Laman

  • Home

Senin, 20 Juli 2015

Belajar dari Yogyakarta, Warung nDeso pun Bisa Bersinar Karena Ocehan Blogger

Wisata Kuliner Yogyakarta
 
Harus diakui bahwa banyak kuliner di Yogyakarta besar karena "ocehan" (dalam artian positif) dari para blogger yang peduli untuk mengangkat dan menginformasikan kuliner tersebut kepada masyarakat luas terutama di dunia maya. Dan ternyata itu berhasil ! Karena kecenderungan orang saat ini mencari informasi dari internet atau tepatnya bertanya kepada "Mbah" Google yang banyak tahu informasi.

Semakin banyak yang mengunggah maka semakin mudah untuk ditemukan di Google Search. Hal yang unik dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan akan menarik perhatian pembaca dan penasaran untuk mencobanya. Dan para blogger ini pun tidak mau mempertaruhkan citra blog-nya untuk menginformasikan hal yang tidak sesuai kenyataan sehingga informasi yang ditemukan oleh pembaca adalah informasi yang sangat bermanfaat.

Banyak contoh kuliner 'nylempit" di Yogyakarta yang terangkat karena tulisan di blog dan social media, misalnya yang kami pernah coba adalah Sate Klathak, Sego Geneng, Gudeg Manggar, Ingkung Ayam Mbah Cempluk, Ayam Goreng Mbah Cemplung, Mangut Lele Bu Is, Gudeg Pawon dan banyak lagi. Jika diamati, konsep mereka justru sangat sederhana. Mereka ingin membawa nuansa aslin ndeso ke hidangan dan layanan mereka. Dan ternyata ini yang justru menambah daya tarik kuliner ini.

Beberapa blogger bahkan sanggup menampilkan foto-foto yang eksotis untuk liputan mereka sehingga mampu menambah daya tariknya. Pada kesempatan kemarin kami hanya ingin mencoba informasi mengenai mangut ayam Bu Is di Imogiri yang diangkat oleh beberapa teman blogger dan akan kami coba amati keistimewaannya untuk kami share kepada teman-teman blogger dan pengusaha kuliner di Jawa Tengah.

Urap (Trancam) ini benar-benar enak dan orisinil rasanya.

Bagaimana kalo fotonya disajikan seperti ini ?

Lombok goreng, rekan setia mangut lele goreng.

Sambel kelapanya yang membuat semuanya jadi istimewa.

Menu andalan, mangut lele goreng.

Seolah ada di depan mata, ingin segera menyantapnya.

Sederhana, dan orisinil Ndeso.

Mangut Lele Bu Is, Jl Imogiri Barat Sumber Agung, Jetis - Bantul

Tidak perlu tempat yang mewah, karena bukan itu yang akan dijual.

Kalo sudah begini, mau cerita apa lagi ?
Dibilang sederhana, ya memang sederhana, tapi promosinya itu yang luar biasa.

Belajar dari kondisi di atas, sudah saatnya teman-teman pelaku UMKM yang membuka usaha kuliner unik dan khas menggandeng teman-teman blogger untuk menulis ulasan di blog masing-masinga agar informasi yang ada di internet tidak hanya informasi dari pengusahanya tetapi berupa referensi dari para blogger tersebut.

Semakin banyak yang menulis semakin usahanya akan dikenal di dunia maya. Jangan pelit untuk mengundang teman-teman blogger mengulas warung atau restonya, karena itu merupakan bagian dari promosi yang saling menguntungkan keduanya.

Jika hal ini disadari benar, maka informasi kuliner di Jawa Tengah juga akan sekaya di Yogyakarta. Kita sudah kaya akan kuliner unik, cuma belum banyak yang mengetahuinya.