Laman

  • Home

Minggu, 16 Agustus 2015

Tips Merekrut Karyawan Untuk Usaha Kecil

Job Interview

Selalu memberikan permasalahan baru ketika usaha kecil membutuhkan karyawan baru, bukan karena sulitnya mencari karyawan baru saja tetapi juga bagaimana membuat karyawan tersebut bisa bertahan lebih lama dengan kondisi perusahaan yang masih belum bisa memberikan "impian" dari karyawan tersebut untuk berkarir di dalamnya.

Memilih karyawan yang tepat untuk bisnis skala kecil sangatlah penting karena setiap satu karyawan akan berkontribusi pada biaya perusahaan, apalagi jika produktivitas dari karyawan tersebut tidak seperti yang diharapkan. Tingkat upah yang tinggi karena penetapan UMR juga secara tidak langsung memberikan andil dalam kesulitan mencari karyawan baru, bahkan karyawan yang belum terampil juga meminta standard gaji sesuai UMR. 

Dengan permasalahan di atas, pelaku UMKM harus memiliki pengetahuan dan strategi dalam merekrut karyawan baru, agar biaya dan hasil yang akan dicapai bisa sesuai dengan harapan. Berikut adalah beberapa tips dalam memilih karyawan untuk usaha kecil.

1. Memahami dan Mengikuti Peraturan Ketenagakerjaan yang Berlaku 
 
Sebelum melakukan rekruitmen, sebaiknya pelaku usaha kecil memahami peraturan dan tata cara dalam merekrut karyawan. Pelaku usaha harus memahami hak dan kewajibannya sebagai pihak yang mempekerjakan karyawan. Hal ini sangat penting agar permasalahan ketenagakerjaan tidak mengganggu kelangsungan usaha kita di masa mendatang.

2. Memahami Dasar-Dasar Manajemen SDM

Orang yang paling tahu tujuan (visi) dan misi perusahaan adalah pemilik atau pelaku usaha, oleh sebab itu pemilik usaha harus memahami sistem dan kinerja yang sedang dan akan dibangun oleh perusahaannya. Pelaku usaha harus memahami setiap fungsi yang harus ada dalam perusahaannya, dan bagaimana hubungan antar fungsi di dalam perusahaan. 

Struktur organisasi perusahaan sederhana harus sudah ada, sebagaimana juga alur kerja yang sederhana harus dipahami. Kualifikasi karyawan yang dibutuhkan juga harus diipahami oleh pelaku usaha, terutama terkait dengan pengembangannya di masa mendatang.
 
3. Publikasi Informasi Lowongan Kerja

Jika di sekitar lingkungan anda sudah sangat sulit mendapatkan karyawan baru, maka publikasi mengenai informasi lowongan kerja harus dilakukan. Bisa dengan poster, informasi getok tular dan medai online yang murah, atau jika memang sudah ada budget untuk iklan bisa dilakukan melalui media cetak atau media elektronik (radio).
Karena terkait dengan nilai komersial iklan yang mahal, maka penulisan iklan harus ringkas dan jelas baik kualifikasi yang dibutuhkan maupun alamat pengiriman lamaran pekerjaan.

4. Melakukan Review Pada Resume

Biasakan pemohon lowongan kerja menuliskan resume atau CV yang lengkap untuk memudahkan melakukan review terhadap kualifikasi administratif sebelum dilakukan wawancara. Untuk usaha kecil meskipun, perolehan tenaga kerja tidak dengan cara lamaran tetap akan lebih baik jika perusahaan memiliki berkas resume dari karyawan.

Seleksi administrasi awal adalah melakukan review terhadap resume yang masuk, pemahaman atas kualifikasi pendidikan dan pengalaman bisa dilihat dari resume tersebut.

5. Mempersiapkan Materi Wawancara Sesuai dengan Kebutuhan

Jangan biasakan melakukan wawancara karyawan dengan cara improvisasi dan tanpa persiapan, biasakanlah mempersiapkan chek list pertanyaan yang sesuai dengan informasi yang kita harapkan dari wawancara tersebut.

Dengan wawancara perusahaan bisa mengukur seberapa kuat alasan di pelamar untuk bekerja, mengetahui komitmen awal dari pelamar, memberikan pemahaman awal mengenai kondisi perusahaan dan melakukan kesepakatan. Dengan kondisi ini, maka persiapkanlah wawancara dengan calon karyawan dengan baik.

6. Gunakan Formulir Evaluasi Standar Selama Wawancara 

Sangat penting untuk dapat mengevaluasi semua karyawan potensial anda dengan standar yang sama, sehingga membuat dan menggunakan formulir evaluasi dapat membantu. Pikirkan tentang apa yang perlu diketahui tentang calon karyawan, dan buatlah bentuk evaluasi yang mencerminkan itu. Bentuk evaluasi yang baik dapat menjadi perpaduan nilai kuantitatif – seperti skala satu sampai sepuluh untuk melihat bagaimana kepribadian yang diwawancarai, berapa banyak pengalaman yang mereka miliki, dan lain-lain – dan pertanyaan yang bisa Anda jawab tentang mereka selama dan setelah wawancara .
 
7. Uji Kemampuan yang Sebenarnya 

Jika pekerjaan Anda mengharuskan beberapa jenis keterampilan, ujilah dengan tes untuk keterampilan-keterampilan yang penting. Bahkan jika Anda berpikir pekerjaan tersebut benar-benar sederhana dan cukup mengikuti petunjuk dasar, memastikan bahwa mereka benar-benar dapat membaca dan mengikuti petunjuk dasar sangatlah penting ! 
Ujian ini adalah untuk komparasi apa yang ditulis oleh pelamar di resume dengan kemampuan riil dari pelamar.

8. Gunakan Semua Referensi 

Kita semua tergoda untuk “menghemat waktu” dengan tidak memanggil semua kandidat, terutama jika Anda mendapatkan review bagus pada daftar kandidat pertama. Namun, referensi yang berbeda memungkinkan pengalaman yang berbeda untuk calon karyawan, sehingga memanggil mereka semua adalah ide yang baik. Dan juga, persiapkan diri untuk memanggil referensi seperti Anda akan mempersiapkan untuk wawancara – dengan daftar pertanyaan, anda dapat mendapatkan informasi yang paling dibutuhkan. 

9. Rekrut pada Basis Trial (Uji Coba)

Banyak negara memiliki undang-undang yang memungkinkan usaha kecil untuk mempekerjakan karyawan pada basis trial (percobaan) selama tiga bulan, selama waktu tersebut mereka akan menerima gaji yang lebih rendah. Jika tidak dapat menawarkan gaji yang lebih rendah, jelaskan bahwa Anda mempekerjakan pada tahap percobaan. Setelah tiga bulan atau lebih, berikan karyawan ulasan untuk melihat apakah mereka melakukan pekerjaan dengan baik dan benar-benar berkontribusi terhadap bisnis.

 10. Bonus dan Insentif

Pada kondisi usaha skala kecil, penerapan UMR memang dirasakan cukup berat pada kondisi awal si karyawan bekerja tanpa kita tahu kinerja sebelumnya. Seringkali terjadi pelaku usaha hanya bisa memberikan upah berdasarkan kesepakatan, meskipun upahnya di bawah UMR.

Di sisi lain, pelaku UMKM juga menghindari pergantian karyawan yang terus menerus dan terlalu cepat apalagi biaya edukasi karyawan dan waktu yang dibutuhkan untuk menggantikannya juga mahal. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu "mengikat" karyawan secara emosional dengan kondisi dan suasana kerja dan juga secara "komersial" dengan memberikan bonus dan insentif untuk memotivasi produktivitas dan loyalitasnya kepada perusahaan.

Demikian 10 tips dalam merekrut karyawan untuk usaha kecil kami sampaikan sebagai referensi bagi teman-teman UMKM yang sedang berkembang usahanya dan membutuhkan tambahan karyawan untuk menunjang produktivitas dan kapasitas kinerja perusahaan. Semoga bermanfaat !