Laman

  • Home

Kamis, 26 November 2015

Sosialisasi Revitalisasi Sarana & Prasarana Penunjang Eksport

Sosialisasi Revitalisasi Sarana & Prasarana Penunjang Ekspor di Propinsi Jawa Tengah
Hari Kamis 26 November 2015 bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, Sosialisasi Revitalisasi Sarana dan Prasarana Penunjang Ekspor di Propinsi Jawa Tengah digelar dengan prakarsa Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan. Hadir sebagai nara sumber dalam acara ini adalah Bapak Eri Panggabean GM PT Pelindo 3 Cabang Semarang (TPKS), Bapak Yendra dari Kantor Bea Cukai Tanjung Mas Semarang dan Bapak Taufiqur Rahman dari Bank Exim Solo.

Untuk peserta sosialisasi dihadiri pengurus asosiasi yang terkait dengan ekspor dan juga para eksportir dari berbagai daerah.

Paparan yang cukup menarik disampaikan oleh TPKS (Terminal Peti Kemas Semarang) yang menyampaikan progress TPKS terkini yang sedang berbenah menjadi terminal peti kemas terkemuka di ASEAN. Berbagai sistem otomasi dan modern sedang dalam proses penerapannya di TPKS disamping perluasan dermaga dan terminal kontainer. Melihat progress yang telah dicapai oleh TPKS bisa dijamin bahwa pelayanan bongkar muat menjadi semakin cepat dan mudah, disamping kapasitas layanan yang juga meningkat hampir 3 kali lipat dari kapasitas semula.

Sistem INSW (Indonesia National Single Window) yang merupakan sistem online dari TPKS, Bea Cukai dan Karantina juga merupakan sarana mempercepat dan mempermudah proses pelayanan di TPKS. Dengan sistem yang terpadu dan online ini diharapkan praktek-praktek pungutan liar tidak akan terjadi lagi di TPKS, disamping juga akan memperbesar upaya efisiensi biaya yang terjadi dalam proses ekspor dan impor.
 






Tidak kalah menariknya adalah presentasi dari Bank Exim yang memiliki visi mendorong ekspor Indonesia terutama dari kalangan UMKM. Program-program pembiayaan dari Bank Exim dalam mendorong ekspor mulai dari pembiayaan pengadaan bahan baku, modal kerja dan juga investasi merupakan daya tarik tersendiri dari program revitalisasi sarana dan prasarana penunjang ekspor.

Untuk lebih jelasnya dalam posting berikutnya kami akan melampirkan presentasi dari ke-3 nara sumber tersebut di atas. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi UMKM yang berorientasi ekspor dan berkemampuan ekspor.