Laman

  • Home

Selasa, 29 September 2015

Peluang Bisnis Warung Nasi Uduk & Pecel Ayam

Gelombang wirausaha mulai melanda masyarakat karena kebutuhan-kebutuhan ekonomi yang sulit dipenuhi dari gaji seorang pegawai atau karyawan swasta. Bahkan dengan banyaknya PHK akhir-akhir ini, maka solusi wirausaha mulai dipertimbangkan oleh para korban PHK.

Lantas usaha apa yang akan dimulai oleh para karyawan atau pegawai dan korban PHK ? Tentunya usaha yang mudah dilaksanakan dan modalnya terjangkau. Tulisan kali ini sekedar memberikan inspirasi dan informasi usaha kepada teman-teman yang ingin memulai usaha kuliner warung nasi uduk dan pecel ayam, meskipun banyak juga pilihan kuliner yang lain yang tentunya dipilih karena diminati.

Sedikit sentuhan Feng Shui untuk usaha kuliner ini, bagi yang bertahun kelahiran dengan angka akhir 6 dan 7, misalnya 66,67, 76, 77, 86, 87 dan seterusnya maka usaha kuliner relatif cocok untuk dilakukan karena kelahiran tersebut berelemen api.

Bisnis Warung Nasi Uduk dan Pecel Ayam

Bisnis Warung Nasi Uduk dan Pecel Ayam

Peluang Pasar

Menu makan murah, praktis dan enak memiliki peluang pasar yang besar di masyarakat, terutama untuk segmen menengah ke bawah. Penyajian makanan ini pun relatif cepat, sehingga tidak harus menunggu masak yang lama.

Bisnis warung nasi uduk dan pecel ayam ini pun bisa melayani perumahan (keluarga) maupun perkantoran (makan siang), cukup fleksibel. Gaya hidup masyarakat sekarang yang sudah mengarah ke gaya hidup kota besar memaksa mereka mengefisiensikan waktu dan tenaga, memasak dianggap sebagai kegiatan yang memakan waktu dan tenaga sehingga mereka lebih menyakai membeli makanan jadi atau siap saji.


Tetapi jangan lupa, ketika persaingan sudah semakin padat maka makanan yang "enak"-lah yang akan dipilih oleh konsumen. Di sinilah cita rasa harus menjadi pertimbangan utama, disamping kemampuan dari pelaku usaha untuk menjadi kualitas dan cita rasa masakannya.

Menu-menu pendukung juga menjadi "profit center" dalam membukan usaha warung nasi uduk dan pecel ayam ini, seperti cemilan (gorengan) dan aneka minuman. Menu lain pun bisa dtambahkan selama tidak harus berinvestasi pada alat dan bahan yang lebih banyak.

Harga Jual

Mengenali daya beli pasar sangat perlu bagi pelaku usaha, yang nantinya akan digunakan untuk mematok harga jual.  Penentuan harga jual biasanya menyesuaikan harga pasaran produk yanga sama, target konsumen yang akan dibidik dan tergantung dari lokasi usahanya. Jika perlu pelaku usaha harus melakukan survery terlebih dahulu.

Harga pasaran nasi uduk dengan lauk telur sekitar Rp 9.000,- sd Rp 10.000,- sedangkan nasi uduk dengan ayam sekitar Rp 13.000,- sd Rp 15.000,- per porsi. 

Harga ini bisa dicapai ketika kita tidak harus menyewa tempat di ruko atau pertokoan, melainkan dengan berjualan dengan warung tenda. Jika terpaksa harus menyewa tempat seperti ruko atau pertokoan maka perlu petimbangan pemilihan target pasar yang akan dibidik, terutama daya belinya karena pasti harga jual akan lebih dari harga jual di atas. Bisa jadi harga jual akan menjadi Rp. 17.000,- sd 20.000,- per porsi bahkan lebih, tergantung lokasi warungnya.

Menentukan target pasar

Yang menjadi target pasar dari bisnis ini adalah orang-orang yang paling banyak mengkonsumsi makanan ini. Untuk jenis makanan ini relatif bisa dikonsumsi oleh semua umur (7 tahun ke atas). Orang-orang yang paling banyak mengkonsumsi makanan ini adalah penghuni perumahan-perumahan padat dan terdiri dari pegawai dan karyawan. Mereka bekerja dari pagi hingga sore, dan sudah kehabisan waktu dan tenaga untuk masak di rumah. Usaha ini juga cocok untuk makan siang di daerah perkantoran atau pusat bisnis dan pusat keramaian.





Lokasi Usaha
Untuk menentukan lokasi usaha, pelaku usaha harus melakukan survey terlebih dahulu, karena bisnis ini sangat tergantung juga dengan lokasi usaha. Lokasi usaha yang ramai adalah pilihan yang utama, atau di perlintasan jalan yang ramai.

Pemilihan lokasi sewa tempat (rumah, ruko, dsb) membutuhkan pertimbangan investasi yang cermat, karena pengembalian investasi bisa lebih lama. Untuk menekan investasi pilihlah warung tenda dengan desain yang kreatif dan mencolok sehingga menarik perhatian dari konsumen. Kebersihan dan kerapian juga merupakan pertimbagan utama bagi konsumen untuk datang ke warung.

Beberapa pertimbangan lokasi, antara lain:
  • Pinggir jalan utama atau jalan raya.
  • Dekat pusat keramaian.
  • Kawasan yang ramai dilalui orang.
  • Tidak jauh dari tempat pembelian bahan baku (pasar).
  • Merupakan kawasan makan yang sering dituju banyak orang.
  • Tidak sulit parkir, dan aman.
  • Dekat dengan perumahan padat.
  • Dekat dengan perkantoran, pusat bisnis, pabrik, lokasi wisata dan sebagainya.
Modal Usaha

Ketika mau memulai usaha maka kita sudah harus mulai berhitung dengan modal (investasi) usaha. Berikut gambaran rincian modal yang perlu dipertimbangkan dalam usaha nasi uduk dan pecel ayam.

Usaha Warung Skala Kios

Sewa lokasi per tahun : Rp 12.000.000,-
Listrik + PAM per tahun: Rp. 1.500.000,-
Renovasi lokasi usaha: Rp  3.000.000,-
Beli alat masak : Rp. 2.000.000,-
Beli alat makan : Rp  1.500.000,-
Beli perabot (meja+kursi): Rp. 3.500.000,-
Urus ijin usaha; Rp 1.000.000,-
Bahan baku: Rp. 2.000.000,-
Alat promosi (papan nama + spanduk): Rp 1.000.000,-

Total: Rp. 27.500.000,-

Usaha Warung Skala Kaki Lima

Sewa lokasi per tahun (retribusi): Rp 1.500.000,-
Beli Tenda +M Gerobak: Rp 5.000.000,-
Listrik per tahun : Rp. 300.000,-
Beli alat masak : Rp. 2.000.000,-
Beli alat makan : Rp  1.500.000,-
Beli perabot (meja+kursi): Rp. 3.500.000,-
Urus ijin usaha; Rp 1.000.000,-
Bahan baku: Rp. 2.000.000,-
Alat promosi (papan nama + spanduk): Rp 1.000.000,-

Total: Rp. 17.800.000,-

Perhitungan modal di atas bukan suatu angka keharusan, semua tergantung lokasi usaha dan kreativitas kita dalam perolehan lokasi, alat dan bahan. Perhitungan di atas pun belum mempertimbangkan usaha dengan karyawan, karena perhitungan tersebut masih menggunakan tenaga sendiri.

Cara Memulai Usaha

Setelah anda sudah mantap membaca uraian-uraian di atas, maka tahapan apa saja yang perlu dilakukan:
  1. Menentukan menu makanan - Tentukan menu makanan apa saja yang akan dijual di warung tersebut selain menu utama.
  2. Buatlah konsep warung yang inovatif - Konsep warung yang inovatif dan berbeda dengan pesaing akan menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Aspek rapi dan bersih harus menjadi pertimbagan utama.
  3. Buatlah perencanaan usaha - Membuat catatan dan perencanaan usaha atas semua biaya fasilitas, bahan, alat dan SDM merupakan hal terpenting dalam menentukan perencanaan harga jual dan target laba yang diharapkan. Pengelolaan keuangan juga harus rapi karena kelemahan usaha kecil biasanya terletak dalam pengelolaan keuangan yang masih bercampur baur antara kebutuhan pribadi dan usaha.
  4. Melakukan survery kebutuhan usaha - Pelaku usaha harus memiliki patokan, referensi dan perbandingan biaya dalam menjalankan usahanya. Semua biaya yang dikeluarkan harus memiliki dasar yang kuat dan dapat diperhitungkan.
  5. Persiapan usaha - Persiapan usaha seperti mendekorasi tempat usaha, menata perabot dan percobaan menu perlu dilakukan sebelum usaha benar-benar dibuka. 
  6. Buka usaha - Pada saat membuka usaha, perlu adanya usaha promosi awal agar ketika usaha dibuka sudah banyak orang yang tahu dan bersedia datang ke warung makan kita. Jika perlu, pada saat pembukaan usaha diberlakukan harga promo.
Segala hal kreatif dan inovasi bisa dilakukan pada tahapan-tahapan standar ini, tujuannya adalah untuk lebih efisien dan lebih mampu bersaing. 

Selamat berwirausaha, semoga sukses !