Laman

  • Home

Jumat, 01 Januari 2016

Berkaca Dari Cokelat Monggo Yang Membangun Brand-nya Dari Potensi Lokal, Alami dan Kemasan Kertas Recycle

Banyak UMKM coklat di Jawa Tengah yang perlu contoh riil usahawan coklat lokal yang telah berhasil membangun brand-nya dari potensi lokal yang ada. Kekuatan konsep adalah kunci sukses dari usahawan coklat dari Yogyakarta ini, yaitu Thierry Detournay dari Belgia, yang mengembangkan usaha coklat di kota Yogyakarta.

Konsep berbahan lokal dan alami serta dengan kemasan berbahan baku kertas recycle merupakan kekuatan differensiasi dari Cokelat Monggo yang perlu dicermati oleh teman-teman UMKM di Jawa Tengah yang akan membangun brandnya.

Bukan hanya sekedar desain kemasan yang menarik, tetapi lebih dari itu, yaitu konsep kemasan yang menggunakan bahan recycle sebagai wujud kepeduliannya terhadap pencemaran alam. Cokelat Monggo tidak menggunakan plastik sebagai kemasan, karena berlawanan dengan konsepnya.
Tanpa terasa brand Coklat Monggo sudah terbangun dengan baik, dan bahkan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta terasa kurang lengkap jika tidak membawa oleh-oleh Cokelat Monggo. Memang brand kota Yogyakarta juga mendukung brand Cokelat Monggo ini. 
Thierry Detournay, Founder & Owner Cokelat Monggo

Cokelat Monggo


Pembuat Cokelat Pertama di Yogyakarta

 

Petualangan berawal di Yogyakarta pada tahun 2001, seorang pria berumur 35 tahun asal Belgia datang ke Indonesia tanpa sebuah perencanaan. Kecewa dengan kurangnya kualitas cokelat yang tersedia di toko - toko di Indonesia sebagai negara ketiga terbesar penghasil kakao, pria Belgia tersebut memutuskan untuk membuat beberapa produk cokelat cita rasa Belgia sendiri dengan sumber daya yang terbatas.

Cokelat “truffle” yang dihasilkan pertama kali diberikan kepada teman - teman Indonesianya dan secara langsung membuat teman - teman Indonesia tersebut merasakan nikmatnya coklat tersebut. “Anda harus membuatnya lagi!” kata mereka.

Kemudian pria itu membuat cokelat lebih banyak lagi dengan mengendarai Vespa tua berwarna pink, yang disulap menjadi sebuah tempat berjualan. Setiap Minggu pagi pria ini berjualan di daerah UGM dan di daerah luar Gereja Kota Baru. Tujuannya hanya untuk kesenangan serta mencari minat dan reaksi dari masyarakat, bukan semata – mata untuk mencari keuntungan. Hal tersebut sangat menarik dan menjadikan pria itu sebagai Pembuat cokelat pertama di Yogyakarta.

Untuk mewujudkan impiannya, maka pria tersebut menggabungkan sumber daya yang terbatas dengan modal yang ada. Ide pertama muncul untuk membuat sebuah toko, namun hal itu gagal dan tidak di lanjutkan.

Namun demikian, pria tersebut tetap melanjutkan rencananya, dengan pembukaan sebuah perusahaan Anugerah Mulia, pada tahun 2005.

Perusahaan tersebut memiliki tim kecil yang penuh kreasi dan akhirnya meluncurkan produknya yang pertama dengan nama Cacaomania yang berupa cokelat praline yang ditujukan bagi kawula muda. Nama tersebut akhirnya ditinggalkan karena nama tersebut terlalu umum dan mereka membutuhkan nama yang khusus untuk dapat diluncurkan di pasaran.


Lahirnya Cokelat Monggo

 

Sejarah dari pemilihan kata “Monggo” berawal dari suatu sore yang panas di Yogyakarta. Tim Anugerah Mulia berkumpul untuk mencari inspirasi, yaitu Edo sebagai direktur, Burhan sebagi staf kreatif, dan Thierry sebagai pembuat cokelat.

Mereka berusaha menemukan nama untuk cokelat tersebut yang memiliki tipikal khas Yogyakarta. Nama tersebut harus mudah di dengar, mudah diingat dan unik. Suatu kata dalam bahasa Jawa... Beberapa istilah muncul dalam diskusinya dan tiba tiba salah seorang dari mereka mengucapkan “Monggo”…Yes! Yes! Eureka!

Monggo adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti “silahkan” yang selalu digunakan oleh orang – orang Yogya sambil mengacungkan ibu jari, ataupun ketika kita lewat di depan orang, serta pada saat kita mengundang orang masuk ke rumah atau meninggalkan rumah seseorang.

Namun demikian banyak orang menggunakan kata “Monggo” dan juga orang yang bukan berasal dari Yogya. Nama tersebut sangat menggambarkan budaya Jawa, kota Yogyakarta, serta nama yang tepat untuk cokelat kami.

Monggo Hari Ini


Sejak kami memulainya tahun 2005, Cokelat Monggo sekarang telah berkembang dengan hampir 150 staf yang bekerja di kantor  kami di Yogyakarta, Jakarta, Surabaya.
Produksi utama dilakukan di pabrik kami di Kotagede,Yogyakarta, di mana ditangan kami kelezatan diciptakan.

Kami kemudian mendistribusikan ke kota-kota di seluruh Jawa dan Bali dan berencana untuk memperluas ke pulau-pulau lain di seluruh Indonesia dalam waktu tidak terlalu lama. Kami terus bekerja untuk mengembangkan produk – produk kami dengan menghargai yang ditawarkan Indonesia untuk kami. Pada akhirnya kami berharap dapat memperkenalkan cokelat khas Indonesia kami di luar negeri.

Produk Cokelat Monggo

Cokelat Monggo memproduksi berbagai varian cokelat seperti cokelat bar, cokelat papan, coklat oleh-oleh, cokelat pesanan (custom), cokelat musiman dan cokelat untuk HOREKA dan private label. Segmen pasar dari Cokelat Monggo ini memang diperuntukkan kepada orang-orang yang sudah mengenal cokelat, yang sudah mampu membedakan cokelat berkualitas dengan yang pasaran umum.

Segmen menengah ke atas yang dibidik Cokelat Monggo setara dengan konsep yang diusungnya dalam membangun brand cokelat lokal yang berkualitas yang tidak kalah dengan cokelat berkelas internasional yang ada di Indonesia.

Hal lain yang menarik dari kemasan Cokelat Monggo adalah kemasannya yang mengangkat icon lokal seperti wayang dan gunungan yang sangat kental dengan kultur Jawa sedemikian halnya dengan kata "Monggo" itu sendiri.

Lantas siapa yang akan meragukan bahwa icon lokal pun bisa berkiprah internasional ?









CSR (Corporate Social Responsibility)

Sejak awal mula tujuan dari Cokelat Monggo tidak hanya memproduksi cokelat yang lezat namun juga bertanggung jawab akan dampak-dampak yang timbul pada masyarakat dan lingkungan sekitar dengan menghormati budaya yang unik dari negeri yang indah Indonesia. Dalam melakukannya kami melakukan gebrakan baru dalam bisnis cokelat di Indonesia. Kami mengembangkan panduan sendiri dan konsisten bekerja untuk memperbaiki dampak-dampak sosial dan lingkungan.

Lingkungan Indonesia menyediakan sumber daya untuk cokelat kami.  Dengan demikian, kami harus merawat sumber daya dan lingkungan tersebut secara berkelanjutan. Upaya kami untuk menyelamatkan lingkungan meliputi;

Air
  • Kami hanya menggunakan pemanas air tenaga surya untuk digunakan selama proses produksi.
  • Berusaha mengurangi penggunaan air selama proses produksi.
Energi
  •  Cokelat Rumahan:  coklat kami sebagian besar dibuat secara manual, hal inilah yang membuat  unik, cokelat Jawa terbaik yang sesungguhnya, Cokelat  Indonesia!  Proses ini secara langsung mengurangi konsumsi energi.  Kami mencoba mengurangi penggunaan  mesin sebisa mungkin. Hal ini juga akan mengurangi penggunaan listrik kami dan juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.  Namun demikian, kami tidak dapat sepenuhnya menghindari penggunaan mesin karena kami juga membutuhkannya untuk memproduksi cokelat Jawa yang sesungguhnya, Cokelat Indonesia untuk Anda.
  • Area produksi kami terisolasi dengan baik untuk menjaga penggunaan AC agar tetap rendah.
Kemasan
  • Kami mencoba untuk menggunakan plastik seminimal mungkin dan kalaupun harus menggunakan plastik  kami akan menggunkan plastik biodegradable.
  • Kami sudah membahas penggunaan kertas bersertifikat FSC dan kemasan barunya sudah diluncurkan untuk beberapa produk.
  • Menggunakan kertas aluminium yang mudah didaur ulang dan tidak berbahaya bagi bahan cokelat apapun.
  • Pada setiap bagian dalam kemasan, pelanggan kami dapat menemukan tips untuk gaya hidup lebih ramah lingkungan, yang dapat memberikan kontribusi positif atas kesadaran terhadap keseluruhan masalah lingkungan. Proyek ini belum selesai tetapi akan diluncurkan segera.
Alam
  • Kami menanam pohon kakao dan berencana untuk menanam lebih banyak. Kami selalu berpikir tentang ide-ide bagaimana mengembalikan apa yang telah diberikan oleh alam kepada kami.
  • Kemasan kami mencantumkan  petunjuk bagi pelanggan untuk membuang kemasan kami di tempat pembuangan sampah, seperti  tong sampah dan kotak sampah. Dengan melihat gambar orang Jawa membuang kemasan ke tempat sampah akan mendorong konsumen kami untuk melakukan hal yang sama juga.
Pengeluaran / Emisi
  • Industri Cokelat bukan merupakan industri yang bebas emisi sama sekali.  Produsen coklat yang paling terkenal berada di Eropa, terutama di Belgia dan Swiss. Fakta bahwa cokelat hanya tumbuh di dekat daerah khatulistiwa menjelaskan dengan sendirinya, bahwa bahan bakunya harus dikirim atau diterbangkan ke negara-negara ini sebelum proses produksi dimulai. Kami berada di Indonesia dan bahan baku utama kami berasal dari Indonesia. Inilah yang membuat kami dapat menjaga emisi CO2 kami per KG cokelat sangat rendah, yang membuat Cokelat Monggo adalah pilihan yang benar-benar ramah lingkungan bagi pelanggan Indonesia.

Situasi ekonomi kita tergantung pada fluktuasi permintaan seperti terjadi pada setiap industry.  Namun kami memperhatikan karyawan kami. Kebanyakan mereka dari Yogyakarta dan sekitarnya. Karyawan kami menemukan pekerjaan yang aman dengan Chocolate Monggo. Sejak dulu hingga sekarang kami  tidak pernah memberhentikan karyawan karena alasan fluktuasi dan kami akan mencoba untuk terus melakukannya hingga nanti. Kami juga berinvestasi dalam komunitas kami. Infrastruktur baru dan generasi pekerjaan baru, pelatihan bagi karyawan pabrik dan tur gratis untuk sekolah adalah beberapa contoh keterlibatan kami dalam masyarakat.

Salah satu keprihatinan utama kami adalah Hak Asasi Manusia. Kami memperhatikan karyawan kami. Setiap individu harus memiliki tempat yang aman dan berkelanjutan. Diskriminasi tidak akan ditolerir di perusahaan kami. Untuk menjaga tempat kerja seaman mungkin kami melakukan beberapa pelatihan tentang keamanan tempat kerja, misalnya latihan kebakaran yang dilakukan secara berkala tiap tahun. Sebuah tim dokter akan membantu karyawan kami dalam hal layanan kesehatan dan sebagai langkah selanjutnya kami akan melaksanakan pelatihan pertolongan pertama secara berkala tiap tahun karena hanya karyawan bahagia dan sehat dapat membantu kami untuk menghasilkan coklat seperti  yang telah dikembangkan sebelumnya oleh tim kami. Sampai hari ini tidak pernah terjadi insiden kekerasan di tempat kami karena kami saling menghormati.

Tenaga Kerja Praktek dan Pekerjaan yang Layak.

Tenaga Kerja Praktek dan Pekerjaan yang Layak. Seperti telah disebutkan bahwa kami memperhatikan  karyawan kami. Namun demikian ini bukan hanya tentang anti-diskriminasi, mempekerjakan staf lokal dan perawatan kesehatan. Untuk pelatihan yang berkelanjutan kami melaksanakan pelatihan reguler dan peningkatan keterampilan, mengajarkan strategi manajemen terkini yang relevan dan melakukan penelitian intern. Semua ini untuk mempersiapkan staf kami akan bisnis yang cepat berubah, di dalam maupun di luar industri cokelat. Kami yakin bahwa kami mengubah masyarakat menjadi individu yang lebih fleksibel dan mudah beradaptasi, tidak berharap terlalu banyak. Efek menetes ke bawah kemudian membantu semua orang di seluruh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari pengetahuan dan keahlian dalam bisnis cokelat..

Tanggung Jawab atas Produk 

Mempertimbangkan Anda, sebagai konsumen kami, kami bertanggung jawab penuh atas produk kami. Oleh karena itu kami memproduksi dengan standar MD nasional untuk semua produk kami, dan pengerjaannya di akreditasi oleh Departemen Kesehatan. Namun demikian seluruh produk kami dikerjakan sesuai peraturan dari Badan Pemeriksaan Obat Makanan. Sehingga semua produk kami halal dan telah diakreditasi oleh MUI. Sebisa mungkin kami membuat produk kami sehigienis mungkin, mengajarkan karyawan kami untuk berperilaku sehigienis mungkin dan mengundang wakil dari pemerintah yang berwenang  untuk menerima produksi kami yang telah disetujui. Karena keahlian ahli cokelat Belgia kami, kami dapat memiliki cokelat yang rasanya luar biasa bahkan di iklim yang sulit seperti ini di Indonesia. Selain standar higienis kami juga ingin produk kami memuaskan dalam rasa dan masalah kesehatan. Inilah  mengapa kami menggunakan mentega kakao 100%, bahan-bahan alami dan hanya kakao terbaik. Untuk meningkatkan manfaat kesehatan dari cokelat kami, kami sangat ingin mengembangkan cokelat yang mengandung bahan organik.

Kami sangat terintegrasi ke dalam masyarakat kami dan berinteraksi dengan banyak institusi. Kelayakan dan kesetaraan sangat penting perusahaan kami. Apakah itu Anda, pesaing atau segala jenis otoritas, kami akan memperlakukan mereka dengan cara yang sama.

Seperti yang Anda lihat, kami menyadari tanggung jawab kami. Tulisan ini menunjukkan usaha kami. Dengan pemikiran ini, Cokelat Monggo sebagai Cokelat Jawa terbaik akan selalu memenuhi kebutuhan anda tanpa merusak lingkungan. Kami bertindak adil dan berkelanjutan dan selalu meningkatkan Strategi CSR kami. (Thierry Detournay, Edward Riando)
Mengunjungi Cokelat Monggo

Bench Mark atau study banding dapat dilakukan oleh teman-teman produsen cokelat di Jawa Tengah yang ingin belajar lebih lanjut tentang bagaimana produksi cokelat dan desain kemasan yang menarik di tempat produksi Cokelat Monggo di Yogyakarta,

Berikut adalah alamat Cokelat Monggo:

PT Anugerah Mulia Sentosa
Jalan Dalem KG III / 978 RT 043 RW 10
Kel. Purbayan Kotagede Yogyakarta 55173 Indonesia

PT Anugerah Mulia Indobel
Jalan Dalem KG III / 978A RT 043 RW 10
Kel. Purbayan Kotagede Yogyakarta 55173 Indonesia