Laman

  • Home

Rabu, 08 Juli 2015

Pisang ? Mengapa Tidak Ditepungkan ?

Salah Satu Produk Tepung Pisang dengan Kemasan yang Menarik.

Potensi Jawa Tengah untuk Pisang Luar Biasa, Hanya Perlu Sentuhan Kreativitas Saja.
Teknologi Pembuatan Tepung Pisang

Balitbu Tropika 2013, buah pisang adalah salah satu buah yang mengandung gizi cukup tinggi dengan nilai kalori 120 kalori dan dilengkapi dengan berbagai macam vitamin dan mineral, selain itu juga mempunyai kandungan zat pati yang cukup tinggi 30mg/100gram sehingga cocok untuk dibuat menjadi tepung. Tepung pisang sangat baik untuk pencernaan sehingga cocok sebagai menu makanan untuk bayi, selain itu sebagai produk setengah jadi (produk antara)dapat dijadikan berbagai macam olahan kue dan makanan sebagai pengganti atau subsitusi penggunaan tepung terigu yang selama ini produknya masih impor.

Cara Pembuatan Tepung Pisang Adalah Sebagai Berikut:
  1. Pisang yang sudah tua, mentah (hampir semua varietas bisa untuk dijadikan tepung).
  2. Pisang disisir, kemudian diblasing (kukus) selama ± 10 menit, untuk memudahkan pengupasan dan mengurangi pencoklatan .
  3. Kemudian buah pisang dikupas bersih.
  4. Daging buah dirajang atau di sawut
  5. Dilakukan pengeringan , bisa dengan dijemur atau dioven dengan suhu ± 60°C selama ± 20 jam jika sudah kering ditandai dengan mudah dipatahkan.
  6. Sawutan yang sudah kering digiling atau ditumbuk kemudian diayak, setelah jadi tepung kemudian disimpan dengan menggunakan wadah yang cukup baik seperti kantong plastik yang diikat rapat, botol dll. 
Tepung Pisang 
 
Ketergantungan terhadap salah satu pangan pokok khususnya terigu, menuntut masyarakat untuk menggali potensi pangan local yang ada disetiap daerah. Pisang (Musa paradisiaca) sebagai salah satu tanaman buah-buahan mempunyai potensi besar diolah menjadi tepung sebagai substitusi tepung terigu. Buah pisang cukup sesuai untuk diproses menjadi tepung mengingat bahwa komponen utama penyusunnya adalah karbohidrat (17,2-38%).

Manfaat pengolahan pisang menjadi tepung antara lain :

  •   Lebih tahan disimpan
  •   Lebih mudah dalam pengemasan dan pengangkutan
  •   Lebih praktis untuk diversifikasi produk olahan
  •   Mampu memberikan nilai tambah buah pisang
  •   Mampu meningkatkan nilai gizi buah melalaui proses fortifikasi selama pengolahan

Teknologi pengolahan tepung pisang yang diintroduksikan adalah penggunaan alat pengiris, mesin pengering, dan mesin penepung yang terbuat dari bahan yang aman untuk pengolahan makanan. Selain itu juga diperkenalkan teknologi perendaman irisan buah pisang dalam larutan asam sitrat sebelum pengeringan yang mampu mencegah reaksi pencoklatan pada irisan buah, sehingga dapat memperbaiki warna tepung pisang yang dihasilkan. Aneka produk olahan tepung pisang

Jenis-jenis makanan tersebut antara lain roti,cake/pancake, kue kering, kue lapis, awug-awug tepung pisang, puding dan makanan bayi/balita, kue pasir dan lain-Iain. Dalam industri tepung pisang, banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan puding, makanan bayi, roti (terutama di Ekuador) dan lain-Iain(Widowati, 2001).

Aplikasi Penggunaan Tepung Pisang :

1. Bubur balita

Pembuatan bubur balita, ada 3 macam yaitu tepung pisang yang dicampur dengan tepung beras (PIRAS), tepung terigu (PIGU) atau tepung kacang ijo (PIJO). Adapun komposisi bubur bayi ini adalah 40% tepung pisang, 30% tepung beras/tepung terigu/tepung kacang ijo, 30% tepung susu, kemudian ditambah dengan gula sebanyak 10% dari total berat tepung.
Pembuatan bubur balita dilakukan dengan cara mencampur tepung, susu dan gula. Tambahkan air dan campur hingga merata. Masak diatas api kecil sambil diaduk terus hingga matang/mengental.

2. Cheese stick asin

Bahan baku kue kering cheese stick asin, dibuat dari campuran 25% tepung pisang + 58% tepung terigu + 17% tepung tapioka, kemudian dicampur dengan tambahan bahan lain yaitu margarine, telur, bumbu dan air. Semua bahan dibuat adonan, kemudian dibuat lembaran tipis dan dipotong kecil panjang seperti stick, setelah itu digoreng.

3. Kue cake

Pembuatan kue cake dari bahan baku 100% tepung pisang. Tepung pisang dicampur dengan bahan tambahan lain (margarine, gula aren, selai kacang tanah, madu, telur, coklat bubuk, kismis, dan buah cherry). Proses pengadonan dilakukan dengan mixer, sedang proses pemasakan menggunakan oven. Kue cake dari tepung pisang mempunyai tekstur agak remah, oleh karena itu dapat pula dicampur dengan tepung terigu.

4. Aneka kue kering

Kue kastengels, kue putri salju, kue janhagel, cake black forest, cake keju dapat dibuat dari bahan baku tepung pisang dan tepung terigu dengan perbandingan 50%:50%.

5. Mie

Pembuatan mie, dengan komposisi 20% tepung pisang dan 80% tepung terigu, dengan bahan tambahan lain yaitu garam, soda abu, telur, dan air. Semua bahan dibuat adonan, dibentuk lembaran menggunakan alat pembuat mie, dipotong bentuk mie, dan direbus. Penggunaan tepung pisang pada pembuatan mie hanya sebanyak 20%, hal ini disebabkan karena tekstur mie yang harus bersifat kenyal.
Pisang kaya kandungan mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi Khusus zat besi hampir 100% dapat diserap tubuh. Oleh karena itu pisang baik diberikan terutama untuk MPASI bayi atau makanan selingan keluarga supaya terhindar dari anemia defisiensi zat besi.