Laman

  • Home

Kamis, 19 November 2015

Krisis ? Mungkin Hanya Masalah Mindset

Mendengar keluhan dari teman-teman UMKM belakangan hari ini, saya merasa perlu teman diskusi dan gayung pun bersambut ketika Pak M Isa Ismail, GM MesaStila Magelang rela meluangkan waktu untuk saya pada hari Rabu lalu di UMKM Center Jawa Tengah. Sebenarnya keinginan kami untuk ngobrol bareng sudah cukup tertunda-tunda karena kesibukan masing-masing, namun pada hari Rabu lalu dengan cara spontanitas sehari sebelumnya kami akhirnya bisa bertemu untuk ngobrol dan berdiskusi seputar nasib UMKM di Jawa Tengah di dalam kondisi krisis ini.

Muhammad Isa Ismail, GM MesaStila Magelang

Penurunan Omzet Mulai Terasa Akhir-akhir ini.

Awal diskusi saya mulai dengan menceritakan beliau mengenai kondisi-kondisi yang saya temui di lapangan terkait menurunnya omzet teman-teman UMKM akhir-akhir ini baik dalam penjualan offline maupun online. Bahkan ada sementara informasi yang masuk kepada kami bahwa beberapa UMKM mulai berguguran karena tidak mampu bertahan. 

Saya pun telah melakukan investigasi kepada pedagang kaki lima, warung-warung pinggir jalan, kurir dan ekspedisi, hampir semua dari mereka mengindikasikan adanya penurunan omzet yang semakin terasa akhir-akhir ini.

Benarkah hal ini karena krisis ? Atau justru karena ketakutan kita akan "krisis" sehingga kita merasa bahwa kondisi ini "berbeda" dengan kondisi "biasanya" ?

Rekan diskusi saya ini pernah mengalami "krisis" dalam bisnisnya ketika Gunung Kelud meletus dan 5 Bandara di Jawa menutup operasi sehingga tidak ada satu tamu pun datang ke resort-nya. Sampai kemudian kondisi "ketakutan" akan gunung meletus beliau abadikan menjadi sebuah event (brand event) yang berkelas internasional, yaitu The Rapha Continental Sepeda dan The Rapha Continental Marathon. Bukan main-main event ini, karena tantangannya adalah melintas 5 puncak gunung di Jawa Tengah. Untuk marathon bahkan bukan cuma 10K melainkan 100K atau 20 jam berlari melintas 5 gunung di Jawa Tengah.

Sebuah pembelajaran dari apa yang dinamakan krisis, meskipun berbeda situasi, tetapi tetap saja apa yang dilakukan oleh Mas Isa Ismail ini adalah sesuatu yang inspiratif bagi semuanya.

Mengatasi Krisis Dengan Mindset Yang Positif.

Kebiasaan orang kita adalah "Kagetan & Gumunan" (Mudah Terkejut dan Mudah Kagum) terhadap sesuatu hal yang baru. Ketika ada MEA yang seharusnya adalah hal yang biasa dan wajar akan terjadi, seolah semua jadi bingung dan cemas yang berlebihan. Meskipun harus disikapi dengan waspada dan sistematis, MEA tidak harus menjadi momok bagi UMKM karena di dalamnya juga tersimpan peluang pasar ekspor.

Nah, repotnya saat ada kondisi yang seharusnya "lebih menakutkan" dari MEA, pemerintah justru masih disibukkan dengan "pesta penyambutan" MEA. Padahal saat ini perlambatan ekonomi justru lebih menyita kecemasan UMKM karena terjadi penurunan transaksi dan penurunan permintaan atas produk UMKM. Apakah penurunan pembelian dari masyarakat ini adalah karena penurunan daya beli atau karena "kehati-hatian" masyarakat untuk konsumsi karena pengaruh informasi mengenai krisis yang terjadi di Indonesia ? Hal ini perlu dicermati.

Kita kita berpikir bahwa ketika krisis kita harus "bertahan" tanpa "bergerak" maka situasi krisis akan semakin parah. Lain halnya dengan beberapa pengusaha besar yang ketika krisis mereka justru berinvestasi dan berbenah, mereka belajar dari krisis-krisis sebelumnya, sehingga mereka ketika selesai krisis justru bisnisnya berkembang pesar dan berlipat-lipat. Sebut saja SIDO MUNCUL, yang saat krisis yang lalu justru membangun pabrik yang lebih besar dan nyatanya benar bahwa setelah krisis bisnisnya justru berkembang pesat.

Jadi semua kembali kepada bagaimana "cara" kita memandang krisis ini, jika kita pandang krisis ini sebagai suatu peluang untuk memicu kreativitas dan instrospeksi usaha maka krisis akan menjadi ajang untuk "menata ulang" sistem yang belum efisien dan efektif untuk menjadi leibh efisien dan efektif, membangun kreativitas dan inovasi yang lebih produktif lagi.

Bagaimana kita bisa lebih mengeksplorasi bahan baku lokal, mengoptimalkan teknologi, mengekplorasi kreativitas dan invonasi SDM dan juga keandalan sistem manajemen usaha kita merupakan "agenda" pembelajaran yang harus dilakukan saat krisis. Bisa jadi hal-hal tersebut selama kondisi "normal" justru diabaikan oleh teman-teman UMKM, dan baru bisa dirasakan pentingnya ketika kondisi sedang krisis.

Saya selalu menekankan kepada teman-teman bahwa kondisi krisis bersifat sementara, karena ekonomi dunia akan menemukan titik equilibrium (keseimbangan) lagi ketika semua roda ekonomi bergerak (meskipun pelan), asalkan tidak ada yang berhenti bergerak. Produsen pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan harus tetap bergerak sebagai pemicu pergerakan roda ekonomi. Sektor perdagangan akan mengikutinya, sebagai sektor-sektor pendukung lainnya. Untuk itu UMKM harus tetap eksis dan bergerak agar kondisi krisis cepat bergulir membaik.