Laman

  • Home

Jumat, 31 Juli 2015

Bertahan Saat Krisis Global Ala IndoAzur

Saat krisis global melanda tahun 2008 yang dimulai dari USA dan selanjutnya disusul oleh Eropa, banyak eksportir furniture dan handicraft yang menutup usahanya karena permintaan (demand) dari kedua benua tersebut berkurang. Ada yang masih bisa bertahan dan banyak yang terpaksa harus menutup pabrik karena bangkrut.

Saat kondisi yang tidak kondusif untuk membangun bisnis handicraft dan furniture sekitar awal-awal krisis tersebut, IndoAzur justru lahir dan bertahan sampai dengan sekarang. Terjadi beberapa perubahan strategi tentunya antara awal berdiri dengan saat bertahan di masa krisis. Dan strategi yang berubah adalah strategi pasar dan strategi produksinya.

Awalnya pasar IndoAzur adalah 1000% ekspor, namun ketika krisi melanda justru pasar terbesarnya sekarang adalah jaringan hotel di Indonesia. Mengapa demikian ? IndoAzur dirintis oleh Mbak Endang Haryani yang sudah saya kenal sejak showroomnya ada di daerah Banyumanik sekitar tahun 2010an. Beliau awalnya adalah pegawai senior di hotel-hotel jaringan internasional dengan jabatan terakhirnya adalah sales director.

Merasa bahwa kariernya sudah tidak bisa ke level yang lebih tinggi lagi dan jenuh dalam bidang hospitality maka beliau merintis usaha sendiri, meskipun harus merasakan perjuangan yang berat sejak awal berdirinya. Tetapi yang jelas, sampai sekarang IndoAzur masih bertahan.

Item-item yang tersedia di IndoAzur memang diarahkan untuk dekorasi hotel

Showroom ada di Semarang, dan produksi di Jepara.

Item seperti ini sekarang sedang banyak dibutuhkan pasar.
Menyadari asset yang dimiliki dan mengolahnya.

Berkecimpung dalam dunia perhotelan selama belasan tahun sampai lever direktur dan berpindah-pindah hotel tanpa terasa telah memperkaya asset intangible dalam diri Mbak Endang Haryani. Asset tersebut adalah jaringan pasar. Tetapi hal ini pada awalnya pun tidak pernah disadarinya, sampai akhirnya kondisi krisislah yang justru mengingatkan beliau akan asset yang telah dimiliki dan butuh untuk dikelola sebagai pasar.

Sekarang jaringan relasi di bidang perhotelannya merupakan asset terbesarnya dalam mengelola pemasaran IndoAzur.

Saat ini IndoAzur sedang ingin menggandeng pemasar-pemasar online untuk berbagai manfaat dari bisnisnya. Kesempatan ini diberikan kepada pemilik-pemilik toko online untuk bekerjasama dalam memasarkan produk-produk kerajinan (handicraft) dan furniture. Pengalaman dalam melakukan pengiriman baik lokal maupun ekspor akan banyak membantu pedagang online dalam delivery produk dari gudang IndoAzur kepada klien dengan aman.

Endang Haryani, Founder dan Direktur IndoAzur.
IndoAzur juga merupakan anggota dari GetAsean.Com dan pembeliannya pun bisa dilakukan melalui GetAsean.Com baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pasar Lokal Juga Sangat Menjanjikan

Satu jam ngobrol dengan si empunya usaha, saya menyimpulkan bahwa ternyata pasar lokal juga masih sangat terbuka untuk produk kerajinan dan furniture yang penting desain dan paket yang ditawarkan menarik. Pemasar harus bisa menjadi problem solver ketika customer terkendala dengan desain, baik rumah tangga, hotel maupun restaurant.

Inilah yang dilakukan oleh Mbak Endang Haryani dalam melayani customernya, tidak jarang justru merekalah yang mendesainkan produk dan settingnya untuk customer karena ini mereka anggap sebagai layanan dari bisnis ini.

Peluang pasar lokal ini menurut beliau masih sedikit sekali yang bisa tergarap, karena kapasitas produksi dan SDM yang dimilikinya masih terbatas. Tetapi dengan kemitraan supply yang telah beliau bangun saat ini beliau siap untuk pemesanan dengan kapasitas yang lebih besar.

Saya juga menyarankan kepada Mbak Endang untuk lebih memperkaya produk-produk yang mampu mengisi ruang dapur dan ruang makan, karena saat ini produk-produk tersebut banyak diminati baik dari pembeli lokal maupun pembeli luar negeri.