Laman

  • Home

Kamis, 07 Januari 2016

Siang Bersama Mas Gussur (Agus Suroyo), UMKM Purbalingga

Sempat kaget juga siang tadi ditelpon oleh Mas Agus Suroyo atau yang dikenal dengan panggilan Mas Gussur, salah satu pelaku UMKM dari Kabupaten Purbalingga, karena baru kemarinnya kami saling telpon dan beliau masih berada di Purbalingga. Beliau telpon saya karena sudah sampai di kantor Kadin Jateng dan ingin bertemu saya, karena kangen katanya HeHeHe.

Agus Suroyo (Gussur),Pelaku UMKM dari Kabupaten Purbalingga

Seneng juga melihat pelaku UMKM yang memiliki semangat seperti beliau, yang sudi mempromosikan produk-produk unggulan Purbalingga kepada kami. Seharusnya semangat ini ada di setiap pelaku UMKM, yang tidak hanya mempromosikan produk sendiri tetapi juga produk teman-teman UMKM yang lain. Ya, UMKM harus saling bantu dan saling support satu dengan yang lain bukan malah sebaliknya.

Obrolan Kami Dengan Kang Gussur

Kabupaten Purbalingga dikenal dengan produk knalpot racing, rambut palsu dan alis mata palsunya. Produk ini sudah cukup terkenal, terutama rambut palsu dan alis mata palsu yang sudah masuk ke pasar ekspor. Sayang, produk ini masih dieskpor melalui perusahaan asing yang ada di Purbalingga, dan belum banyak eksportir rambut palsu dan alis mata dari Purbalingga sendiri. Kami ingin coba bantu promosi produk ini melalui GetAsean.Com yang sedang kami bangun dengan tujuan agar UMKM di Kabupaten Purbalingga yang memproduksinya bisa melakukan ekspor sendiri dengan mudah.

Selain produk di atas kami juga minta informasi dari Kang Gussur, seperti sapu dari batang sorgum (glagah) dan box dari paperboard dilapir vinyl karena kebetulan ketikan sedang ngobrol dengan beliau, salah satu rekanan kami yang eksportir handicraft di Yogyakarta menelpon kami untuk kebutuhan produk tersebut. Semua tentu harus memenuhi standard ekspor dan memiliki kapasitas yang cukup besar.

Adalah kebetulan sekali bahwa Kang Gussur ini yang bantu kami untuk mencarikan informasi kebutuhan investasi pembangkit tenaga sampah di daerah Purbalingga dan Banyumas, karena ada investor di bidang ini yang menanyakannnya kepada kami.

Dari obrolan kami dengan beliau yang kurang lebih 1 1/2 jam, beliau meminta kami untuk membantu membangun mindset dan mental kewirausahaan teman-teman UMKM di Purbalingga yang dalam menghadapi MEA ini dirasakan masih harus diupgrade lagi. Sebuah pesan dan harapan dari seorang yang sangat peduli dengan perkembangan UMKM di daerahnya. Saya bangga ada teman-teman UMKM yang masih sudi memikirkan kepentingan bersama, bukan hanya kepetingan diri pribadi saja.

Kami pasti akan terus mencoba semaksimal mungkin dengan keterbatasan kami untuk membantu teman-teman UMKM di daerah. Semoga sinergitas kami dengan instansi terkait bisa membawa kami berkiprah membantu teman-teman UMKM di daerah dalam membangun semangat globalisasi.