Laman

  • Home

Jumat, 22 Juli 2016

Sudah Saatnya Pasar Tradisional Berbenah Menjadi Obyek Wisata


Setiap hari dalam klinik bisnis kami, UMKM produsen yang sebagian besar produknya adalah makanan dan minuman mengeluhkan pemasaran produk mereka dan setiap hari pula kami harus memberikan solusi mulai dari bagaimana mereka meningkatkan kualtias produk mereka sampai dengan kemasannya sampai dengan strategi pemasarannya.

Seringkali kita berpikir terlalu jauh dan berharap terlalu besar dengan adanya pasar-pasar modern yang mulai bertumbuhan di setiap daerah yang ternyata penyerapan terhadap produk UMKM belum terlalu besar. Bahkan kadang sistem pembayaran yang diterapkan oleh beberapa di antara membuat UMKM meriang karena kehabisan modal usaha sebagai akibat panjangnya tempo pembayaran. UMKM kita sendiri lupa bahwa pasar tradisional memberikan peluang yang sama besarnya dengan pasar modern, dan hal itu sudah dibuktikan oleh beberapa UMKM lokal yang berpikiran sederhana dan jeli melihat dan mengenali pasarnya.

Bagaimana Membuat Pasar Tradisional Menarik ?

Saat ini memang pasar tradisional mendapatkan banyak pesaing dari pasar modern yang bermunculan di sana-sini yang ternyata mendapatkan porsi perhatian lebih dari UMKM dan masyarakat. Pasar tradisional yang ibarat gadis desa yang belum bersolek hampir "tidak dipikirkan" lagi oleh mereka, padahal potensinya bisa jadi sangat luar biasa.

Bahwa pasar tradisional harus berbenah dan harus bisa menjadi destinasi wisata lokal karena menjajakan produk lokal yang bersifat khas dan unik. Pasar tradisional harus menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang sebagai tujuan wisata, harus bersih dan penataannya rapi. Makan di tempat dan pusat kuliner akan menjadi suatu daya tarik bagi pasar tradisional. 

Kesan murah dan unik pada pasar tradisional masih melekat pada masyarakat, dan hal ini adalah peluang yang bisa dikembangkan dalam menggarap pusat kuliner di tengah pasar tradisional. Kunjungan pembeli merupakan "daya tarik" tersendiri dalam mempromosikan produk UMKM lokal yang "seharusnya" bersarang di pasar tradisional.

Kekhasan dan keunikan produk di pasar tradisional memudahkan pengunjung dari luar daerah dalam menentukan tujuan kunjungan. Hal ini pun kami lakukan ketika berkunjung di daerah-daerah, tujuan utama kami justru pasar tradisional. Tujuan kami adalah untuk melihat "potret" produk lokal yang dijajakan di pasar tradisional, tetapi ternyata kami tidak melihat potret yang lengkap karena UMKM lokal justru tidak memasarkan produknya di pasar tradisional.

Kami berharap dari tulisan ini pemerintah daerah di Jawa Tengah tergugah untuk menggarap pasar tradisional semenarik pasar modern dan menjadikan pasar tradisional menjadi andalan pariwisata daerah karena di situlah produk lokal terpajang lengkap dalam etalase tradisional yang khas dan unik.