Laman

  • Home

Sabtu, 04 Juli 2015

Kota Solo ? Selalu Pasar Triwindu yang Teringat Pertama Kali

Sekelumit Mengenai Pasar Triwindu Solo

Terletak di wilayah Kraton Mangkunegaran di Jalan Diponegoro Solo. Pasar Triwindu dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada 1939. Saat itu bertepatan dengan genapnya KGPAA Mangkunegara VII menjabat se bagai Pengageng Pura Mang kunegaran selama 24 tahun. Dalam bahasa romawi Tri berarti tiga dan Windu berarti delapan. Triwindu berarti duapuluh empat. Jadi, pasar ini dibangun tepat pada masa pemerintahan ke-24 Mangkunegara VI.

Pasar ini bergaya joglo dan sangat berkesan arsitekturnya Jawanya, bahkan bisa dibilang arsitektur sekarang pun harus mencontoh ide dan desain jaman tersebut. 

Mengadopsi dari namanya, pada zaman dahulu pasar ini hanya digelar setiap triwindu atau 24 tahun sekali. Awal mulanya pasar tradisional ini hanya dipersembahkan sebagai kado ulang tahun sang Gusti Putri Mangkunegaran VII (1939). Namun, lambat laun akhirnya Pasar Triwindu menjadi sarana pencaharian oleh masyarakat sekitar hingga abad 20. Memasuki tahun 2008 pasar yang sempat berganti nama beberapa kali ini mengalami pemugaran oleh pemerintah dan berganti nama menjadi semula ketika dibangun. Berbalut kayu dan ornamen topeng kayu, gedung ini terdiri dari dua lantai yang berisi ratusan kios pedagang.

Pasar Unik Letaknya di Tengah Kota Solo

Pasar Malam Ngarsodipuro setiap Sabtu dan Minggu Digelar di sini.

Dikenal sebagai pasar barang antik yang mampu menggugah kenangan dan sejarah.

Kejenuhan akan rutinitas membawa kami untuk memuaskan keinginan melihat-lihat kota Solo di waktu malam sambil berbuka dengan berapa daftar kuliner unik di kota Solo. Selalu, Pasar Triwindu menjadi jadwal utama kami untuk berkunjung untuk sekedar melihat-lihat barang-barang lawas yang bisa kami pakai untuk menjadi properti fotografi yang biasa kami gunakan untuk membantu promosi produk-produk UMKM binaan kami.

Mulai dari perabot keramik kuno tinggalan keraton, sendok garpu logam lawas dan juga beberapa botol menjadi target kami, terutama botol limun. Yang jelas adalah barang-barang yang bisa membuat hasil foto begitu eksotis dengan back ground benda-benda lawas tersebut.

Suasana Pasar Triwindu


Beberapa Produk yang Dijajakan

Berbagai Macam Barang Ada

Produk Lawas, Antik dan Menyerupai Antik Ada


Kami Dapatkan Beberapa Barang di Los Ini.

Kami Juga Mendapatkannya Di Toko Ini.
Mulai dari barang yang benar-benar antik (kuno) sampai dengan barang yang diproduksi menyerupai barang antik dijajakan para pedagang di sini. Cukup menarik ketika kita menyusur setiap los di pasar ini, seolah kenangan sejarah mulai kita bayangkan. Inilah nikmatnya berbelanja di pasar ini, belanja sambil mengembangkan imajinasi kita akan masa lalu. 

Pasarnya Tidak Hanya Domestik tapi Juga Turis Asing

Pasar ini memang sudah sangat dikenal sebagai tempat berburu barang-barang antik, sehingga pengunjung domestik dari kota-kota besar di Indonesia seperti kami juga banyak kita temui di pasar ini sekaligus mereka berwisata ke kota Solo yang memang banyak menyimpan kenangan.Beberapa pengunjung asing juga sering tampak "berburu" di pasar ini, terutama mencari produk yang benar-benar antik.

Mesin ketik kuno, pesawat telegram kuno dan pesawat telepon kuno sering dibeli beberapa pengunjung untuk dekorasi rumah, hotel maupun restorannya. Bahkan beberapa batu fosil juga ada di pasar ini, yang dibeli oleh beberapa pengunjung untuk menghias meja tamunya.

Perlengkapan terbuat dari keramik kuno juga sangat banyak, dan ini menjadi konsumsi pengunjung untuk penghias lemari dekorasinya. Banyak sekali patung-patung batu dan logam yang kuno dan ada juga yang dibuat seperti kuno dijajakan sebagai souvenir yang sangat menarik. Pasti tidak akan membosankan berburu barang antik di sini, silahkan coba sendiri.

Keramahan Pedagang dan Kekeluargaannya.

Jika diperhatikan memang ada yang istimewa di pasar ini, yaitu ketika ngobrol dengan para pedagangnya seolah kami sudah seperti kawan lama. Hampir semua pedagang di pasar ini sangat ramah dan satu dengan yang lain hidup bagaikan semacam keluarga besar. Bahkan ketika kami mencari barang yang tidak ada di tokonya, kami diberitahu dimana toko di pasar ini yang bisa kami datangi. Sikap semacam ini yang sangat penting bagi kami, sikap yang membangun.

Memang kemarin terasa ada yang kurang ketika berkunjung di pasar ini, yaitu "kami kurang bawa uang" karena masih banyak yang kami inginkan tapi belum terbeli. HeHe

Oh ya, pasar ini selama Ramadhan tutup jam 16.00 dan setelahnya kita bisa berputar-putar kota Solo untuk selanjutnya kembali ke Jl Diponegoro ini melihat-lihat pasar malam Ngarsodipuro, tetapi hanya setiap Sabtu dan Minggu saja. Dan kami sudah melihatnya malam hari kemarin, dan berharap pasar malam ini bisa dimanfaatkan oleh UMKM Kota Solo untuk memasarkan produk asli Solo karena kami melihat masih banyak PKL saja yang berkontribusi, tetapi UMKM produsen belum banyak kelihatan.

Peluang Bisnis Apa yang Bisa Dibangun Dari Potensi Ini ?

Bagi kami Pasar Triwindu adalah sebuah potensi perdagangan online yang luar biasa. Produk sudah ada, jenis produknya banyak hanya tinggal dipilah-pilah sesuai dengan segmen dan target pasar yang akan dibidik oleh masing-masing pedagang. Pedagang di sini yang sama masukkan adalah pedangan online. Soal bagaimana membuat presentasi atas produk bisa dipelajari, yang penting foto harus bisa bercerita.

Sebuah perdagangan online bisa dibangun oleh banyak orang dari potensi Pasar Triwindu, kesempatan besar bagi pemula usaha untuk memanfaatkan potensi ini.