Laman

  • Home

Minggu, 26 Juli 2015

Jika Sudah Ada Pasarnya, Tugas Kami Adalah Mempromosikan Pasarnya.

Seandainya pasar tradisional di Jateng bisa menyediakan ruang untuk jajanan tradisional sepert ini.
Pasar tradisional harus terbalut produk lokal.

Pasar adalah didesain untuk mempertemukan penjual dan pembeli, dan memang itulah fungsi dari pasar atau market place. Baik di dunia nyata maupun dunia maya, semuanya sama. Beberapa pantauan kami terhadap pasar tradisional yang sudah ada baik di Semarang, Solo, Magelang maupun Yogyakarta membuktikan bahwa banyak produk UMKM yang sudah terjual di pasar-pasar tersebut. Mulai dari Pasar Johar, Pasar Peterongan, Pasar Bulu, Pasar Gede Solo, Pasar Legi, Pasar Gede Magelang, Pasar Entho Parakan, Pasar Semawis, Pasar Petukangan, Pasar Gang Baru Semarang, Pasar Gading, Pasar Kranggan, Pasar Beringharjo, Pasar Bantul, Pasar Imogiri dan lain-lain sudah kami amati dan memang benar bahwa produk UMKM banyak dipasarkan di sini.

Memang sudah seharusnya produk UMKM lokal terakomodasi di pasar lokal, agar konsentrasi pemantauan penjualan produk lokal tersebut menjadi lebih mudah. Mudah bagi pembeli untuk menemukan produk tersebut dan mudah juga bagi pembina UMKM untuk membantu pemasarannya. Pada kenyataannya banyak produk UMKM lokal tidak ditemukan di pasar lokal, sehingga kurang ikut membantu daya tarik pasar lokal bagi pengunjung dari daerah lain.

Ketika produk UMKM lokal bisa terakomodasi di pasar lokal, maka mudah bagi pemerintah dan penggiat UMKM untuk memasarkan dan mempromosikan "pasar lokal" sebagai destinasi kunjungan bagi pengunjung dari daerah lain. Tidak semua produk akan dipasarkan dengan cara yang sama, tetapi banyak produk UMKM yang belum bisa dipasarkan dengan cara "modern" membutuhkan pasar tradisional ini sebagai sarana penjualannya. Produk-produk ini didominasi oleh pelaku UMKM skala mikro. Dengan cara ini, semua skala UMKM mendapatkan porsi dan pasarnya masing-masing.

Bahkan tidak menutup kemungkinan produk yang telah diproduksi oleh UMKM skala di atasnya juga bisa masuk di pasar tradisional ini, tidak harus selalu ke pasar modern. Justru akan membuat daya tarik pasar tradisional menjadi lebih besar.

Pasar Jajanan dan Kuliner di Beringharjo Yogyakarta
Jajan Pasar di Pasar Gading Yogyakarta
Jajan Pasar di Pasar Gede Solo.
Pasar Semawis Semarang
Pasar tradisioanal harus didesain sebagai magnet wisata

Sudah pasti pasar seharusnya mengundang banyak orang, dan dengan banyaknya orang yang datang akan menghadirkan banyak kesempatan bagi penjual untuk menjual produk yang dijajakannya. Disamping kelengkapan isi pasar atau keunikannya, daya tarik pasar adalah pada keamanan, kenyamanan, kebersihan, kerapian dan produk lokal yang tidak ada di tempat lain. 

Penentuan lokasi pasar juga merupakan faktor penting dalam menentukan "pembentukan" magnet ini, karena yang paling sering terjadi adalah lokasi yang telah ditentukan pemerintah tidak "diminati" oleh penjual dan pembeli untuk bertemu. Bahkan sering terjadi juga, desain arsitektur pasar kurang "welcome" dan kurang mencerminkan unsur "lokal" daerah tersebut sehingga tidak menimbulkan daya tarik itu sendiri. Justru mempertahankan arsitektur lama seperti Pasar Triwindu Solo juga memberikan nuansa tradisional yang kuat.

Obyek wisata saat ini justru bukan lokasi wisata alam atau wisata buatan yang ramai, melainkan pusat kuliner yang ada di pasar-pasar tradisional. Kecenderungan baru ini harus dicermati dan dilokalisasi di pasar tradisional sebagaimana telah dilakukan di negara-negara maju seperti Korea, Jepang, Spanyol dan Italia. Bahwa pergi ke pasar tradisional itu mengasyikan, itu memang seharusnya. Karena ada keunikan dan esklusivitas produk lokal di pasar tradisional tersebut.

Memasarkan produk UMKM di Jawa Tengah yang ribuan item dan ribuan pelaku bukanlah hal yang mudah dengan keterbatasan jumlah penggiat UMKM dan keterbatasan kemampuan pemerintah kita. Konsentrasi pemasaran pada pasar tradisional yang telah "didesain" seperti di atas akan memudahkan fokus dan konsentrasi dalam promosi. Hal ini pun terjadi di dunia maya, lebih mudah mengumpulkan penjual dan pembeli dalam suatu market place dan kemudian kita hanya memasarkan dan mempromosikan market place tersebut daripada mempromosikan dan memasarkan produk-produk tersebut satu per satu.

Metode inilah yang ke depannya akan dilakukan oleh Rumah UMKM untuk membantu pemasaran produk UMKM skala mikro. Pasar tradisional inilah yang akan kami promosikan untuk menjadi obyek wisata kuliner yang menarik bagi pengunjung dari daerah tersebut maupun pengunjung luar daerah.

Peran orang lokal dan blogger lokal

Kami memiliki banyak keterbatasan, sehingga kami akan menghimbau teman-teman di suatu daerah untuk ikut berpartisipasi memasarkan dan mempromosikan potensi daerahnya (pasar tradisional) tersebut melalui social media, atau melalui tulisannya di blog-blog. Semakin banyak orang yang bersedia "berkontribusi" waktu dan ide pemasarannya, maka semakin banyak informasi yang akan disebarkan di dunia maya mengenai keberadaan, keunikan dan daya tarik potensi tersebut.

Sudah terbukti, peran blogger sangat luar biasa dalam mengangkat potensi daerah. Dari dari blogger-blogger lokal inilah diharapkan promosi dan pemasaran potensi daerahnay muncul dan berkembang.