Laman

  • Home

Rabu, 01 Juli 2015

Setelah Produk Unggulan Ditetapkan, Lantas Mau Diapakan ?

Forum Group Diskusi - Penyusunan Rencana Pengembangan Industri Agro Unggulan Jawa Tengah (Penetapan Long List Industri Agro Prioritas)

Bukan pekerjaan mudah dan akan selesai di atas kertas dalam penetapan produk unggulan agro Jawa Tengah, terlebih ketika sudah ditetapkan produk unggulannya ternyata pemasaran dan promosinya kurang mendapatkan sentuhan dari berbagai pihak sehingga hasil akhir dari program produk agro unggulan ini kurang terasa gigitannya.

Hari Selasa lalu, bertempat di ruang pertemuan lantai 5 Dinas Perdagangan dan Industri Propinsi Jawa Tengah, kami mendapatkan undangan untuk bergabung dalam forum diskusi di atas. Banyak list yang dipaparkan oleh nara sumber sehingga menurut kami sangat sulit menentukan fokus strateginya dan pastinya hasil pelaksanaannya pun tidak akan maksimal.

Kami berharap bahwa setiap daerah menetapkan 1 atau maksimal 2 produk unggulan sehingga kami ada gambaran untuk ikut berkiprah membantu program promosi dan pemasarannya. Jika melihat list yang dipaparkan oleh salah satu nara sumber dari Disperindag Kabupaten Temanggung, kami sendiri pun merasa kesulitan menentukan fokus promosi dan pemasarannya, sehingga menurut kami list tersebut perlu diperpendek dengan belajar membuat skala prioritas.

Nara Simber dari Kadin Jateng Diwakili  Oleh Mas Pratomo, Pengampu Kontak Tani Kadin Jateng

Peserta Dari Pemda Kabupaten Kota di Jawa Tengah

FGD ini Dibuka Oleh Bu Devita Dari Disperindag Prop Jawa Tengah
Dalam rapat-rapat koordinasi sebelumnya Rumah UMKM siap mendukung promosi dan pemasaran produk agro unggulan Jawa Tengah di bawah unit TTIC Kadin Jateng, hanya saja perlu membuat pilot project untuk beberapa produk unggulan saja. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan membuat outline strategy pemasaran yang lebih detail dan lebih tajam sehingga mampu menghasilkan output yang maksimal.

Menghadapi MEA dan perdagangan global yang lebih besar, petani dan semua stake holder produk industri agro harus mampu berpikir dan beradaptasi cepat menyikapi perubahan jaman dan terutama perkembangan teknologi. Bukan jamannya lagi petani menabuh kentongan untuk berkomunikasi melainkan petani harus sudah mampu melakukan tele conference dengan petani dari daerah lain.

Pasar pun sudah tidak terbatas dengan pasar konvensional dan pasar modern, tetapi sudah bergeser ke pasar digital atau pasar online. Ecommerce untuk produk-produk pertanian perlu dikembangkan lagi ke arah yang lebih praktis, aman dan terpercaya. 

Ada baiknya FGD semacam ini harus sudah berani keluar dari kotak, yaitu berani menggabungkan materi konvensional ini dengan pemasaran digital agar mindset konvensional dan tradisional dari pelaku usaha di bidang ini terbuka bahwa jaman sudah berubah, bahwa kekuasaan teknologi sudah masuk sampai ke pedesaan. 

Make a deal in one click ! Ini adalah motto dari para pelaku pemasaran online yang menyiratkan unsur kecepatan dan kepraktisan. Bahwa semua potensi unggulan harus bisa diringkas dalam satu market place, dalam satu layar gadget anda sehingga memudahkan calon pembeli melihat dan berkomunikasi dengan pedagangnya.