Laman

  • Home

Sabtu, 10 Oktober 2015

Contoh : Bisnis Plan Usaha Konveksi

Melengkapi tulisan sebelumnya, bersama ini kami berikan contoh business plan dari Mas Faizal Amin untuk usaha konveksi. Semoga contoh ini bisa bermanfaat bagi yang ingin mengawali usaha konveksi.





ANALISA
 
a.   Analisa jenis usaha
Pasar yang mudah dijangkau dan tidak banyak makan biaya angkut. Bisnis konveksi sangat menjanjikan untuk menjadi pengusaha sukses. Saat ini banyak pedagang grosir yang menjual berbagai jenis pakaian jadi di pasaran, motifnya biasa-biasa saja(murah). Hal ini menjadi peluang potensial untuk membuka bisnis konveksi yang bernuansa tradisional sampai yang mewah. Karena setiap orang memiliki selera yang berbeda. kebanyakan pedagang hanya mengandalkan harga murah saja, namun kualitas bahan yang digunakan tidak diperhatikan. Bisnis yang kami rencanakan ini akan membuat konsumen tidak hanya puas dengan harga yang relatif murah, namun konsumen juga akan puas dengan motif yang ditawarkan. sehingga konsumen akan menjadi loyal. Hal ini akan di pantau dengan selalu mencari motif yang lebih baru dan memperhatikan motif yang bagus dan menarik.
 
b.   Analisis lingkungan
1.      Permintaan industri

Melihat tingginya permintaan produk pakaian jadi di pasar grosir  menjadikan usaha kami akan berhasil dalam waktu yang cukup pendek, karena melihat permintaan yang cukup tinggi dan tidak hanya mendekati hari raya idul fitri permintaan semakin tinggi. 

2.      Persaingan industri

Dilihat dari pesaing didalam pasar grosir, persaingannya cukup tinggi, terutama para industri rumahan di sekitar pasar yang dan industri dari luar kota seperti pekalongan,solo dan jakarta yang kwalitas baik dengan harga lebih murah, mereka meniru/membuat model yang sangat laris dipasaran dengan harga yang lebih murah.

3.      Lingkungan tenaga kerja

Perusahaan kami membutuhkan tenaga penjahit yang profesional, dalam hal tenaga kerja penjahit di kudus banyak SDM tersebut,sehingga tidak perlu gaji yang tinggi untuk gaji karyawan cukup dengan Rp25.000 mereka sudah puas dengan gaji tersebut, sehingga akan membuat biaya produksi kami lebih rendah.

RENCANA PRODUKSI

a.       Proses produksi sebuah gamis
  1. Kain soft jins dengan timbul bunga-bunga di proses dalam pemotongan.
  2. Kain yang telah di potong sesuai desain di bordil di dalam mesin bordil.
  3. Kain yang telah selesai di bordil di jahit sesuai desain dan di beri riesleting.
  4. Setelah selesai penjahitan dan pemasangan riesleting kemudian di obras agar mendapatkan kualitas yang rapi dan halus.
  5. Setelah itu penyetrikaan.
  6. Setelah selesai di setrika lalu di masukkan dalam plastik.
  7. Dan yang terakhir di ikat dengan tali, 1 ikat berisi 10 potong. 

b.      Lokasi

Bentuk bisnis kami adalah bisnis konveksi yang pendistribusiannya langsung ke pedagang grosir, kami merencanakan lokasi bisnis kami dekat dengan pasar grosir dan dekat dengan penyedia bahan baku (kain, benang, dll), dan mudah dijangkau oleh para karyawan kami.

c.       Lay out 
Ruang penjahit berukuran 40 x 30 meter untuk menampung 60 mesin jahit dan 6 mesin obras, dengan duduk saling berhadapan para penjahit bekerja(ruang di belakang). Ruang khusus mesin bordil dan karyawan berukuran 15x5 meter untuk menampung 1 mesin bordil, 1 mesin bordil panjangnya 12 meter dan lebarnya 3 meter(ruang di samping ruang jahit), Ruang pemotongan kain berukuran 20 x 20 untuk 4 karyawan pemotong kain(ruang di belakang penjahit). Ruang penyimpanan barang yang sudah siap kirim berukuran 5x5 meter(ruang di samping garansi mobil). Ruang penyetrika dan pengemasan berukuran 5x5 meter(ruang disamping penyimpanan barang). Ruang penyimpanan bahan baku kain, benang, kancing, dll berukuran 5x4 meter(ruang di samping penyetrika). Ruang istirahat, tempat makan siang dan musola berukuran 40x30 meter. Ruang tim kreatif dan gambar bordil berukuran 6x4 meter untuk 3 orang. Garansi mobil pengiriman barang 3x2 meter (ruang di depan). Tempat parkir untuk para karyawan berukuran 10 x 2 meter(didepan garansi mobil) . Ruang kantor administrasi dan keuangan berukuran 5x4 meter untuk 2 orang karyawan.Jadi luas keseluruhan tempat produksi kami 1935 meter. Bangunan perusahan bentuknya ada 2 lantai lantai 1 untuk produksi dan lantai 2 untuk istirahat,  makan dan salat, di setiap ruang terdapat kamar mandi.
d.      Rencana penjualan produksi

Kami mempunyai penjahit profesional 50 orang setiap orang minimal  perhari 30 potong baju. Dengan menggunakan rumus forcast produksi=forcast penjualan+persediaan akhir, jumlah produksi perhari adalah 1500 potong baju, dengan forcast penjualan 1000, dan persediaan akhir per hari 500 potong, persediaan akhir ini dijual pada hari sabtu dan minggu dimana pada hari sabtu dan minggu para karyawan libur. 
e.       Pemasok
Kami mempunyai 2 pemasok kain kanfas, soft jins, katun, dan kain-kain yang bermotif baru dengan 1 pemasok benang (accecoris), pemasok datang mengirim bahan tiap 3 hari sekali, setiap ada motif  kain baru pemasok menawarkan dengan membawa contoh motif kain baru tersebut. Jarak tempat produksi kami dengan pemasok bahan tidak jauh masih dalam satu kota, sehingga kami tidak ada kekhawatiran kehabisan bahan baku.


RENCANA PEMASARAN
a.      Analisis target pelanggan/ konsumen

Target pelanggan kami adalah para pedagang di pasar grosir, dengan modal yang cukup besar perusahaan kami masuk ke dalam pasar grosir, kami tidak membutuhkan pedagang (pelanggan) yang banyak bagi kami cukup 10 pedagang, dengan daya beli 100 potong perhari di setiap pedagang.

b.      Strategi  penentuan harga
1.      Penentuan harga berdasarkan Biaya Produksi

Harga kami tentukan dengan menghitung semua biaya produksi per potong ditambah Rp 5000, misal semua bahan dan biaya produksi adalah Rp 50.000 harga jualnya menjadi Rp 55.000 perpotong.
2.      Penentuan Harga Berdasarkan Permintaan
Namun pada 2 bulan sebelum hari raya idul fitri keuntungan per potong kami tingkatkan menjadi Rp7000, karena semakin banyaknya permintaan.
c.       Strategi  promosi
1.      Penjualan personal (Personal Selling)
Dengan secara personal kami melakukan penjualan dengan tidak banyaknya konsumen yang kami rencanakan, dengan membawa beberapa contoh produk kami menawarkan langsung pada calon pelanggan atau konsumen kami.
2.      Hubungan Masyarakat (publik relation)
Promosi kami juga dengan mengenalkan,membangun citra produk dan memberi kesan yang baik pada masyarakat lewat jejaring sosial face book, untuk masalah membeli bisa datang ke pelanggan kami yang ada di pasar grosir. Dengan seperti itu kami bisa lebih menghemat biaya promosi, karena di face book promosinya gratis.
d.      Strategi  Distribusi
1.      Saluran Langsung
Melakukan transaksi secara langsung pada pelanggan dengan perantara pemasaran. Barang kami yang sudah siap kirim kami distribusikan ke pasar grosir, model pendistribusiannya kami menjual secara grosir, kami tidak memberikan barang di semua  pedagang namun kami memberikan barang pada tiap blok, tiap blok hanya ada 2 kios atau pedagang, tujuannya adalah meningkatkan keuntungan, dan menghindari banyaknya persaingan antar pedagang.
e.       Strategi produk
1.       Fleksibilitas produk
Fleksebilitas produk yang akan menciptakan variasi-variasi atas berjalannya waktu, sesuai trend dan dari permintaan konsumen atau pelanggan. Dan juga membuat variasi-variasi produk dengan ber experimen yang dilakukan oleh tim kreatif.


RENCANA KEUANGAN


a.       Biaya pembelian mesin:
  • Mesin pemotong kain 4 unit per unit Rp 400.000 = Rp1,6jt
  • Membeli mesin jahit sebanyak 60 mesin per unitn Rp1.500.000 = Rp90jt
  • Mesin obras sebanyak 4 unit, per unit nya Rp 2.000.000 = Rp8jt
  • Mesin pasang kancing 2 unit Rp 600.000 = Rp1,2jt
  • Mesin bordil 1 unit = Rp 190jt
  • 1 unit Komputer untuk gambar bordil= Rp4jt 
  • Jumlah keseluruhan = Rp 294.800.000

b.      Biaya operasional per bulan
  • Biaya tagihan listrik perbulan = Rp 1.500.000
  • Biaya penyusutan mesin 10% = Rp 29.480.000
  • Biaya transportasi (solar) untuk pengiriman barang per hari = Rp 50.000
  • Biaya makan siang perhari untuk 70 karyawan Rp5000 x 70 = Rp 350.000
  • Gaji satpam dan clining service = Rp 6.400.000
  • Gaji karyawan jahit Rp30.000 x 50 = Rp 1.500.000
  • Gaji karyawan obras Rp20.000 x  4 = Rp 80.000
  • Gaji  karyawan penyetrika dan pengemasan Rp 20.000 x  4 = Rp 80.000
  • Gaji tim kreatif dan desain gambar bordil Rp 40.000 x 4 = Rp160.000
  • Gaji karyawan potong kain Rp 30.000 x 4 = Rp120.000
  • Gaji sopir = Rp 40.000
  • Gaji marketing Rp50.000 x 2 = Rp 100.000
  • Gaji karyawan administrasi = Rp 50.000 
Jumlah keseluruhan = Rp 2.530.000
Jumlah keseluruhan perbulan, x 20  = Rp 87.980.000
c.       Biaya bahan baku
  • 1pis kain Rp 1.700.000 x 28 = Rp 47.600.000
  • Harga 1 benang Rp1500, x 375 = Rp 562.500
  • Biaya bordil per potong Rp 4000 , x 1500 = Rp 6.000.000
  • Riesleting 1 = Rp500, x 1500 = Rp 750.000
  • Kemasan 1 potong Rp200, x 1500 = Rp 300.000
  • Jumlah keseluruhan dikali 20 hari kerja = Rp1.104.250.000

d.      Jumlah biaya perbulan secara keseluruhan
  • Jumlah biaya bahan baku = Rp1.104.250.000
  • biaya operasional = Rp 87.980.000 )+
  • Jumlah keseluruhan = Rp 1.192.230.000
e.       Arus kas penerimaan per hari
  • Rata-rata harga jual barang kami adalah = Rp 50.000
  • 1000 potong x Rp50.000 = Rp50jt, x 30 hari = Rp1.500.000.000
  • Dikurangi semua biaya pengeluaran = Rp 1.192.230.000-
  • Keuntungan perbulan kami = Rp 308.230.000

RENCANA PERSONALIA

Spesifikasi pekerjaan karyawan
a.       Marketing (2 marketing) bertugas sebagai berikut:
1.      Menawarkan produk pada konsumen.
2.      Bertanggung jawas atas semua pembayaran barang.
3.      Menentukan harga yang lebih spesifik.
4.      Menentukan nilai lebih pada setiap produk.
5.      Menampung semua keluhan dan masukan dari pelanggan.
6.      Melaporkan pada tim kreatif tentang kekurang produk.
7.      Melaporkan semua penerimaan uang, pada bagian keuangan.
b.      Tim kreatif (3 orang) bertugas sebagai berikut:
1.      Membuat gambar-gambar bordil
2.      Membuat desain baru
3.      Mencari produk yang lebih unik dan menarik
4.      Memperbaiki desain, yang dilaporkan marketing ada kekurangan.
c.       Bagian keuangan (2 orang) bertugas sebagai berikut:
1.      Mencatat semua keluar masuk nya uang
2.      Memberikan upah pada semua karyawan
3.      Mengabsen untuk semua karyawan
4.      Menyiapkan dana untuk pengeluaran per hari maupu per bulan
d.      Pemotong kain (4 orang)bertugas :
1.      Memotong kain sesuai pola yang telah di buat tim kreatif
e.       Operator mesin bordil (3 orang, tiap 8 jam ganti) bertugas:
1.      Menjalankan mesin
2.      Menyesuaikan potongan kain yang telah di potong sesuai pola
f.       Penjahit (50) bertugas :
1.      Menjahit kain yang telah di potong sesuai desain
2.      Memasang riesleting
g.      Pengobras (5 orang) bertugas :
1.      Mengobras semua jahitan yang telah selesei di jahit dan dipasang riesleting
2.      Membersihkan sisa-sisa benang jahitan dan bordil
h.      Penyetrika (4 0rang) bertugas:
1.      Menyetrika baju yang telah di obras
2.      Melipat baju dengan rapi
3.      Memasukkan kedalam plastik
4.      Mengikat dengan tali baju-baju yang telah di masukkan kedalam palstik
i.        Sopir (1 orang)bertugas:
1.      Mengantar barang ke pasar grosir
2.      Merawat mobil pengiriman barang
3.      Membantu mengangkat barang ke tempat pedagang
j.        Satpam (3 orang) bertugas
1.      Menjaga keamanan lingkungan pabrik pada siang dan malam hari
k.      Cleaning service (5 orang) bertugas:
1.      Membersihkan ruang kerja setelah dan sebelum para karyawan mulai kerja 
 


RENCANA STRATEGI
a.       Strategi persaingan

1.      Focus dengan kwalitas yang lebih baik
Suatu cara untuk memenangkan persaingan khususnya pada konveksi adalah dengan membandingkan produk yang di hasilkan dengan produk pesaing. Dalam hal ini keunggulan produklah yang akan membedakannya dari produk pesaing. Kami menggunakan strategi kwalitas barang yang bagus, desain sesuai trend, unik, menarik, cantik,  dan jahitan yang rapi untuk bersaing dengan konveksi lain.
2.      Penentuan harga prestise
Menggunakan harga diatas pesaing karena mempunyai keunggulan tersendiri dan untuk meraih kesan terbaik dari pesaing-pesaing lain.
b.      Strategi pengembangan wilayah pemasaran

Wilayah pemasaran akan direncanakan di perluas ke luar kota, seperti di surabaya disana ada pasar grosir besar yaitu di pasar kapasan. Dengan model titip barang dan bayarnya menggunakan bilyet giro para pedagang akan lebih tertarik untuk mencoba produk kami, tapi setelah produk kami laku dipasaran Surabaya kami akan memberlakukan model cash, tidak menggunakan bilyet giro lagi, ada uang ada barang.

c.       Strategi pengembangan produk

1.      Strategi pengembangan produk baru
Produk baru dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar dan dengan selalu mengikuti trend yang ada, dengan melihat dan mengikuti pameran- pameran busana. Tim kreatif yang bertanggung jawab atas pengembangan produk, tetapi kami tidak hanya mengandalkan tim kreatif saja untuk mengembangkan produk kami, tapi kami juga menerima masukan dari para pelanggan tentang produk-produk yang lebih bagus, unik, menarik, dan cantik. Selain itu kami selalu menjaga kwalitas jahitan dan kemasan untuk menjaga nama merek kami.