Laman

  • Home

Sabtu, 19 September 2015

Mencari Peluang Me-magang-kan UMKM ke Jepang

Keinginan kami untuk "menaikkelaskan" UMKM Jawa Tengah, membuat informasi kedatangan Mr Sonji Harada dari Jepang bersama dengan Bapak Iwan Kusuma, pimpinan Japan Study Support Center (JSSC), bertemu dengan segenap pengurus PW LP Ma'arif di kantor Radio Rasika FM Ungaran sangat menarik bagi kami untuk memburunya dan menjajagi apakah memungkinkan mengirimkan UMKM study banding usaha di Jepang.

Rombongan dari JSSC ini diterima oleh Bapak Ragil Wiratno, MHum dan Bapak Hasanuddin, SH di kantor Radio Rasika FM bersama segena pengurus PW LP Ma'arif. 

Setelah acara JSSC dengan LP Ma'arif selesai, kami menyempatkan diri untuk bertanya tentang keinginan kami untuk menjajagi program kerjasama magang untuk UMKM di Jepang, yang memang saat ini belum ada program tersebut di JSSC tetapi ke depannya akan dipertimbangkan untuk ada program tersebut. Tentunya untuk program ini ada ada perbedaan format dengan program magang yang selama ini mereka lakukan.


Foto Bersama Mr Sonji Harada dengan Pengurus PW LP Ma'arif

Diskusi Penjajagan Kerjama JSSC dengan PW LP Ma'arif
Membangun UMKM yang Berwawasan Global

Tujuan pembinaan UMKM di Rumah UMKM adalah membangun UMKM Jawa Tengah yang mandiri dan mampu bersaing global. Konskwensi dari tujuang ini adalah membawa UMKM Jawa Tengah keluar dari "kandang"-nya untuk melihat kondisi persaingan global yang sesungguhnya, dan salah satu cara yang bisa dicapai adalah memberikan ruang dan waktu kepada UMKM untuk melihat "pasar" di luar Indonesia.

Dengan cara ini, UMKM akan belajar mengenai kebutuhan negara lain atas produk-produk yang mereka hasilkan baik kebutuhan akan suatu standar kualitas tertentu, kebutuhan akan keamanan packaging dan desain packaging yang menarik, dan sebagainya. Kandang yang nyaman dan lingkungan yang statis membuat pelaku UMKM tidak mengetahui ketertinggalan mereka, dan tidak memacu diri untuk berkembang, berkreasi dan berinovasi.

Program pameran di luar negeri memang sedikit membantu, tetapi tidak membuat pelaku UMKM "belajar" hal-hal penting yang sangat mendasar, yaitu pola pikir pasar terhadap produk-produk dari UMKM Indonesia.

Setiap kesempatan yang ada, yang bisa membawa UMKM Jawa Tengah belajar "magang" atau bench mark kepada usaha kecil di luar negeri, akan coba kami jajagi kerjasamanya agar percepatan UMKM naik kelas bisa segera terwujud.