Laman

  • Home

Sabtu, 19 September 2015

Investasi Di Jawa Tengah ? Kebanyakan Terkendala Site Acquisition.

Kamis, 17 September 2015, Rumah UMKM kedatangan tamu dari Australia (Frankie Cheung) yang minta ditemani untuk bertemu dengan pejabat terkait di BPMD (Badan Penanaman Modal Daerah) untuk bertanya banyak hal mengenai bagaimana peluang investasi dan ketentuan-ketentuan berinvestasi di Jawa Tengah.

Frankie Cheung adalah partner dari rekanan kami di Brisbane, Australia, yang sangat berminat berinvestasi di bidang power plant (pembangkit listrik) dan pelabuhan laut. 

Frankie Cheung & Team CPlusCo ditemui Bapak Primasto dari Bagian Promosi BPMD

Pada kesempatan ini, Frankie dan Team CPlusCo ditemui oleh Bapak Primasto dari Bagian Promosi BPMD Jawa Tengah dan mendapatkan banyak penjelasan terkait peluang investasi pembangkit listrik di Jawa Tengah dan kendala-kendalanya, termasuk juga investasi untuk pelabuhan laut. Kendala utama adalah perolehan lahan (site acquisition) dan proses persiapan yang memakan waktu cukup lama. Pembebasan lahan di Jawa Tengah bisa berlarut-larut selalu menjadi kendala di sana-sini.

Link Semarang - Brisbane

Peluang investasi di atas merupakan salah satu dampak positif yang dibangun oleh Rumah UMKM dengan CPlusCo yang bermarkas di Brisbane. CPlusCo sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran dan promosi potensi Jawa Tengah dan investasi yang dipimpin oleh orang asli Kabupaten Semarang, Mas Rynaldo Wahyudi, yang banyak membantu upaya kerjasama-kerjasama antara Semarang dan Brisbane.

Saat ini kami sedang menjajaki pemasaran produk-produk asli Jawa Tengah yang bisa dipasarkan di Brisbane pada khususnya dan Australia pada umumnya. CPlusCo sendiri memliki kantor di Brisbane, Kuala Lumpur dan Semarang. 

Kami saat ini sedang mencoba mencari produk-produk UMKM Jawa Tengah yang memiliki potensi pemasaran di Australia. Produk-produk kerajinan dan konveksi menjadi fokus kami, karena beberapa permintaan atas komoditas ini sudah kami dapatkan, hanya beberapa masalah kualitas dan kapasitas masih menjadi kendala bagi kami. Untuk itu upaya pembinaan akan terus kami lakukan, dan informasi dari pasar sangat membantu kami untuk melakukan pembinaan yang lebih terarah.

Meskipun beberapa kesempatan awal belum bisa kami penuhi, tetapi kami akan terus tetap berusaha membantu membina kualitas produk pelaku UMKM agar bisa sesuai dengan kebutuhan pembeli.