Laman

  • Home

Minggu, 09 Agustus 2015

Gelar Promo Industri Agro Jawa Tengah Hari Terakhir

Minggu tanggal 9 Agustus 2015 Gelar Promo Industri Agro Jawa Tengah resmi ditutup oleh Ibu Ratna Kawuri, KaBid Industri Agro, Kimia dan Hasil Hutan setelah sebelumnya kami sempat bincang-bincang cukup lama dengan di stand Pojok Pintar.

Dalam pameran ini beberapa daerah memang telah menampilkan produk unggulannya, tetapi ada beberapa daerah yang kurang menampilkan potensi daerahnya. Mungkin hal ini disebabkan kurang koordinasi antara Disperindag daerah tersebut dengan IKM-nya. Bahkan ada daerah yang memamerkan produk makanan khas daerah yang tidak menyiratkan nilai industri di dalamnya.

Masalah yang paling menonjol adalah masalah kemasan produk, yang oleh Disperindag Propinsi Jawa Tengah diantisipasi sebelumnya dengan menyediakan Pojok Pintar untuk konsultasi kemasan. Masalah strategi harga juga menjadi topik yang menarik dalam konsultasi kami dengan IKM beberapa hari ini, disamping masalah bagaimana mempromosikan dan memasarkan produknya.

Anyway, kami ingin menikmati hari terakhir pameran ini dengan dialog bareng teman-teman IKM yang belum sempat kita senggol hari-hari kemarin.

Stand Konsong di Depan Pojok Pintar ini Jadi Ramai Karena Outlet Semacam ini.
Di depan stand Pojok Pintar ini diisi dengan penjualan snack dan makanan yang justru membuat ramai suasana pameran. Bahkan penjual bakso yang tepat di hadapan kami selalu ludes baksonya, dan kami sempat mencoba 3 box bakso dan harus  kami akui memang baksonya lembut, enak dan tanpa penyedap dan pengawet.

Kopi Rempah Gratis dari Mbak Nano Saqinano Kab Kudus Setiap Sore, Biar Tidak Masuk Angin.
Dari Stand Saqinano, Kami Coba Intip Stand Kab Jepara di Sebelahnya.

Nah, Di Sinilah Ganjel Ri dan, Lumpia King Bersarang.

Warung Gunung Sigandul Kab Temanggung pun Tidak Pernah Absen Kasih Kopi Luwak Gratis. HeHe

Minum Kopi Tanpa Ganjel Ril di Stand Sebelahnya Sepertinya Tidak Afdol.
Inilah rutinitas kami selama di pameran sambil memberikan konsultasi promosi dan pemasaran, konsultasi kemasan dan talk show dadakan dari panitia.

Konsep stand yang terbuka membuat suasana pameran lebih "terbuka" dan saling mengenal satu dengan yang lainnya. Konsep pameran yang diusung Garuda Enterprise dibawah koordinasi Mas Hendra ini akan terus diperkaya ke depannya, bahkan dari Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah pun mulai mempertimbangkan konsep ini untuk pameran UMKM ke depannya.

Ternyata tulisan-tulisan kami di RumahUMKM.net yang sempat lupa "nyenggol" Kabupaten Magelang mendapatkan protes dari punggawa Stand Kabupaten Magelang HeHeHe, dan mereka minta kami untuk menulisnya atau mereka akan suguhi kami dengan kripik singkong pedas level 9 ! Sungguh tega mereka.

Di bawah ini adalah apa yang saya temukan di stand Kabupaten Magelang, mulai dari produk kripik singkong, dodol pepaya, selai dan sambal ada di sana. 

Kripik Singkong Pedas SUTELO
Selai Susu Karamel
Dodol Pepaya Magelang
Kripik Singkong Pedas

Stand Kabupaten Magelang
Kemasan Luar Dodol Pepaya.

Display Produk Stand Kabupaten Magelang

Sebenarnya banyak produk snack dari Kabupaten Magelang, tetapi pada kesempatan ini produk-produk dari IKM di atas yang sedang ingin dipromosikan oleh pemerintah daerahnya. Produk dari singkong memang menjadi prioritas utama dalam pengembangan olahannya, karena tanaman singkong hampir bisa ditanam di semua kondisi lahan di Jawa Tengah.

Sebagaimana bisnis makanan dan minuman yang lain, kami juga selalu mengingatkan IKM Kabupaten Magelang untuk selalu mengedepankan cita rasa, bahkan jika perlu harus berani survey cita rasa pada pasar yang akan dituju. Masalah packaging bisa menggunakan aksen tradisional tetapi fungsi packaging juga harus diperhatikan sebagai pengaman produk yang dikemasnya. Strategi harga kepada end user dan reseller juga harus ditentukan dengan bijaksana agar produsen tidak berbenturan sendiri dengan resellernya di pasar.

Sampai ketemu lagi teman-teman IKM se-Jawa Tengah, semoga pada kesempatan berikutnya produk dan kemasan teman-teman sudah mengalami perbaikan.