Laman

  • Home

Jumat, 22 Januari 2016

Ngobrol Entrepreneurship Bareng Ferry Firmawan



Ngobrol Entrepreneurship Bareng Ferry Firmawan
Akhirnya dapat waktu juga ngobrol santai dengan Ferry Firmawan, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Bidang Pengembangan Bisnis dan CSR. Beliau yang juga CEO Jateng Land dan CEO PT Firmarindo Cipta Metropolitan memberikan waktu kepada kami untuk ngobrol bareng mengenai entrepreneurship, sebuah topik yang menjadi kepeduliannya saat ini.

Ngobrol santai bareng rekan-rekan muda yang tertarik dengan kewirausahaan merupakan agenda khusus yang akan terus coba dikembangkan, agar diskusi dan materi kewirausahaan tidak terkesan berat dan menjemukan. Dengan obrolan ini kam juga menjadi tahu sejauh mana minat dan keseriusan anak-anak muda yang ingin mengambil jalur wira usaha untuk menopang masa depannya, dan sedikit banyak bisa memberikan andil saran dan masukan untuk memulainya.

Pria yang selama ini dikenal sebagai politikus, pengajar dan juga koordinator CSR ini, sore itu kami lihat lebih kental sebagai seorang entrepreneur daripada predikat-predikat lainnya. Sisi inilah yang ingin kami perlihatkan kepada teman-teman UMKM di Jawa Tengah, bahwa Ferry Firmawan adalah pengusaha. Dan kami butuh sharing dan dukungannya terhadap program Rumah UMKM.

Sekilas Tentang Ferry Firmawan

Sejak kecil, pria kelahiran Tanjungkarang, 22 Mei ini diajarkan tentang kemandirian, ketegasan dan kedisiplinan. Ayahnya berprofesi sebagai seorang PNS dan Ibunya seorang ibu rumah tangga telah berhasil mendidiknya menjadi anak yang memiliki semangat belajar sehingga tidak heran jika Ia sering menjadi juara kelas. Pria yang akrab dipanggi Ferry ini memiliki cita-cita mulia yaitu menjadi manusia yang berguna bagi sesama.
Latar belakang keluarga yang bersahaja, tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus menempuh pendidikan. Pendidikan beliau dimulai dari SD N Srondol Wetan 1 Semarang, lalu melanjutkan ke SMP N 21 Semarang, SMA N 4 Semarang. Setelah lulus, beliau menempuh jenjang lebih tinggi di Universitas Diponegoro Jurusan Teknik Sipil, kemudian melanjutkan S2 ke Program Pasca Sarjana Bidang Ilmu Teknik Program Studi Teknik Sipil Kekhususan Manajemen Konstruksi, Universitas Indonesia. Setelah Magister diraih, beliau menempuh Program Penasehat Politik di Universitas Sydney dan telah menyelesaikan program Doktor (S3) di Fakultas Teknik, Universiti Teknologi Malaysia.

Baginya, pendidikan merupakan faktor penting dalam menapaki kehidupan ini. Semakin ia memahami ilmu, ia akan lebih bijak dalam kehidupannya serta mampu berperan untuk masyarakat luas. Prinsip kesetiakawanan dan kepedulian selalu menjadi sikap fundamental yang dimilikinya sejak di bangku SD. Pria yang saat ini menjadi Wakil Ketua KADIN Jawa Tengah ini, memiliki solidaritas yang tinggi sehingga tidak jarang beliau berteman dengan banyak orang.Hal ini sudah dapat dilihat sejak SMP, beliau memiliki banyak teman dan akrab pada siapapun. Suami dari Retno Pujiyanti ini mengerti tentang arti penting sebuah persahabatan sehingga berprinsip “Menjadi orang biasa yang banyak teman lebih baik dibandingkan menjadi orang pintar yang punya sedikit teman”.

Beliau tidak ingin ada stigma yang negatif maupun anggapan bahwa banyak orang pintar yang egois dan dikucilkan oleh teman sebayanya karena tidak memiliki kepedulian dan cenderung membuat jarak kepada sesamanya. Untuk itu, beliau memiliki semangat untuk selalu bersosialisasi yang membuatnya aktif di berbagai Organisasi. Karir organisasinya dimulai denganmenjadi Ketua Osis SMP 21 Semarang dan beberapa jabatan strategis di organisasi lainnya sebagai proses pembentukan karakter diri.

Semasa kuliah beliau pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro dan memimpin angkatan 1 tahun diatasnya. Usianya yang jauh lebih muda dibandingkan anggota yang dipimpin, tidak membuatnya takut untuk maju. Dengan penuh strategi dan menerapkan prinsip kerjasama, beliau mampu merangkul senior-senior untuk memegang jabatanpenting dalam kepemimpinannya.

Tidak hanya itu, beliau juga aktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) selama 5 tahun dan menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Semarang tahun 2000-2001, Wakil Sekretaris Umum Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, Pemuda (PTKP) HMI Jateng-DIY, Wakil Sekjen Bidang Kekaryaan dan PengembanganProfesi PB HMI tahun 2004-2005, dan terakhir sebagai Bendahara Umum PB HMI.
Pengalaman bergelut di dunia organisasi, menumbuhkan karakter seorang pemimpin pada diri Ayah 3 anak ini. Karakter yang membawanya sukses berkarir di dunia kerja setelah lulus dari bangku perkuliahan. Terbukti saat ini, beliau pernah memegang jabatan penting di beberapa perusahaan yaitu Komisaris PT. Kawasan Indrustri Wijaya Kusuma (Persero), Direktur PT. Firmarindo Cipta Metropolitan (FCM), dan saat ini menjabat sebagai CEO PT. Jawa Tengah Lahan Andalan (Jateng Land). Kemampuan anak sulung dari 3 bersaudara ini tidak bisa diragukan lagi. Baginya, seorang pemimpin yang baik bukanlah orang yang hanya mempunyai wewenang untuk memerintah, tetapi juga harus memberikan contoh terhadap apa yang diperintahkannya.

Disamping berkarir, beliau juga masih aktif di beberapa organisasi diantaranya, menjabat Ketua HIPKA (Himpunan Pengusaha KAHMI) Jateng, Wakil Ketua KADIN Jateng, Ketua Bidang UMKM & Koperasi HIPMI Jateng, Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Insani ICMI Jateng, dan KAHMI Jateng. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua UmumForum CSR Kesos Jateng, Organisasi sosial kemasyarakatanyang memiliki spirit kesetiakawanan terhadap sesama. Melalui Forum CSR, beliau mempunyai wadah untuk mewujudkan mimpinya sejak kecil yaitu berguna bagi banyak orang. Tidak ada ruginya berbuat baik kepada orang lain, banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari prinsip kesetiakawanan dan membantu banyak orang.

Sebagai wujud dari segala pencapaian karir dan organisasinya, beliau tidak lepas dari pergolakan batin ketika melihat kondisi bangsa dan Negara yang perlu perbaikan. Dari sini, beliau berniat mengabdikan diri dan semua yang dimilikinya untuk membangun dan mewujudkan masyarakat Adil Makmur melalui jalur politik. Dedikasi yang ia berikan kepada Partai Demokrat, membawanya menuju kursi DPRD Jawa Tengah periode 2014-2019 untuk bertugas dan bekerja nyata untuk masyarakat Jawa Tengah. Berada di Komisi B, beliau fokus menangani masalah perekonomian Jawa Tengah secara luas meliputi Industri, Dunia Usaha, Perdagangan, Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Peternakan & Perikanan, Pariwisata, Koperasi & UMKM.

Membangun Entrepreneurship Sejak Dini

Entrepreneurship memang harus diperkenalkan kepada generasi muda sejak dini, sehingga mereka dari sejak awal telah memiliki pilihan untuk membangun usaha sendiri bukan selalu ingin menjadi pegawai atau karyawan di suatu perusahaan. Selalu tidak mudah untuk memulai sebuah usaha, sedemikian halnya juga memulai sebuah karir di suatu perusahaan. Jika memang sama-sama tidak mudah, maka kewirausahaan lebih memiliki nilai tambah daripada menjadi seorang karyawan atau pegawai. Sama-sama membangun perusahaan, mereka membangun usaha yang akan menjadi miliknya bukan usaha orang lain.

Bahwa saat ini entrepreneurship harus akrab dengan teknologi, kreativitas dan inovasi adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi. Semua aspek kreatif, inovatif dan keterlibatan teknologi harus diracik dengan cantik untuk membangun sebuah usaha. 

Bahwa sebuah usaha tidak harus melibatkan jumlah SDM yang banyak, semua bisa digantikan dengan keterlibatan teknologi. SDM yang dibutuhkan harus benar-benar spesialis dan menguasai dengan baik bidang yang ditanganinya. Kreatvitas dan inovasi berawal dari penguasaan detail setiap unsur kerja, bukan kepada kuantitas pekerjaan.

Kerumitan bukanlah daya tarik, melainkan kesederhanaan. Selama ini yang dianggap menarik oleh rekan-rekan muda adalah sesuatu yang rumit, padahal hal-hal yang terbukti berhasil justru bila kita mampu menemukan kesederhanaannya. 

Kadang usaha tidak harus dimulai dengan permasalahan modal, karena justru ide kreatif dan kemauan yang keras untuk memulai dari tahap-tahap kecil itulah yang paling dibutuhkan dalam memulai usaha. Selalu jika kita mengedepankan modal sebagai masalah utama, maka usaha yang direncanakan tidak akan pernah bisa dimulai.

Itulah beberapa poin yang bisa saya simpulkan dari obrolan santai kami dengan Ferry Firmawan, santai obrolannya tetapi bermanfaat hasilnya.