Laman

  • Home

Selasa, 26 Januari 2016

Kita Tidak Ada Pernah Kehilangan Semuanya, Melainkan Kita Sudah Kehilangan Keyakinan Kita.

Bisnis Jatuh Bukanlah Sebuah Akhir

Pengalaman Berharga Dari Binaan Kami
Dalam waktu kurang lebih 6 bulan ini kami diberikan kesempatan belajar yang luar biasa ketika harus mendampingi 2 pelaku usaha skala menengah yang mengalami "kesulitan" usaha sampai akhirnya mereka bisa bangkit kembali dan berjaya. Sebuah kesempatan yang tidak akan pernah ada jika kita tidak mau melibatkan diri dalam kesulitan tersebut, seakan waktu, tenaga dan pikiran yang telah kita pertaruhkan selama kurang lebih 6 bulan terakhir berhadiah manis dengan sebuah pelajaran yang berharga.

Sebuah investasi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami maupun kepada teman-teman pelaku usaha, dimana saya bisa mengetahui saat mana mereka sudah tidak punya "apa-apa" bisa kembali bangkit. Ternyata modal mereka untuk bangkit hanyalah sebuah keyakinan, keyakinan yang kuat atas nasibnya dan keyakinan bahwa apa yang sudah dilakukannya adalah jalan yang terbaik untuk hidupnya. Pada kondisi tersebut seolah mereka di-reset untuk kembali kepada keyakinan akan kekuasaan Yang Maha Kuasa, dimana saat mereka bejalan sebelumnya sempat terlupa.

Inilah pelajaran bagi kami yang terpenting selain pelajaran-pelajaran lain yang mengikutinya. Pelajaran-pelajaran lain terebut adalah:
  1. Bahwa ada saatnya bisnis akan menurun, dan kita sudah harus memperhitungkannya.
  2. Introspeksi diri harus selalu dilakukan, agar kita senantiasa bisa memantau apakah kita keluar dari jalur yang telah kita rencanakan atau masih dalam rencana.
  3. Investasi bisnis yang tidak kalah penting adalah investasi jaringan dan relasi.
  4. Harus selalu inovatif dan kreatif dalam membuat solusi setiap persoalan.
  5. Tetap fokus, dan berpikir efektif dan produktif.
  6. Optimis dan selalu yakin bahwa usaha yang kita lakukan adalah ibadah kita dalam menghidupi keluarga dan karyawan.
  7. Kejujuran memberikan landasan yang kuat dalam menentukan keputusan yang adil.
  8. Ingat bahwa sebagian penghasilan kita adalah "hak" kaum fakir dan miskin.
  9. Selalu mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar langkah kita selalu dimudahkan.
  10. Filsafat Jawa Jujur, Benar, Tepat & Menguntungkan bisa diterapkan dalam menjalankan usaha.
Kami melihat ketika sebuah kesamaan ketika kedua pelaku usaha tersebut jatuh dan dalam posisi terbawah, yang mereka lakukan adalah "ingat" dan berserah kepada Allah setelah selama ini mereka lupakan karena sibuk membangun usaha. Dan kesamaan mereka yang lain adalah mereka bisa bangkit kembali dengan segala "fasilitas" yang diberikan oleh Allah kepada mereka.

Inilah pengalaman yang luar biasa dimana kami bisa secara dekat mendampingi mereka saat jatuh, bukan saat mereka dalam kondisi bisnis yang normal. Semoga teman-teman yang lain bisa mendapatkan pengalaman yang sama dengan cara tidak meninggalkan teman kita yang sedang "jatuh" tetapi justru membantunya sampai bangkit kembali.