Laman

  • Home

Sabtu, 30 Januari 2016

Enaknya Jadi Pembina UMKM


Membina UMKM di Jawa Tengah merupakan salah satu kegiatan non profit kami di samping kegiatan non profit kami lainnya di unit TTIC (Trade, Training & Information Center) di Kamar Dagang dan Industri Jawa Tengah. Sementara ini kegiatan komersial kami adalah bekerja di perusahaan media Suara Merdeka dan menjadi pelaku UMKM di bidang online business.

Tentunya kegiatan non profit kami ini banyak mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan kerja dan sahabat. mengapa menggeluti kegiatan ini dan apa enaknya ? 

Pertanyaan ini seringkali kami terima dan dengan santai kami menjawab bahwa kami menikmatinya, meskipun secara finansial tentunya kurang berkontribusi langsung kepada kami sementara ini. Harus ada yang melakukannya, dan ternyata banyak orang yang sudi dan peduli melakukan kegiatan non profit, bukan hanya kami. Kami hanya sebagian kecil yang melakukannya.

Sementara orang masih beranggapan bahwa asset adalah property dan uang, sementara jaringan supply dan jaringan pasar masih belum dianggap sebagai investasi untuk asset. Dan itu yang belum disadari oleh teman-teman kerja dan sahabat kami. Bahwa apa yang kami lakukan saat ini adalah investasi untuk kami sendiri dalam membangun asset jaringan supply dan jaringan pasar, sementara tetap harus bisa memberikan manfaat kepada UMKM yang menjadi binaan kami.

Kami yakin akan tiba saatnya asset ini akan memberikan kontribusi yang luar biasa kepada apa yang akan bangun kelak.

Enaknya Menjadi Pembina UMKM.

Untuk tetap selalu mencintai pekerjaan kita adalah selalu mengingat hal-hal yang menyenangkan selama kegiatan menjadi pembina UMKM dan bagaimana dinamikanya selama membina UMKM di Jawa Tengah. Beberapa hal yang membuat kami senang melakukan kegiatan ini adalah:

1) Selalu Menikmati Sample Gratis ... HeHe

Pasti menyenangkan ketika kami selalu diberikan penghargaan untuk selalu mencoba mencicipi dan diberikan sampel produk oleh teman-teman UMKM di Jawa Tengah selama pembinaan UMKM ini. Banyak sekali macamnya, dan kami selalu mendapatkan porsi untuk mencobanya. Pasti ini yang akan membuat iri teman-teman kerja dan sahabat-sahabat kami, HeHe.

Sebagai contoh, hari ini kami mendapatkan kiriman produk dari Abon Koki Purbalingga mulai dari kripik kentang, abon sapi, srundeng dan sambal kacang. Terima kasih Mbak Novi, yang selalu setia mengikuti RumahUMKM.Net dan pembinaan-pembinaan kami selama ini. Produk abon sapinya berbeda dengan abon sapi dari daerah Semarang, Salatiga, Boyolali, Solo dan Yogya. Produk abon sapi cap Koki memberikan sensasi lain dari abon sapi dari daerah yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dan kami suka produknya. Dan kripik kentangnya kalo boleh kami dikirimkan lagi, HaHa.

Produk Abon Sapi Cap Koki Purbalingga.

Produk Abon Sapi Cap Koki Purbalingga.
Ya, mencicipi sampel dan mereview produknya memang merupakan rutinitas kami sebagai pembina UMKM. Kebetulan website kami ada yang di bidang kuliner dan sudah memiliki rating yang cukup tinggi di bidang kuliner, bahkan di tahun 2015 lalu terpilih sebagai food blog terbaik nasional. Website kami bisa dibuka di DiahDidi.Com. Kami sering meliput dan mereview kuliner dari berbagai daerah disamping resep-resep dari kami sendiri.

Kurasi produk dan kemasan merupakan tugas kami dalam memberikan arahan agar produk tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar. 

2) Selalu Belajar Hal-Hal Baru.

Bertemu dengan berbagai jenis usaha dan pelaku usaha membuat kami "dipaksa" untuk selalu belajar setiap hari. Permasalahan yang mereka sampaikan membantu kami untuk selalu mengingat pengetahuan dan pengalaman yang pernah kami miliki, sehingga pengetahuan dan pengalaman kami tidak "terlupakan" karena tidak dipakai. 

Permasalahan baru membuat kami harus selalu mencari referensi solusi, atau berarti kami memiliki motivasi untuk belajar. Bahkan sebenarnya kami juga banyak belajar dari pelaku UMKM tersebut mengenai semangat, keberanian dan solusi-solusi praktis yang telah mereka lakukan dan mereka ceritakan kepada kami.

Selama ini theory yang berasal dari kami bisa direalisasikan oleh pelaku UMKM dan berhasil, dan pengalaman ini merupakan ilmu yang berharga bagi UMKM lain yang membutuhkannya.

3) Membangun Jaringan Supply (Produksi)

Tanpa disadari, apa yang kami lakukan merupakan sebuah investasi yang sangat berharga karena kami telah membangun jaringan supply (produksi) di Jawa Tengah yang mungkin ke depan merupakan "sesuatu" yang berharga bagi pasar yang membutuhkan supply.

Seberapakah berharganya kami belum tahu persis, tetapi terbukti bahwa telepon kami sering berdering ditelepon oleh perbankan yang "meminta" data base UMKM dan juga juga beberapa perusahaan lain yang membutuhkan data base UMKM di Jawa Tengah. Seringkali kami juga melempar guyonan kepada mereka, apa kontribusi mereka terhadap pembinaan UMKM di Jawa Tengah ? 

 4) Dianggap Pinter, Meskipun Tidak Pinter.

Kadang kam juga heran, menjadi  nara sumber pasti orang yang dianggap ahli, dan kami sering diminta menjadi nara sumber dalam pembinaan UMKM di Jawa Tengah oleh berbagai instansi terkait baik propinsi maupun daerah, bahkan dari kementrian terkait. Kami bukan orang dengan pengetahuan luar biasa di bidang pembinaan UMKM, kami hanya orang yang masih mau terjun ke lapangan untuk melihat permasalahan UMKM secara langsung dan mencoba selalu memberikan solusi kepada mereka. 

Pengalaman inilah yang sering kami bawa untuk memperkaya materi presentasi kami, agar UMKM yang merupakan praktisi bisnis mendapatkan materi praktis dan sesuai dengan keinginan mereka.

5) Kepuasan tersendiri

Ketika solusi yang kami berikan kepada UMKM diterapkan dan berhasil karena solusi tersebut merupakan racikan dari berbagai pengalaman, baik pribadi maupun dari UMM yang lain, kami mendapatkan kepuasan batin yang luar biasa. Bahkan solusi dan tip yang kami berikan via online pun sering mendapatkan feed back dari pembaca bahwa mereka telah mencobanya dan berhasil.

Memang RumahUMKM.Net kami bangun untuk menjangkau pelaku UMKM yang tidak terjangkau oleh kami secara off line. Jika RumahUMKM.Net bisa memberikan manfaat kepada banyak orang kami sangat senang sekali.

Demikian hal-hal yang menyenangkan bagi kami sebagai pembina UMKM di Jawa Tengah. Hal-hal yang tidak menyenangkan pasti ada tetapi justru bisa kami kemas sebagai joke-joke (guyonan) yang pada akhirnya menyenangkan juga bagi kami.

Semoga banyak teman-teman lain yang mau berbagi ilmu dan pengalamannya kepada UMKM di Indonesia. Mari bangun ekonomi Indonesia dari semangat berbagi !