Laman

  • Home

Selasa, 15 September 2015

Komunitas Pemasar Online Semarang

Kadang tidak pada tempatnya kita membina UMKM kita menjadi "superman", yang dengan skala usahanya dan keterbatasannya, UMKM produsen digenjot pemahamannya mengenai pemasaran produknya. Di satu sisi mungkin cara ini "terlihat" benar tetapi di sisi lain justru cara ini akan menjauhkan konsentrasi UMKM produsen dari bagaimana menjaga konsistensi kualitas produk, bagaimana meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga keberlangsungan produksinya.

Unsur perdagangan bukan hanya produsen dan konsumen akhir, masih ada unsur lain seperti pedagang. Para pedagang ini pun berharap bisa berpartisipasi dalam perdagangan yang ada. Mereka berhak untuk berbisnis dengan produk-produk yang kita hasilkan, sebut saja mereka dengan nama reseller, agen atau distributor. Mereka juga berhak untuk dibina dan diberikan kesempatan berusaha, bahkan mereka justru fokus dalam pemasaran dibandingkan para produsen.

Bagi produsen, memasarkan produk tidak harus secara harafiah "menjual" melainkan bagaimana membuat produknya mampu "berdaya jual". Berdaya jual yang dimaksudkan adalah memenuhi aspek kualitas, harga, kemasan yang menarik dan terjamin tersediaannya di pasaran. Biarlah nanti UMKM pemasar (pedagang) yang akan melakukan distribusi produk kepada konsumen.

Komunitas Pemasar Online Semarang

Beberapa bulan yang lalu, di UMKM Center Jawa Tengah, kami bertemu dengan pelaku-pelaku pemasaran online dalam acara Ngucing kedua. Kami melakukan diskusi dan kesepakatan bahwa produk UMKM yang sudah "berdaya jual" akan mereka pasarkan melalui toko online mereka. Mereka yang saat itu berjumlah lebih dari 200 orang siap membantu pemasaran dan promosi produk-produk UMKM Semarang maupun Jawa Tengah melalui cara-cara mereka sendiri. 

Saya yang paling tua dan gendut.

Sharing dan diskusi antara UMKM produsen dan komunitas online
Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda kreatif yang memulai usaha dengan berjualan online di berbagai market place maupun berjualan di toko online mereka sendiri. Komunitas ini pun butuh dukungan dari segenap instansi pemerintah dan asosiasi, karena justru mereka-mereka inilah yang bisa membantu pelaku UMKM produsen mendobrak pasar dengan kreativitas dan inovasi yang belum tentu bisa dilakukan oleh pelaku UMKM produsen.

Komunitas online ini senantiasa berkembang dengan pesat, terutama di kampus-kampus yang saat ini gencar menyuarakan kewirausahaan. Banyak muncul wirausaha muda berbasis internet yang bisa menjadi mitra pemasaran UMKM produsen. Dan beberapa minggu ini kami, Rumah UMKM, diajak bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk terus menelurkan wirausaha baru di setiap perguruan tinggi di Semarang.

Kualitas, Kapasitas, Legalitas dan Kontinuitas adalah Tanggung Jawab Produsen 

Lantas apa yang harus dilakukan oleh UMKM produsen ? Tugas mereka adalah memberikan jaminan kepada UMKM pemasar atas kualitas (baik produk maupun kemasannya), kapasitas produksi, legalitas produk dan kontinuitas supply. 

Dengan sistem yang "saling terhubung" ini, maka seharusnya masalah pemasaran sudah tidak menjadi masalah "besar" bagi UMKM produsen, selama mereka paham bagaimana mencari mitra pemasar yang cocok untuk produk mereka.

Itulah upaya-upaya dari Rumah UMKM untuk membangun jejaring pemasaran produk UMKM di Jawa Tengah, disamping upaya-upaya lain seperti membangun market place sendiri dan bermitra dengan market place yang lain untuk membantu pemasaran produk UMKM Jawa Tengah.

Selamat berjuang teman-teman ONLINE-Rs ! Mari berjuang membangun ekonomi Indonesia !