Laman

  • Home

Minggu, 03 Januari 2016

Ayam Goreng Lembur Kuring, Bertahan Lebih Dari 30 Tahun

RM Lembur Kuring, Jl Gajah Mada No 178 Semarang

Kangen makan ayam goreng yang enak di Semarang, dan akhirnya terlintas nama sebuah rumah makan ayam goreng yang sudah menjadi langganan saya sejak 30 tahun lalu. Tidak banyak berubah, hanya penataannya saja yang sedikit digeser kesana kemari. Menunya pun masih didominasi menu lawas yaitu ayam goreng dan sop buntut, yang menjadi andalan. 

Tapi hari ini saya ingin coba menu nasi uduk dengan ayam gorengnya sekedar ingin membandingkan ayam goreng ini dengan berbagai macam pesaingnya sudah banyak bermunculan sekarang ini. Bagi saya, cita rasa ayam goreng lembur kuring ini tidak banyak bergeser, masih tetap sama. Sop buntutnya pun masih OK untuk dicoba.

Rumah Makan ini memang tidak seramai dulu ketika belum banyak pesaingnya, tetapi setidaknya rumah makan ini masih mampu bertahan dengan pembelinya adalah pelanggan-pelanggan lamanya. Memang harga di rumah makan ini relatif lebih mahal dari pesaingnya, tetapi bagi pelanggan yang sudah fanatik pasti bukan menjadi masalah.


RM Lembur Kuring, Jl Gajah Mada 178 Semarang.

Ayam Gorengnya Masih Enak.

Lalapannya Masih Kurang Satu, Pete Goreng.
Bertahan, Karena Masih Tetap Memiliki Pasar.

Belajar dari pemilik usaha ini yang masih loyal dengan usahanya, meskipun banyak sekali pesaing bermunculan di sana-sini, itulah yang mengusik keingintahuan saya terhadap Rumah Makan ini. Dan sempat sekilas saya ngobrol dengan pemilik dari Rumah Makan ini, yang mengatakan bahwa mereka bertahan karena masih memiliki pasar yang loyal, yang masih ingin bernostalgia dengan kejayaan Rumah Makan Lembur Kuring ini.

Benar juga, meskipun tidak seramai dulu, masih ada beberapa pelanggan yang memesan ayam goreng untuk dibawa pulang. Dan masih banyak juga pelanggan-pelanggan berusia lanjut yang masih makan di Rumah Makan ini bersama keluarganya.

Dari pengalaman ini, saya jadi yakin bahwa jika kita tetap konsisten dengan konsep produk kita ternyata masih ada juga konsumen yang loyal terhadap kita. Semua ada pasarnya, biarlah yang baru bermunculan tetapi Rumah Makan Lembur Kuring masih akan tetap hadir dengan menu dan cita rasa khasnya.

Seringkali kita takut menggarap pasar yang sempit, karena melihat betapa pesaing kita mampu menggaet konsumen lebih banyak dari kita. Kita takut bahwa pesaing menerapkan harga jual yang lebih murah dari kita. Akhirnya kita lupa bahwa kita memiliki differensiasi yang harus kita pertahankan, kita memiliki pasar yang loyal yang mampu menjadi "tenaga promosi" untuk produk kita. Terlalu sering melongok kemampuan pesaing bisa membuat kita lupa fokus terhadap produk kita sendiri.

Seandainya Rumah Makan Lembur Kuring ini dikelola dengan manejemen modern dan promosi yang sama dengan pesaingnya pasti, atau dibuat konsep waralabanya bukan tidak mungkin Rumah Makan yang sudah pernah berjaya ini akan bersinar kembali sebagaimana dekade 2 -3 dekade yang lalu.