Laman

  • Home

Minggu, 13 Desember 2015

Indonesia Technical Requirements Information System (INATRIMS)



Indonesia Technical Requirements Information System (INATRIMS)


INATRIMS adalah layanan online yang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia untuk memberikan informasi dan bimbingan untuk pelaku usaha Indonesia yang ingin ekspor ke pasar internasional, seperti Uni Eropa dan Tiongkok.

INATRIMS dirancang sebagai website portal untuk memandu pengguna untuk mengakses informasi pada kebutuhan pasar bersangkutan, standar dan peraturan untuk ekspor 10 produk utama dan 10 produk potensial, berdasarkan prioritas Program Departemen Perdagangan.

INATRIMS juga menyediakan informasi tentang layanan sesuai assesment yang tersedia di Indonesia.

Pasar Ekspor Makin Ketat, Kemendag Perkenalkan INATRIMS

Untuk tahap awal, sistem ini menyediakan informasi tentang persyaratan akses ke pasar Uni Eropa.

JAKARTA, Jaringnews.com -  Kementerian Perdagangan RI memperkenalkan INATRIMS atau Sistem Manajemen Informasi mengenai Peraturan Teknis Indonesia (Indonesia Technical Regulations Information Management System) dalam sebuah seminar, Rabu, 28/8. Seperti diketahui, INATRIMS adalah layanan online baru untuk mendapatkan akses lebih baik ke pasar ekspor.

Acara yang merupakan bagian dari rangkaian seminar yang diselenggarakan di lima kota (Surabaya, Jakarta, Makassar, Semarang dan Medan) ini dihadiri oleh para pelaku bisnis, termasuk perwakilan dari asosiasi-asosiasi bisnis dan eksportir.

“Dalam lingkup peningkatan ekspor, INATRIMS dapat menyediakan informasi yang berguna bagi mereka yang ingin mengakses informasi teknis seputar pasar ekspor,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Thomas Darmawan.

INATRIMS merupakan bagian dari Program Dukungan Perdagangan Ke-2 (EU-Indonesia Trade Support Programme II/ TSP II), yang bertujuan untuk meningkatkan akses Indonesia ke berbagai pasar ekspor.

INATRIMS berawal dari analisa secara mendalam tentang permasalahan yang ada. Berdasarkan rekomendasi dari analisis ini, TSP II telah mengembangkan sistem informasi berbasis internet untuk membantu eksportir dan produsen untuk dengan mudah memperoleh informasi yang relevan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Tujuan utama dari sistem informasi ini adalah untuk menyediakan semua informasi yang diperlukan oleh produsen dan eksportir di satu tempat yang sama, termasuk berbagai tautan ke situs pihak-pihak berwenang dan lembaga-lembaga penilaian kesesuaian (conformity assessment) terakreditasi di Indonesia. Sistem informasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan langsung para pengguna,” tegas Kepala Bagian Kerjasama dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Franck Viault.

“Uni Eropa bangga dapat bekerjasama dengan Indonesia dalam kegiatan penting ini yang mana akan membantu Indonesia mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar ekspor utama,” imbuhnya.

INATRIMS sendiri menyediakan informasi untuk 10 jenis produk utama yang memiliki nilai ekspor tinggi, termasuk kopi, produk otomotif, alas kaki, minyak kelapa sawit, udang, kakao, elektronik, hasil hutan, karet dan tekstil dan 10 komoditas potensial lainnya seperti minyak esensial, kerajinan tangan, produk kulit, tanaman obat, rempah-remah, ikan dan produk ikan, perhiasan, peralatan medis, makanan olahan dan alat tulis.

Untuk tahap awal, sistem ini menyediakan informasi tentang persyaratan akses ke pasar Uni Eropa. Pada tahap selanjutnya, informasi untuk akses ke pasar ekspor lainnya akan ditambahkan.

Sosialisasi INATRIMS

Kendala kualitas produk masih menjadi permasalahan utama dalam menembus pasar ekspor Uni Eropa, dan hal ini disikapi oleh Kementrian Perdagangan dengan memperkenalkan INATRIMS sebuah portal informasi berbasis internet yang menyediakan informasi tentang persyaratan akses ke pasar Uni Eropa. INATRIMS juga ditujukan untuk meningkatkan akses pasar ke EU, memberikan informasi regulasi dan standard yang dipergunakan di EU dan juga meningkatkan EQI (Export Quality Infrastructure).

















 Presentasi INATRIMS














Bagaimana Mengakses INATRIMS

Berikut adalah simulasi bagaimana mengakses dan menggunakan INATRIMS:





Pasar Ekspor Makin Ketat, Kemendag Perkenalkan INATRIMS

Johannes Sutanto de Britto
Seminar INATRIMS di Jakarta (Foto: Ist)
Seminar INATRIMS di Jakarta (Foto: Ist)
Untuk tahap awal, sistem ini menyediakan informasi tentang persyaratan akses ke pasar Uni Eropa.
JAKARTA, Jaringnews.com -  Kementerian Perdagangan RI memperkenalkan INATRIMS atau Sistem Manajemen Informasi mengenai Peraturan Teknis Indonesia (Indonesia Technical Regulations Information Management System) dalam sebuah seminar, Rabu, 28/8. Seperti diketahui, INATRIMS adalah layanan online baru untuk mendapatkan akses lebih baik ke pasar ekspor.
Acara yang merupakan bagian dari rangkaian seminar yang diselenggarakan di lima kota (Surabaya, Jakarta, Makassar, Semarang dan Medan) ini dihadiri oleh para pelaku bisnis, termasuk perwakilan dari asosiasi-asosiasi bisnis dan eksportir.

“Dalam lingkup peningkatan ekspor, INATRIMS dapat menyediakan informasi yang berguna bagi mereka yang ingin mengakses informasi teknis seputar pasar ekspor,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Thomas Darmawan.

INATRIMS merupakan bagian dari Program Dukungan Perdagangan Ke-2 (EU-Indonesia Trade Support Programme II/ TSP II), yang bertujuan untuk meningkatkan akses Indonesia ke berbagai pasar ekspor.

INATRIMS berawal dari analisa secara mendalam tentang permasalahan yang ada. Berdasarkan rekomendasi dari analisis ini, TSP II telah mengembangkan sistem informasi berbasis internet untuk membantu eksportir dan produsen untuk dengan mudah memperoleh informasi yang relevan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Tujuan utama dari sistem informasi ini adalah untuk menyediakan semua informasi yang diperlukan oleh produsen dan eksportir di satu tempat yang sama, termasuk berbagai tautan ke situs pihak-pihak berwenang dan lembaga-lembaga penilaian kesesuaian (conformity assessment) terakreditasi di Indonesia. Sistem informasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan langsung para pengguna,” tegas Kepala Bagian Kerjasama dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Franck Viault.

“Uni Eropa bangga dapat bekerjasama dengan Indonesia dalam kegiatan penting ini yang mana akan membantu Indonesia mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar ekspor utama,” imbuhnya.

INATRIMS sendiri menyediakan informasi untuk 10 jenis produk utama yang memiliki nilai ekspor tinggi, termasuk kopi, produk otomotif, alas kaki, minyak kelapa sawit, udang, kakao, elektronik, hasil hutan, karet dan tekstil dan 10 komoditas potensial lainnya seperti minyak esensial, kerajinan tangan, produk kulit, tanaman obat, rempah-remah, ikan dan produk ikan, perhiasan, peralatan medis, makanan olahan dan alat tulis.

Untuk tahap awal, sistem ini menyediakan informasi tentang persyaratan akses ke pasar Uni Eropa. Pada tahap selanjutnya, informasi untuk akses ke pasar ekspor lainnya akan ditambahkan.
- See more at: http://www.jaringnews.com/ekonomi/umum/65638/pasar-ekspor-makin-ketat-kemendag-perkenalkan-inatrims#sthash.NnlsLBEd.dpuf
Pasar Ekspor Makin Ketat, Kemendag Perkenalkan INATRIMS

Johannes Sutanto de Britto
Seminar INATRIMS di Jakarta (Foto: Ist)
Seminar INATRIMS di Jakarta (Foto: Ist)
Untuk tahap awal, sistem ini menyediakan informasi tentang persyaratan akses ke pasar Uni Eropa.
JAKARTA, Jaringnews.com -  Kementerian Perdagangan RI memperkenalkan INATRIMS atau Sistem Manajemen Informasi mengenai Peraturan Teknis Indonesia (Indonesia Technical Regulations Information Management System) dalam sebuah seminar, Rabu, 28/8. Seperti diketahui, INATRIMS adalah layanan online baru untuk mendapatkan akses lebih baik ke pasar ekspor.
Acara yang merupakan bagian dari rangkaian seminar yang diselenggarakan di lima kota (Surabaya, Jakarta, Makassar, Semarang dan Medan) ini dihadiri oleh para pelaku bisnis, termasuk perwakilan dari asosiasi-asosiasi bisnis dan eksportir.

“Dalam lingkup peningkatan ekspor, INATRIMS dapat menyediakan informasi yang berguna bagi mereka yang ingin mengakses informasi teknis seputar pasar ekspor,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Thomas Darmawan.

INATRIMS merupakan bagian dari Program Dukungan Perdagangan Ke-2 (EU-Indonesia Trade Support Programme II/ TSP II), yang bertujuan untuk meningkatkan akses Indonesia ke berbagai pasar ekspor.

INATRIMS berawal dari analisa secara mendalam tentang permasalahan yang ada. Berdasarkan rekomendasi dari analisis ini, TSP II telah mengembangkan sistem informasi berbasis internet untuk membantu eksportir dan produsen untuk dengan mudah memperoleh informasi yang relevan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Tujuan utama dari sistem informasi ini adalah untuk menyediakan semua informasi yang diperlukan oleh produsen dan eksportir di satu tempat yang sama, termasuk berbagai tautan ke situs pihak-pihak berwenang dan lembaga-lembaga penilaian kesesuaian (conformity assessment) terakreditasi di Indonesia. Sistem informasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan langsung para pengguna,” tegas Kepala Bagian Kerjasama dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Franck Viault.

“Uni Eropa bangga dapat bekerjasama dengan Indonesia dalam kegiatan penting ini yang mana akan membantu Indonesia mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar ekspor utama,” imbuhnya.

INATRIMS sendiri menyediakan informasi untuk 10 jenis produk utama yang memiliki nilai ekspor tinggi, termasuk kopi, produk otomotif, alas kaki, minyak kelapa sawit, udang, kakao, elektronik, hasil hutan, karet dan tekstil dan 10 komoditas potensial lainnya seperti minyak esensial, kerajinan tangan, produk kulit, tanaman obat, rempah-remah, ikan dan produk ikan, perhiasan, peralatan medis, makanan olahan dan alat tulis.

Untuk tahap awal, sistem ini menyediakan informasi tentang persyaratan akses ke pasar Uni Eropa. Pada tahap selanjutnya, informasi untuk akses ke pasar ekspor lainnya akan ditambahkan
- See more at: http://www.jaringnews.com/ekonomi/umum/65638/pasar-ekspor-makin-ketat-kemendag-perkenalkan-inatrims#sthash.NnlsLBEd.dpuf