Laman

  • Home

Selasa, 28 Juli 2015

Ingin Bantu UMKM ? Ramaikan Saja Pasar Tradisional.

Ilustrasi Pasar Tradisional
Banyak orang menyerukan ekonomi kerakyatan, banyak orang mengajak menaikkelaskan UMKM, tapi banyak orang yang lupa untuk meramaikan pasar tradisional dimana produk UMKM dipasarkan.

Daya tarik pasar tradisional

Meskipun pasar modern mulai dari supermarket dan mini market bermunculan sampai di desa-desa, pesona dan daya tarik pasar tradisional tidak akan pernah pudar. Di sinilah kebutuhan masyarakat terpenuhi dan di sini pula roda ekonomi kerakyatan dimulai. 

Mengukur kinerja pasar produk rakyat adalah di pasar tradisional, bukan di pasar modern yang sebagian besar didominasi dari produk-produk industri. Hanya pasar tradisional saja yang masih "ramah" menerima produk UMKM apa adanya. Dan sudah sepantasnya kita juga memberikan "perhatian" kita terhadap pasar tradisional.

Mulai dari produk nelayan, petani maupun UMKM bisa leluasa diperdagangkan di sini, tinggal bagaimana produsen mampu menggandeng pedagang pasar sebagai agen pemasaran mereka. Semakin banyak produk lokal yang tersedia di pasar tradisional setempat, semakin menarik pasar tersebut karena keunikan pasar tersebut akan terbangun dengan sendirinya.

Biarlah pasar modern menjadi dominasi dari produk-produk kelas industri, tapi jangan biarkan pasar tradisional pun didominasi oleh produk-produk industri. Pasar tradisional adalah ajang pertempuran awal bagi produk UMKM yang ingin dikenal oleh pasar, sebelum akhirnya berkembang dan mampu bersaing dengan produk industri di rak-rak pasar modern.

Hanya pasar tradisional yang menjamin pembayaran cash

Seharusnya perdagangan yang fair adalah ketika pengusaha skala kecil "terbantu" dengan bertransaksi pengusaha yang lebih besar. Tetapi kenyataan saat ini, pengusaha retail dan pasar modern justru menerapkan "pembayaran tempo" kepada pengusaha kelas di bawahnya yang memasok produk ke perusahaannya. Pembayaran tempo ini merupakan strategi cash flow dari perusahaan yang lebih besar seringkali merugikan cash flow pemasoknya, dengan kata lain, pengusaha kecil memodali perusahaan besar.

Mekanisme perdagangan di pasar tradisional tidaklah demikian, pembayaran cash merupakan nadi dari aliran ekonomi yang terjadi di pasar tersebut. Mekanisme inilah yang cocok dengan semua keterbatasan yang dimiliki oleh UMKM.

Jika dicermati, dimana ada pasar tradisional yang besar dan ramai maka UMKM di sekitar pasar tersebut memiliki banyak peluang pemasaran dan memiliki peluang berkembang dengan cepat. Bahwa ketika nanti pasar tradisional direkarancang ulang untuk menjadi "obyek wisata" maka peluang UMKM akan semakin besar, dimana penataan pasar, kebersihan, kerapian dan manajemen pengelolaan telah distandarisasi dan dikemas dengan lebih modern.

Pasar tradisional butuh sentuhan kenyamanan dan keamanan yang baik agar kepetingan pengunjung terjaga. Bahwa "harga pasar" akan menjadi issue penting dalam pengelolaan perdagangan, maka manajemen pengelola pasar harus membuat aturan baku penentuan harga pasar untuk menghindari persaingan yang tidak sehat.

Dengan mekanisme pembayaran cash, bisa dipastikan harga yang berlaku di pasar tradisional pasti lebih murah dibandingkan dengan harga pasar modern. Satu lagi, masyarakat butuh "produk" yang lebih segar, karena dengan keterbatasan peralatan yang dimiliki pedagang justru produk yang ada dipasar terjaga kesegarannya.