Laman

  • Home

Minggu, 09 Agustus 2015

10 Langkah Untuk Bertahan Dalam Situasi Perlambatan Ekonomi

Krisis Ekonomi di Indonesia, Ditandai Dengan Nilai Tukar Yang Tinggi.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi Indonesia semakin menurun dengan perlambatan ekonomi yang terjadi. Menyalahkan pemerintah atau pihak lain atas hal ini hanya akan menghabiskan energi dan menghilangkan konsentrasi kita atas usaha yang sedang kita geluti atau akan kembangkan.

Beberapa pakar menyarankan untuk melakukan full konsentrasi terhadap kondisi internal perusahaan kita dengan 10 langkah sebagai berikut:

10 Langkah Untuk Bertahan Hidup Krisis Ekonomi
  1. Pikirkan arus kas Anda: Memahami apa yang diinformasikan keuangan kepada anda. Mengamankan cash in dan meminimalisasi cash out. Perusahaan harus menjaga kondisi cash flow tetap positif, sekecil apapun. Amankan semua tagihan, dan reshedule semua utang untuk menjadi cash flow tetapi positif. 
  2. Memotong biaya Anda: Efisiensi harus dilakukan pada semua aspek biaya. Pengeluaran biaya dilakukan dengan cara yang sangat selektif dan ketat. 
  3. Pemeriksaan kredit pelanggan baru: Mengevaluasi setiap pelanggan sesuai dengan kredibilitasnya, lebih baik sedikit pelanggan dengan pola pembayaran yang baik daripada banyak pelanggan tetapi dengan pola pembayaran yang tidak menguntungkan cash flow perusahaan.
  4. Mengenali pelanggan dengan baik: Ketika kondisi keuangan tidak menentu, maka pelanggan juga akan menerapkan strategi efisiensi yang sama seperti yang kita lakukan. Mengenali pelanggan dengan baik melalui investigasi yang cermat merupakan cara kita mendapatkan pelanggan-pelanggan baru yang kredibel dan mampu memberikan kontibusi cash ini yang menyelematkan cash flow kita. Bahwa dalam kondisi seperti ini upaya melakukan penjualan yang sebesar-besarnya merupakan konsentrasi perusahaan.
  5. Menyediakan layanan pelanggan yang luar biasa: Justru dengan kondisi yang tidak menentu, perushaan harus memberikan pelayanan yang lebih kepada pelanggan untuk menjaga agar pelanggan tersebut tidak lepas dari perusahaan, karena biaya untuk mendapatkan pelanggan baru adalah besar dan bisa mengganggu cash flow perusahaan. Layanan yang lebih cepat dan lebih baik akan memberikan kesan yang baik kepada pelanggan dan memberikan ruang sempit untuk memikirkan pesaing kita.
  6. Meningkatkan pemasaran anda: Pemasaran adalah hal yang paling krusial dalam kondisi ekonomi yang melemah, karena tanpa adanya usaha pemasaran yang gencar maka pelanggan akan berkurang dengan sendirinya karena pengaruh kondisi ekonomi yang tidak kondusif.
  7. Berkonsentrasi pada produk dan jasa yang menjual: Konsentrasi perusahaan hanya pada penjualan produk, baik jasa maupun barang. Bisa dikatakan fokuslah pada core produk atau core business anda untuk mengamankan pondasi usaha yang telah dibangun sebelumnya. 
  8. Melatih staf Anda: Staf  Eksistensi perusahaan justru paling ditentukan oleh kemampuan SDM dalam mengelola fungsi masing-masing dalam perusahaan. Pastikan bahwa SDM yang kita miliki benar-benar menguasi ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam fungsinya.
  9. Merampingkan operasi Anda: Merampingkan operasi bisa berarti dengan mengurangi size perusahaan, misalnya mengurangi jumlah karyawan, dan juga melakukan efisiensi besar-besaran dalam pengeluaran biaya.
  10. Menjual secara online: Jika dirasa bahwa pasar konvensional baik pasar tradisional maupun modern sudah jenuh, maka pelaku usaha bisa menjualnya melalui eCommerce-eCommerce yang sudah banyak ada sebelumnya.
Tips sederhana di atas diharapkan bisa sedikit memberikan tuntunan upaya untuk bertahan dalam situasi krisis saat ini  yang melanda Indonesia. Semakin banyak pelaku usaha kecil (UMKM) di Indonesia dibandingkan jumlah karyawan, maka Indonesia semakin stabil.