Laman

  • Home

Jumat, 25 Desember 2015

Bagaimana Menjual Snack Buatan Anda Sendiri ?

Bagaimana Menjual Snack Buatan Anda Sendiri ?

Ketika anda memiliki camilan (snack) buatan sendiri yang teman-teman dan keluarga terus meminta, itu logis untuk berpikir tentang mengubah hobi anda menjadi bisnis yang menguntungkan. Distribusi komersial makanan ringan anda berbeda secara mendasar dari penjualan kerajinan lainnya dan mengharuskan anda untuk mendapatkan lisensi tambahan. Sebelum Anda mulai menjual makanan ringan buatan anda sendiri, pertimbangkan ukuran pasar yang ingin anda masuki dan seberapa cepat anda ingin tumbuh.


Langkah1 - Dapur Produksi

Buat dapur produksi yang memenuhi standard keamanan pangan dan sanitasinya. Selain kelengkapan fasilitas dan lay out produksi, kebersihan
dan sanitasi dapur produksi menjadi syarat utama dalam memproduksi snack yang akan kita jual. Pertimbangan kapasitas produksi juga menjadi dasar perencanaan dapur produksi.



Langkah 2 - PIRT/MD

Ajukan permohonan PIRT terlebih dahulu untuk produksi makanan ini. Ijin ini diperlukan bagi siapa saja yang menangani makanan dan menunjukkan bahwa Anda memiliki pemahaman yang baik tentang praktek keamanan pangan dan sanitasi. Hubungi departemen kesehatan setempat untuk belajar tentang proses mendapatkan PIRT ini. Untuk produk yang menggunakan daging, ikan dan susu dalam keadaan basah dibutuhkan ijin MD dari BPOM.


Langkah 3 - Resep Standar

Buat Resep. Standar ini yang memastikan bahwa anda akan selalu membuat dan menjual produk dengan kualitas yang sama untuk semua pelanggan Anda. Penting sekali untuk memiliki resep standar sehingga anda dapat membuat label, dengan bahan-bahan dan nilai gizi tertentu sebagaimana standar yang disesuaikan dan ditentukan oleh kebutuhan pasar.

Langkah 4 - Jaminan Keamanan Pangan

Kembangkan metode untuk menyajikan paket produk anda. Pastikan bahwa semua bahan yang Anda gunakan adalah "food grade" untuk memastikan makanan ringan anda aman untuk dikonsumsi. Jangan gunakan zat pengawet, zat pewarna dan pengenyal yang berbahaya dalam makanan (snack) yang ada produksi.


Konsumen juga harus dijamin dengan kebersihan fasiltas produksi dan proses produksi, sehingga makanan terbebas dari bakteri dan mikroba yang menyebabkan penyakit. Uji laboratiorium atas hasil produksi anda dari mikroba dan logam berat juga akan sangat membantu anda dalam memberikan jaminan keamanan pangan.

Langkah 5 - Inspeksi Dari Dinas Terkait

Lolos inspeksi dari Dinas Kesehatan untuk kebersihan dan sanitasi fasilitas produksi dalam mendapatkan ijin PIRT. Untuk sertifikat halal juga akan ada inspeksi dari MUI untuk bahan baku dan perolehannya, proses produksi dan sebagainya. Dari BPOM juga akan melakukan inspeksi dalam kaitannya untuk perolehan ijin MD.

Langkah 6 - Ijin Usaha

Mengamankan izin usaha yang dibutuhkan. Selain izin usaha lokal, yang bisa Anda dapatkan dari kota atau kabupaten, anda akan memerlukan lisensi penjualan makanan itu. Hubungi departemen kesehatan setempat tentang bagaimana untuk mendapatkan lisensi vendor makanan itu.


Untuk saat ini, ijin usaha kecil cukup dengan mengajukan IUMK melalui kelurahan dan kecamatan setempat.

Langkah 7 - Pemasaran

Menemukan ceruk pasa, mulai dari kerabat, keluarga dan teman yang sudah memiliki pengalaman dengan produk yang anda produksi. Mengenal pasar anda merupakan modal utama dalam pemasaran produk anda. Berawal dari produk yang ada jual direncanakan untuk melayani segmen apa, target pasarnya siapa. Segmentasi dan targeting ini merupakan informasi penting dalam penentuan strategi produk, harga, chanel pemasaran dan promosinya.


Kesalahan mengenali pasar bisa berakitat kita tidak efesien dan efektif dalam melakukan pemasaran dan membuat banyak biaya terbuang sia-sia.

Langkah 8 - Disarankan, Mengasuransikan Usaha Anda

Mendapatkan asuransi komersial. Selain untuk melindungi properti Anda dalam hal kerugian, asuransi komersial juga akan melindungi Anda jika pelanggan jatuh sakit setelah makan produk anda dan meminta kompensasi atas kerugian.


Hal ini sering diabaikan oleh para pelaku UMKM karena dianggap tidak penting, karena jarang terjadi. Padahal yang kita asuransikan adalah investasi dan usaha kita selama waktu yang akan kita jalani mendatang agar tidak hilang sia-sia karena adanya musibah atau bencana.

Langkah 9 - Membangun Jaringan Pemasaran

Membangun hubungan dengan pelanggan baru dan prospektif. Mempertimbangkan menawarkan contoh gratis dari makanan ringan Anda untuk membantu penjualan aman. 


Hubungan baik dengan pelanggan dan prospek customer merupakan upaya mendasar dalam membangun jaringan pemasaran anda. Yang anda butuhkan dari pelanggan anda adalah rekomendasi mereka kepada kerabat, keluarga dan teman mereka.

Selain itu, hubungan dengan sesama produsen juga akan banyak memberikan manfaat dalam kerjasama pemasaran, baik bundling produk atau saling memberikan informasi pasar. 

Demikian mengenai 9 tips usaha menjual snack buatan anda yang mungkin bisa membantu anda yang memiliki hobby membuat kue dan snack dalam mengembangkan usaha komersial. Kesuksesan sering menghambiri orang yang memiliki usaha dari dasar hobby.