Laman

  • Home

Kamis, 10 Desember 2015

Lagi, Masalah Kemasan Produk Jadi Kendala GetAsean.Com di Temu Bisnis UMKM Terfasilitasi Halal Dengan 7 Buyer Di Solo

Acara Temu Bisnis UMKM Dengan 7 Buyer Di Solo
Giliran karesidenan Solo dan Salatiga yang mendapatkan fasilitas temau bisnis dari Dinas Koperasi & UMKM Propinsi Jawa Tengah pada hari Kamis 10 Desember 2015 di Bakorwil Jl Slamet Riyadi Solo. Acara ini merupakan rangkaian dari acara temu bisnis yang telah diselenggarakan di UMKM Center Jawa Tengah pada hari Selasa 8 Desember 2015. 

Dalam acara ini dihadirkan 7 buyer antara lain dari pasar modern offline: Roti Ganep Solo, Era Jaya Solo, Elangga Solo, Carefour Yogya, PT Pos Indonesia (Gallery Pos), GetAsean.Com dan PasarSemarang.Com. Sementara itu dari UMKM antara lain: Mbak Marni - Industri Tempe Kripik, Bu Watiyah Sri Mulyani - Mulia Aneka Krupuk, Bu Sri Hartini - Onde-Onde Solo, Bu Sri Purwanti - An Nisa Snack, Bapak Wiyono - Cornicrez, Sri Widaryati - Pusat Oleh-Oleh Kembar, Bu Rahayu - Ridho Rahayu Roti, Bapak Aji Satriyo Jati - Cokelat Kerok, Ibu Eka Supriyatin - Abon Ikan Lele Al-Fadh, Bu Eni Rosidah - Roti Sederhana, Bu Rani Amelia - Camilan Sehat, Mas Maryadi - Roti Aury, Singkong Keju D-9, Bu Retno Sri Wulandari - Rumah Snack SIVA, Bu Endang Mawarti - Serbuk Jahe Instan, Bu Yohana Wuri - Hommie Snack, Bu Rati Sarwono - Aneka Snack Salsabila, Bu Hilda - Vicky Roti dan UMKM lain yang tidak meninggalkan kartu nama kepada kami.

Temu bisnis ini dibuka langsung oleh Ibu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Tengah, Ibu Gayatri Indah Cahyani, dan dalam sambutannya beliau meminta UMKM yang sudah terfasilitasi halal untuk bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengetahui kebutuhan pasar dan berkonsultasi dengan para nara sumber apa yang perlu diperbaiki dari produk mereka.
 
Mewakili GetAsean.Com Dalam Temu Bisnis UMKM Terfasilitasi Halal Dengan 7 Buyer
Dari 3 Toko Oleh-Oleh yang dihadirkan, ketiganya memberikan sinyalemen positif bahwa mereka siap menerima produk UMKM dengan syarat minimal sudah mendapatkan PIRT, berkemasan menarik dan menerima sistem konsinyasi. Dengan adanya sertifikat halal yang sudah diterima oleh para UMKM, akan sangat membantu promosi dari pihak Toko Oleh-Oleh. Sistem konsinyasi diberlakukan oleh Toko Oleh-Oleh karena mereka butuh waktu untuk mempromosikan produk UMKM dan menjajagi reaksi pasar. Mereka akan melakukan peninjauan produk baru setelah 3 bulan mereka pajang di toko mereka.

Ada pesan menarik dari para pengelola Toko Oleh-Oleh kepada para UMKM, mereka hampir selalu memiliki pengalaman sama ketika ada produk UMKM yang dijual di tokonya laris dan mereka mau repeat order ternyata UMKM sudah tidak produk jenis produk itu lagi.




Carefour yang sangat peduli dengan produk lokal dari UMKM juga menawarkan banyak fasilitas bagi UMKM yang sudah memiliki produk dengan kemasan yang sudah bagus, misalnya dengan program pojok rakyatnya. Jika produk baru dari UMKM ini selama 3 bulan peninjauan mampu terjual dengan baik, maka produk tersebut selanjutnya akan dibeli langsung oleh carefour sendiri.



GetAsean.Com Terkendala Kemasan Produk Dari UMKM

Presentasi GetAsean.Com mendapatkan perhatian dan antusias dari para UMKM yang sangat ingin tahu bagaimana bisa mengekspor produk mereka ke luar negeri dan hal ini berlanjut pada saat acara face to face setelah presentasi dari semua buyer. Hanya saja, masalah kemasan masih menjadi kendala bagi kami karena kebanyakan UMKM masih mengemas produk mereka dengan konsep oleh-oleh, di samping itu produk mereka memang rawan rusak/remuk dalam transportasi.

Dari UMKM sebanyak itu, GetAsean.Com mendapat 2 prospek supplier yang produknya memiliki kans untuk dipasarkan di GetAsean.Com yaitu produk abon ikan lele dan minuman herbal. Produk-produk tersebut sudah terkemas dengan baik dan memiliki prospek untuk dipasarkan ekspor.


Produk Minuman Herbal Serbuk "Riena" Dari Sukoharjo

Produk Abon Ikan Lele "Al Fadh" Dari Boyolali

Terlihat memang UMKM di Karesidenan Solo dan Salatiga sangat tertarik untuk bisa menjual produknya untuk pasar ekspor meskipun mereka juga memahami bahwa untuk saat ini produk mereka belum masuk standard, tetapi setidaknya mereka mendapatkan informasi cukup saat konsultasi tentang bagaimana meningkatkan kualitas produk dan kemasannya.