Laman

  • Home

Rabu, 02 Desember 2015

Jika Produk & Produksi Sudah OK, Maka Harus Berani Berpromosi

Promosi adalah satu tahapan penting dalam pemasaran ketika produk dan produksi sudah siap untuk melayani pasar. Tetapi promosi membutuhakan konsekwensi dalam biaya, atau ada sebagian yang sudah menganggap promosi adalah investasi dalam pemasaran.

Kami menyadari betapa berat UMKM untuk bisa mengakomodasi biaya promosi terutama iklan di media selain sosial media dan media online yang selama ini masih diumbar dengan FREE. Meskipun pada saatnya nanti pasti beriklan di media online pun pasti akan berbayar juga. Memang dipahami bahwa budaya gratis tidak akan bertahan selamanya, pasti akan ada akhirnya, oleh sebab itu perlu sekali dalam struktur biaya bisnis kita memasukkan anggaran promosi yang sebenarnya. 

Apakah sementara ini biaya promosi akan menjadi proporsi dalam HPP atau dianggap sebagai investasi, semua tergantung dari kemampuan finansial dari UMKM tersebut.




Adakah Iklan Media Cetak Yang Murah Untuk UMKM ?

Memang sulit mencari produk promosi (iklan) yang murah di media cetak, terutama media cetak yang terkemuka yang distribusinya menguasai target pasar kita. Mungkin ada yang menawarkan iklan yang murah, tetapi ketika kita melihat jumlah sirkulasi dan cetak korannya yang "kurang" mewakili pasar maka kita perlu mempertanyakan keefektfan dari iklan kita.

Belum lama ini kami mencoba berdiskusi dengan Dept Iklan Suara Merdeka, media cetak yang masih terbesar di Jawa Tengah, apakah mereka ada kepedulian terhadap "kemampuan" UMKM ketika mereka mau beriklan ? Ternyata mereka sudah mempersiapkan sebuah paket iklan yang memang disesuaikan dengan kemampuan UMKM.

Iklan display di media terkemuka pasti akan membebani finansial pelaku UMKM, terutama yang berskala kecil dan mikro. Mungkin berbeda dengan yang berskala menengah, karena mereka sudah ada kemampuan untuk membiayai iklan di media cetak, tetapi itupun tergantung dari kebutuhan promosi mereka. Untuk itu kami melirik "modifikasi" iklan kecik yang tampil seolah iklan display agar biaya iklannya bisa terjangkau oleh pelaku UMKM berskala mikro sekalipun.


Iklan Kecik, efektif dengan biaya terjangkau


Paket Iklan Sensasi Desember 2015, Iklan Kecik Berwajah Display


Tampilan Iklan Dalam Halaman Koran
Pasar Semarang merupakan pasar terbesar di Jawa Tengah, dan Suara Merdeka sendiri memiliki oplaag 50% di kota Semarang, oplaag ini sekitar 40.000 - 43.000 exemplar per hari, atau bisa dikatakan hampir 4-5 kali dari pesaing terdekatnya. Potensi baca di Semarang (readership) antara 4-5 orang, atau 1 koran bisa dibaca 4-5 orang, atau bisa dikatakan bahwa koran Suara Merdeka akan menjangkau 160.000 sd 200.000 per hari hanya di kota Semarang.

Dengan potensi pembaca yang sedemikian besar, Departemen Iklan menawarkan paket iklan SENSASI DESEMBER dengan harga yang terjangkau oleh pelaku UMKM yaitu Rp. 600.000,- untuk 4 kali tayang, atau Rp 150.000,- per tayang. Angka ini cukup murah jika dibandingkan dengan ukuran space iklan yang 2 kolom (7.7 cm) x 250 mm, cetak hitam-putih. Paket ini minamal 4 kali tayang, diperbolehkan oleh tayang lebih dari 4 kali.

Paket iklan ini bisa tayang setiap hari kecuali hari Jumat dan Sabtu, karena pada kedua hari tersebut tarif iklan berbeda dengan hari lainnya.

Paket ini memang dirancang dan dikemas untuk akrab dengan usaha kecil dan mulai efektif bulan Desember 2015. Bagi peminat paket iklan ini bisa berkoordinasi dengan Mas Salman - 08156596918 dari Dept Iklan Suara Merdeka.

Jangan Takut Beriklan

Sementara ini UMKM memang takut beriklan karena ada kekawatiran usaha mereka akan "tercium" oleh Pajak. Bisa dimaklumi, tetapi tidak akan selamanya bahwa usaha atau bisnis harus disembunyikan sementara produk kita perlu dikenal oleh masyarakat.Selama kita sudah menyiapkan manajemen keuangan dengan benar, maka kekawatiran ini perlu dikikis secara perlahan.

Kami pun dari Ruman UMKM juga melakukan upaya pendekatan kepada Dinas Pajak untuk "memberikan" keleluasaan "bernafas" kepada UMKM yang masih "memulai" usaha. Dan pendekatan ini kami lakukan terus menerus dengan memberikan informasi dan pengertian kepada pemerintah mengenai kondisi dan kemampuan binaan kami.

Berpikir jangka panjang atas masa depan usaha kita adalah hal yang terpenting, daripada hanya ketakutan terhadap pajak. Bahwa pajak pada akhirnya memang akan menjadi kewajiban UMKM ketika usaha mereka sudah mapan, dan perhitungan rugi dan laba mereka sudah benar.