Laman

  • Home

Jumat, 10 Juli 2015

Saatnya Melirik Nasib Rekan-Rekan Pekerja Seni Kita

Sekilas Pengantar Kegiatan Pazaar Seni

DUNIA SENI tidak bisa hanya diisi oleh seniman-seniman handal saja. Karya karya yang luar biasa tidak akan ada artinya tanpa publik seni dan sistem struktur kesenian yang memadai. Dalam struktur world-art dimanapun, seni selalu didukung oleh elemen-elemen yang saling bertaut : seniman – karya seni – kritikus seni – ruang pertunjukan – makelar seni – publik seni – tak terkecuali sebuah pasar seni.
Pada awalnya gagasan pasar seni dilontarkan oleh rekan-rekan komite seni rupa Dewan Kesenian Semarang dengan merujuk pada pasar seni lukis di Surabaya dan Jakarta (Ancol), hanya saja agenda pasar seni di Semarang kemudian berusaha dikembangkan lebih lanjut dengan cakupan seni yang meluas. 

Kata 'pasar' dalam Pasar Seni tidak bisa begitu saja dipandang sebagai tempat bertemunya konsumen seni dengan benda-benda seni yang dihasilkan produsen seni - terjadi transaksi - lalu semua selesai. Lebih dari itu, seni punya banyak tawaran dan terbuka untuk diapresiasi melebihi benda-benda seni yang kasat mata tersebut. Lebih dari itu, seni juga menyimpan 'nilai-nilai' yang pasti dapat diunduh oleh mereka yang punya intensitas dan kedalaman dalam 'laku-seni' nya.

SENi kemudian dipilih sebagai brand identity, sebagai paduan dari kata 'PASAR' dan 'BAZAAR', kata 'bazaar' disisipkan sebagai penyimpang makna pada frase pasar seni, karena kata tersebut sudah dikenal di kalangan masyarakat sebagai kata ganti 'pasar murah', sehingga diharapkan SENI tidak dimaknai sebagai peristiwa 'sakral' yang jauh dari keseharian masyarakat, melainkan peristiwa segar yang layak dinantikan dan dihadiri oleh segala lapisan masyarakat, tanpa kecuali.

Pelakasanaan SENI2014 (24 – 30 Agustus 2014), sebagai helatan pertama sekaligus sebagai kegiatan uji coba, cukup mendapatkan respon positif baik dari berbagai kelangan, khususnya masyarakat seni rupa nasional. Tercatat ada setidaknya 30-an peserta dari berbagai kota di Indonesa yang turut ambil bagian, yakni Semarang, Jakarta, Tangerang, Situbondo, Klaten, Magelang, Bekasi, Salatiga, Jember, Cirebon, Kendal dan Demak dengan rata-rata 'transaksi' yang cukup menggembirakan.

Proposal Pazaar Seni