Laman

  • Home

Kamis, 13 Agustus 2015

Bakpia Pathok Mutiara Jogja, Andalan Kabupaten Klaten Meskipun Bernuansa Yogya.

Pada saat Gelar Promo Industri Agro Jawa Tengah lalu di Java Mall Semarang, salah satu outlet dari Kabupaten Klaten sempat mendapatkan perhatian kami. Outlet ini tidak melakukan penjualan sama sekali, tetapi 100% promosi dengan memberikan kesempatan kepada semua pengunjung pameran untuk menikmati dan merasakan produknya. 

Ya, outlet dari Kabupaten Klaten ini hanya diisi oleh 1 produsen Bakpia yaitu Bakpia Mutiara Jogja. Sempat tergelitik juga dengan nama brand yang mencatut nama Yogya dan juga nama makanan khas dari Yogya tersebut, dan sempat saya tanyakan kepada pemilik usahanya mengapa menggunakan nama tersebut.
Ternyata usaha ini memang awalnya dimulai di Yogya, selanjutnya berkembang dan membutuhkan fasilitas produksi yang lebih besar dan jatuh pilihannya di daerah Prambanan, Kabupaten Klaten. Dan di daerah baru tersebut usaha ini berkembang sampai seperti sekarang, dengan fasilitas produksi yang lebih modern.

Nama Jogja tetap dipakai karena produk ini dipasarkan di Yogyakarta dengan 5 outletnya. Bakpia Pathok memang sudah menjadi brand Yogyakarta dan oleh sebab itu pilihan pemasarannya pun fokus di Yogyakarta.

Lantas, apa yang membedakan produk ini dengan produk lainnya ?

Untuk membangun brand, kita harus menyampaikan pesan perbedaan produk kita kepada konsumen dan masyarakat. Oleh sebab itu meskipun mengusung produk yang sama, Bakpia Mutiara Jogja mencoba berinovasi dengan proses agar menghasilkan produk yang lebih unggul dari produk pesaingnya, yaitu:
  1. Tidak menggunakan bahan pengawet apapun untuk ketahanannya
  2. Kadaluarsa 7-10 Sehingga sangat cocok untuk pilihan oleh-oleh ke luar kota karena ketahanannya lebih dari 4 hari.
  3. Rasanya sangat lezat, harum, empuk, lembut dan kulitnya yang krispi.
  4. Rasa dan keempukan bakpia tidak berubah sampai tanggal kadaluarsa habis
  5. Harga yang sangat terjangkau untuk bakpia dengan kualitas yang memuaskan.
  6. Garansi pembelian jika membeli Bakpia Mutiara Jogja sebelum 7 hari ternyata ditemukan bakpia sudah tidak empuk, bakpia mengeras dan bakpia berjamur maka akan diganti bakpia baru sejumlah yang dibeli, gratis.
  7. Melayani pesan antar dalam Jogja kota dan paket Bakpia ke seluruh Indonesia
Perbedaan di atas itulah yang dicoba disampaikan kepada masyarakat secara terus menerus, karena skala UMKM ini memang sudah masuk kategori menengah dan sudah mampu mandiri membiayai promosinya.

Beberapa produk andalan Baktpia Mutiara Jogja
Beberapa varian produk yang menjadi andalan Bakpia Mutiara Jogja adalah:
Rasa Coklat

Rasa Kacang Ijo

Rasa Keju

Rasa Kumbu Hitam
Akhirnya memang Bakpia tidak lagi akan menjadi dominasi Yogyakarta, bahwa produsen luar Yogyakarta pun berani bersaing dan mengambil peluang ini. Hanya perlu dicatat pemain baru harus mampu memberikan perbedaan dan mampu mengungguli kualitas dari pesaing pendahulunya.

Pameran adalah ajang promosi, selebihnya juga sales promo.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Bakpia Mutiara adalah benar, bahwa ajang pameran adalah untuk promosi produk dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Tetapi sementara pelaku UMKM daerah sudah terkotak konsentrasinya bahwa pameran adalah untuk jual produk sehingga aspek promosinya malah kurang.

Tujuan pemerintah memberikan fasilitas pameran adalah untuk memperkenalkan produk dari UMKM yang belum dikenal oleh masyarakat dan agar pelaku UMKM belajar mempromosikan produknya bukan sekedar terkotak untuk menjual produknya agar modal kembali.

Pameran adalah investasi promosi yang biayanya bisa dimasukkan dalam perencanaan harga jual produk, sehingga biaya yang keluar saat pameran sudah tercover oleh harga jual. Hal ini yang para pelaku UMKM harus sadari, bukan malah ketika pameran mereka menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dari kondisi normal.

Gagalnya impact pameran adalah karena pelaku UMKM mengesampingkan aspek promosi dan kurang aktif memperkenalkan produknya kepada masyarakat dan bahkan menjual produk saat pameran dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal.