

Perencanaan Strategi Produk

Dari sejak awal kita harus merencankan strategi produk kita, mulai dari desain produk, ukuran, kemasan dan sebagainya yang disesuaikan dengan pasar yang akan dibidik. Differensi harus sudah dirancang sejak awal untuk menghadapi persaingan dan mengenalkan brand produk kita sejak awal.

Perencanaan Strategi Harga

Dengan mengenal pasar, teknologi produksi yang lebih baik dan persaingan maka penentuan strategi harga bisa dilakukan. Kemampuan pelaku UMKM dalam memahami manajemen produksi, alur produksi dan penataan lay out produksi serta teknologi produksi yang tepat guna akan memberikan banyak keuntungan bagi UMKM dalam melakukan efisiensi dan efektivitas kerja yang selanjutnya bisa memberikan kemampuan UMKM dalam memberikan haga yang lebih baik atau memberikan margin laba yang lebih besar. Perolehan bahan baku dan SDM juga memberikan andil yang besar dalam penentuan harga produk.

Perencanaan Strategi Pemasaran

Hal yang terpenting selanjutnya adalah bagaimana merencanakan strategi pemasaran melalui penentuan chanel-chanel pemasaran yang sesuai dengan produk dan pasar kita, atau mungkin kita akan melakukan chanel pemasaran khusus untuk menghadapi persaingan. Apakah seorang produsen atau pemilik brand (principal) hanya akan memilih pasar hanya sampai pada reseller, agen dan distributor atau produsen akan memasarkannya sendiri sampai dengan end user baik melalui pasar modern maupun pasar tradisional, semua disesuaikan dengan informasi yang telah ada dalam analisa SWOT.

Strategi pemasaran ini juga dipengaruhi oleh jenis produk, keunikan dan kekhasan produk dan skala produksi disamping juga masalah-masalah kebutuhan pasar yang telah diidentifikasi dalam STP.

Perencanaan Strategi Promosi

Setelah semua strategi di atas disusun, maka selanjutnya adalah merencanakan strategi promosi. Bagaimana kita memahami value (nilai) dari produk, bagaimana kita membangun sebuah pesan promosi, pemilihan media promosi dan pemilihan event merupakan hasil dari analisa SWOT kita terhadap produk, harga dan jalur pemasaran yang telah dipilih. Pada tahap inilah, sejak awal pelaku UMKM bisa merencanakan membangun brand-nya.

Pemasaran dan promosi membutuhkan anggaran tersendiri yang harus diperhitungkan dalam strategi harga. Anggaran dan jadwal promosi juga perlu dipertimbangankan dalam membuat perencanaan promosi.


Hal-hal tersebut di atas itulah yang saya harapkan sudah ada di tangan pelaku UMKM, meskipun dalam format yang sederhana dan dalam segala keterbatasannya. Dengan adanya konsep bisnis seperti di atas, seorang konsultan UMKM akan lebih mudah dalam membantu menganalisa permasalahan yang dihadapi oleh UMKM sekaligus membantu konsultan dalam memberikan alternatif solusi kepada pelaku UMKM.

Istilah ini dalam rutinitas Rumah UMKM disebut "Bedah Konsep" yang selalu kami lakukan sejak awal ketika kami berdiskusi dengan UMKM. Sekilas terlihat sangat theoritis tetapi sebenarnya inilah yang merupakan dasar kita dalam membangun bisnis plan ke depan dan menjadi blue print usaha bagi UMKM tersebut. Jika konsultasi hanya sekedar konsultasi saja tanpa menghasilkan suatu acuan kerja atau konsep kerja bagi UMKM, maka pada akhirnya UMKM tersebut juga tidak memiliki tatanan, sistem dan manajemen yang baik dalam menjalankan usahanya.

Itulah sebabnya kepada UMKM yang berkonsultasi dengan kami pada hari Jumat lalu, kami menekankan untuk bedah konsep bisnisnya mereka terlebih dahulu sebelum apa-apa sudah ngomong keinginan untuk membangun brand mereka sementara mereka tidak punya konsep dan status usaha mereka juga masih START UP.