Laman

  • Home

Jumat, 09 Oktober 2015

Desain Rustic yang Menggelitik

Desain-desain rustic furniture yang memanfaatkan daya tarik kayu dari wujud aslinya membutuhkan ketrampilan yang tinggi, baik dalam pemilihan bahan dan teknik bagaimana melakukan assembling satu dengan yang laiinnya. Tingkat kesulitan ini dihadapi ketika komponen-komponen kayu ini masih dibiarkan dalam kondisi yang asli, tidak dibentuk terlebih dahulu, tapi justru nilai alami dari kayu inilah yang akan ditonjolkan dalam desain rustic ini. Baik batang, cabang pohon maupun akar seolahkand dibiarkan dengan bentuk aslinya.

Kombinasi rustic furniture dengan kulit.

Jenis furniture ini memang belum banyak diserap di pasar lokal, karena memang segmennya yang lebih sempit. Tetapi bukan berarti segmen yang sempit bukan merupakan peluang yang baik, justru segmen yang sempit ini memiliki kelebihan dalam fokus dan loyalitas pasar terhadap suatu produk. Semua konsep produk didasarkan pada segmen dan target pasar yang mau dibidik.

Pengrajin binaan kami di perbatasan Boyolali - Solo ini mencoba "bermain" di segmen ini, dengan konsekwensi kapasitas pesanan yang tidak besar. Lebih sulit bermain di pasar sempit, tetapi loyalitas dari pasar yang membidik "differensiasi" akan membuat usaha ini lebih mampu bertahan dan menciptakan brand tersendiri. Disamping itu, usaha ini tidak membuat peta persaingan yang ketat karena keahlian khususnya.















Rustic yang diusung di desain furniture-nya tidak hanya rustic di kayu tapi rustic di kulitnya juga, bahan kulit dari furniture ini dibiarkan "masih" seperti kulit aslinya, tanpa banyak olahan.

Trend furniture ini mulai muncul lagi, setelah di era tahun 2000-an pernah diusung oleh salah satu ahli pengolahan kulit dari Yogyakarta yang specialis di furniture kulit. Desain funiture kulit pada saat itu pun mendapatkan sentuhan dari Evin Oshima melalui tangan ahli Mas Ari Yidantara yang kala itu memiliki perusahaan dengan nama Ari Plus (Ari+). Tidak tahu persis apakah Ari Plus masih aktif produksi atau sudah vacuum.

Binaan kami di Solo ini ingin membawa kembali aliran desain ini di masa-masa sekarang, karena trend biasanya bersiklus dan dai berharpa siklus ini kembali ke masa kejayaan trend furniture kombinasi kayu dan kulit dengan balutan desain rustic.