Laman

  • Home

Kamis, 02 Juli 2015

Masukan Dari Beberapa Buyer Asing



Pendapat beberapa buyer mengenai produk-produk UMKM Jawa Tengah
 
Beberapa tamu asing kami mintai masukan untuk beberapa produk dari UMKM Jawa Tengah, dari perusahaan yang masih mikro sampai yang kelas menengah mulai dari ide produknya, kemasan maupun brandnya untuk kami jadikan masukan dalam pembinaan dan pengembangan pasarnya karena mereka sudah memiliki pasarnya masing-masing.

Jika para buyer tertarik maka pertanyaan yang muncul dari mereka adalah apakah boleh OEM atau menggunakan brand mereka ?

Mengapa selalu demikian ?

Ternyata produk-produk yang "terlalu" kreatif terutama kuliner dari bahan-bahan alternatif sama sekali tidak mendapatkan respon yang positif dari mereka, dan mereka justru tertarik kepada produk-produk yang cenderung telah mereka kenal misalnya keripik kentang, kue lapis legit, kacang olahan dan sebagainya. Produk cake dan biskuit juga kurang mendapatkan perhatian.

Yang kami justru heran adalah snack tradisional Jawa tempo dulu yang mereka tanyakan, dan untungnya kami masih bisa mendapatkan sampel produknya.

Setelah beberapa produk kami presentasikan jelas bahwa memang masalah packaging menjadi kepedulian mereka yang utama, kebanyakan packaging dari teman-teman UMKM belum masuk kriteria mereka. Sertifikat halal juga mereka pertanyakan selalu dengan kualitas produk itu sendiri, beberapa kali kami menemukan masih kurangnya penirisan minyak sehingga sisa minyak masih menempel pada plastik kemasan.

Beberapa dari buyer juga memberikan masukan kepada kami mengenai packaging yang mereka butuhkan yang menurut kami untuk saat ini masih sulit dicapai oleh kemampuan UMKM. Tetapi dari sini kami menyadari betul betapa pentingnya sebuah finishing produk, packaging dan branding.

Brand UMKM Mengapa Terlalu Aneh ?

Mungkin kriteria aneh bagi buyer adalah nama-nama yang digunakan sebagai brand produk UMKM sangat sulit untuk mereka eja dan ingat. Mereka menyayangkan hal tersebut karena produk di dalam kemasan bagus tapi brand-nya terlalu "lokal". Pemilik brand sendiri kadang sulit "bercerita" mengenai brand-nya sendiri. 

Beberapa buyer menyarankan untuk mencoba brand yang lebih terdengar "international" agar mudah diingat dan dieja oleh mereka yang biasa berbahasa inggris, misalnya keripik kentang America dan lain sebagainya.

Jika kami perhatikan memang begitulah adanya, sehingga kami menganggap masukan ini sangat penting dan menjadi pekerjaan rumah bagi kami dalam pengembangannya. Bahkan untuk perusahaan berkelas menengah pun masih kurang dalam desain packaging dan brand-nya.

Desain Center untuk Kemasan Merupakan Peluang Usaha Yang Bagus

Melihat permasalahan yang terjadi ini kami mencoba menggandeng anak-anak muda yang kreatif untuk bergabung membangun rumah desain kemasan yang bisa membantu UMKM tampil "beda". Sudah banyak yang mulai berkiprah dan hanya perlu polesan dan sentuhan "asing" dalam desain mereka yang masih berselera lokal.

Beberapa perusahaan asing yang bergerak di bidang desain kemasan juga sudah ada yang kontak kami untuk membuka  cabang di Semarang, dan tentunya kami menyarankan kepada mereka untuk bermitra dengan perusahaan lokal agar lambat laun terjadi transfer knowledge. 

Sebenar desainer-desainer grafis di Jawa Tengah cukup banyak jumlahnya cuma masalah standard, cita rasa dan wawasan internasionalnya masih kurang dan perlu dipoles lagi. Kita tidak perlu terlalu bangga dengan beberapa gelintir desainer Indonesia yang sudah bisa go international, karena yang kita buktikan adalah andil nyata para desainer muda dalam melambungkan citra produk UMKM Jawa Tengah.

Tidak ada salahnya belajar dari ahli manca negara untuk selanjutnya kita serap ilmunya.